Senin, 30 Juli 2012

Ruqyah dan syukur


Assalamu’alaikum Wr Wb
            Uatadz Masar yang terhormat, saya mempunyai saudara yang sangat pelit terhadap sesama. Setiap mendapatkan rizki dari pekerjaannya, dia tidak pernah berbagi dengan saudara apalagi tetangga sekitar. Akhirnya dalam kehidupan sosial dia sangat terkucil. Jika melihat latar belakangnya ketika masih dikampung, dia sangat sholeh dan baik terhadap sesama, senang memberi dan menyumbang. Perangainya berubah ketika sudah bekerja di kota.
            Semakin lama, hartanya semakin banyak. Tidak terhitung berapa luas tanah yang dimiliki serta rumah mewah bagai istana. Meskipun begitu dia tetap pelit dan kikir terhadap sesama. Tidak diketahui sebabnya, lama kelamaan saudara saya selalu tertimpa musibah dan kesialan, mulai dari sering ditipu sampai mati suri karena penyakit yang tidak diketahui penyebabnya. Sebagai saudara saya ikut prihatin dan ingin membantu. Apakah dalam kasus ini saudara saya bisa disembuhkan dengan dirukyah? Mohon solusi.

                                                                                                            Agus Suryana, Bogor
           
Pada dasarnya permasalahan yang bapak hadapi dikarenakan kurang bersyukur atas karunia Allah. Aplikasi dari bersyukur dari nikmat yang telah diberikan diantaranya dengan berbuat baik dan beramal sholeh. Sebagaimana dalam Al Quran ”Sesuatu yang bernyawa tidak akan mati melainkan dengan izin Allah, sebagai ketetapan yang Telah ditentukan waktunya. barang siapa menghendaki pahala dunia, niscaya kami berikan kepadanya pahala dunia itu, dan barang siapa menghendaki pahala akhirat, kami berikan (pula) kepadanya pahala akhirat itu. dan kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur”.
            Terkait dengan rukyah dapat mengembalikan keadaan saudara Bapak kepada perangai baik dan keadaannya yang normal, itu tergantung dari diri saudara bapak sendiri. Pada hakikatnya rukyah sendiri adalah doa-doa yang diajarkan rosul dari al Quran maupun hadits untuk pengobatan penyakit dzohir ataupun batin.
            Akan tetapi usaha rukyah tersebut dapat dilakukan dengan dibarengi terapi taubat dan bimbingan agama sebagaimana biasa dilakukan di yayasan kami. Dari pihak saudara bapak sendiri harus memberikan motifasi secara maksimal dalam mengarahkan kepada jalan yang lurus. Salam.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar