Assalamu’alaikum
Wr Wb
Uatadz Masar yang
terhormat, saya mempunyai saudara yang sangat pelit terhadap sesama. Setiap mendapatkan
rizki dari pekerjaannya, dia tidak pernah berbagi dengan saudara apalagi
tetangga sekitar. Akhirnya dalam kehidupan sosial dia sangat terkucil. Jika
melihat latar belakangnya ketika masih dikampung, dia sangat sholeh dan baik
terhadap sesama, senang memberi dan menyumbang. Perangainya berubah ketika
sudah bekerja di kota.
Semakin lama, hartanya
semakin banyak. Tidak terhitung berapa luas tanah yang dimiliki serta rumah
mewah bagai istana. Meskipun begitu dia tetap pelit dan kikir terhadap sesama.
Tidak diketahui sebabnya, lama kelamaan saudara saya selalu tertimpa musibah
dan kesialan, mulai dari sering ditipu sampai mati suri karena penyakit yang
tidak diketahui penyebabnya. Sebagai saudara saya ikut prihatin dan ingin
membantu. Apakah dalam kasus ini saudara saya bisa disembuhkan dengan
dirukyah? Mohon solusi.
Agus
Suryana, Bogor
Pada dasarnya permasalahan yang bapak hadapi
dikarenakan kurang bersyukur atas karunia Allah. Aplikasi dari bersyukur dari
nikmat yang telah diberikan diantaranya dengan berbuat baik dan beramal sholeh.
Sebagaimana dalam Al Quran ”Sesuatu yang bernyawa tidak akan mati melainkan dengan
izin Allah, sebagai ketetapan yang Telah ditentukan waktunya. barang siapa
menghendaki pahala dunia, niscaya kami berikan kepadanya pahala dunia itu, dan
barang siapa menghendaki pahala akhirat, kami berikan (pula) kepadanya pahala
akhirat itu. dan kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur”.
Terkait
dengan rukyah dapat mengembalikan keadaan saudara Bapak kepada perangai baik
dan keadaannya yang normal, itu tergantung dari diri saudara bapak sendiri.
Pada hakikatnya rukyah sendiri adalah doa-doa yang diajarkan rosul dari al
Quran maupun hadits untuk pengobatan penyakit dzohir ataupun batin.
Akan
tetapi usaha rukyah tersebut dapat dilakukan dengan dibarengi terapi taubat dan
bimbingan agama sebagaimana biasa dilakukan di yayasan kami. Dari pihak saudara
bapak sendiri harus memberikan motifasi secara maksimal dalam mengarahkan
kepada jalan yang lurus. Salam.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar