Minggu, 23 September 2012

usaha melupakan masa lalu


Ustadz Massar yang terhormat, saya seorang pengusaha dalam bidang kontraktor. Terus terang, bisnis yang saya geluti saat ini merupakan warisan orang tua. Saya sendiri tidak mempunyai prestasi atau kemampuan yang mumpuni dalam bidang usaha. Sebaliknya masa lalu saya dipenuhi dengan prilaku yang tidak terpuji dan terjerumus dalam dunia hitam, seperti mencandu narkoba, pergaulan bebas bahkan perjudian.
Sampai akhirnya saya dipaksa oleh orang tua untuk menikah dan membina keluarga. Dari kehidupan baru tersebut saya mulai berbenah, apalagi setelah saya mempunyai seorang putra, rasa sayang telah mengalahkan keegoisan saya untuk melakukan kesenangan-kesenangan seperti dulu.
Namun, semakin saya berusaha melupakan masa lalu, semakin bayangan-bayangan itu muncul dan membebani saya dalam berkeluarga maupun dalam meniti karier. Saya merasa bahwa diri saya kotor, sehingga apa yang saya lakukan tidak memberikan sebuah kebarokahan atau sebaliknya menjadi bencana bagi keluarga saya. Mohon solusi ustadz.
                                                                                                Andrian Susilo, Jakarta
Wassalamu’alaikum Wr Wb.
                Bapak Andrian yang baik, terkait dengan perbuatan yang telah bapak lakukan di masa lampau maka yakinlah pada janji Allah dalam al Quran “Katakanlah: “Hai hamba-hambaKu yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Az-Zumar: 53) dan dalam hadist Rasul “Jika kalian melakukan kesalahan-kesalahan (dosa) hingga kesalahan kalian itu sampai ke langit, kemudian kalian bertaubat, niscaya Allah SWT akan memberikan taubat kepada kalian.” (Hadist diriwayatkan oleh Ibnu Majah dari Abi Hurairah).
                Dari ketentuan ayat al Quran dan hadits di atas, dapat disimpulkan bahwa apabila bapak bertaubat secara sungguh-sungguh (taubatan nashuha) maka segala dosa bapak akan diampuni. Oleh karenanya tidak ada alasan bagi bapak berputus asa dari rahmat Allah untuk mendapatkan kebarokahan. Meskipun telah ada janji Allah untuk mengampuni, tentu bukan berarti bapak melupakan kewajiban terhadap sesama.
                Oleh karenanya, usaha taubat sendiri dapat dilakukan dengan mulai meminta maaf kepada orang-orang yang telah bapak sakiti, selanjutnya bapak bisa membersihkan harta dengan cara beramal (zakat, infaq dan shadaqoh). Sedangkan untuk diri bapak, sebagai usaha menjernihkan hati, menguatkan iman dan membentengi mental, maka dapat dilaksanakan rukyah diri. Usaha terakhir ini sebagai usaha meminta perotolongan Allah suapaya diri kita bersih sehingga dapat melupakan masa lalu yang nantinya taubat bapak menjadi tanpa hambatan. Salam.      

Jumat, 21 September 2012

mengobati sakit magh


Assalamu’alaikum Wr Wb.
            Usatadz massar yang terhormat. Saya seorang ibu rumah tangga. Sudah satu bulan ini saya didiagnosa dokter menderita radang usus besar. Bermula dari kebiasan makan makanan yang tidak steril dan suka masakan yang pedas, saya sering mengeluh sakit perut. Saya kira hal tersebut biasa karena sebelumnya saya menderita penyakit magh.
            Sampai sekarang saya belum berani melanjutkan pemeriksaan karena keterbatasan biaya. Adakah solusi dengan menggunakan metode tib nabawi dan rukyah?. Mohon solusi.  
                                                                                                Kartini, Purwodadi






Wassalamu’alaikum Wr Wb.
            Ibu kartini yang terhormat, radang usus besar merupakan penyakit radang isi perut yang mengakibatkan bisul di saluran dubur dan usus besar, sehingga mengakibatkan nyeri di dalam perut, diare dan hilangnya berat badan. tentunya jika merujuk kepada agama Islam yang tidak hanya mengurusi urusan akhirat, menurut ilmu pengobatan nabawi dapat dijadikan pijakan.
            Hasil penelitian terbaru konferensi Digestive Disease Week di New Orleans, Amerika Serikat. Peningkatan konsumsi minyak zaitun diduga mengurangi resiko penderitaan akibat radang usus besar. Dalam minyak zaitun mengandung Oleic acid yaitu asam lemak omega-9 tak-jenuh-tunggal yang terdapat pada bermacam sumber hewani dan dan nabati.
            Oleic acid tampaknya membantu mencegah perkembangan radang usus besar dengan memblok bahan kimia di usus besar yang menambah parah radang yang terdapat pada penyakit tersebut.
            Setelah mengetahui obat herbal secara dzohir, dan yang lebih penting dari itu semua adalah keyakinan dan keinginan ibu untuk sembuh. Semua penyakit bisa sembuh manakala memenuhi tiga unsur. Pertama 30 persen untuk obat, kedua, 30 persen untuk doa, dan yang 40 persen adalah keinginan. Optimisme ibu untuk sembuh dapat mempengaruhi enzim ataupun hormon kesembuhan dalam diri ibu.
            Usaha lain yang tidak boleh ditinggalkan adalah doa. Sebagaimana praktek pengobatan yang dilakukan di Yayasan kami yaitu menggabungkan metode tib nabawi, pengobatan herbal dan rukyah. Semua itu dilaksanakan dengan cara pemberian minyak zaitun sekaligus dilakukan rukyah yaitu memberikan bacaan berupa doa. Diharapkan dari itu semua sebuah kesembuhan secara steril dan natural.
            Ajaran rukyah sendiri tidak hanya untuk pengobatan batiniyah, sebagaimana dalam hadist yang diriwayatkan oleh Muslim yaitu, “Jabir Bin Abdillah Radhiyallahu ‘Anhu berkata, “Seseorang di antara kami disengat kalajengking, kemudian Jabir berkata, “Wahai Rasulullah apakah saya boleh meruqyahnya? Maka beliau bersabda, “Barangsiapa di antara kalian yang sanggup memberikan manfaat kepada saudaranya, maka lakukanlah.”

           
           


Kamis, 20 September 2012

Mengusir Jin Penunggu Rumah


Assalamu’alaikum Wr Wb.
            Ustadz Massar yang terhormat, permasalahan yang kami alami bermula ketika kami melakukan pindahan rumah, setelah sebelumnya kontrak kami habis di salah satu perumahan di kota Semarang. Dirumah baru tersebut ternyata kami banyak mendapatkan keanehan. Mulai dari selalu mendengar suara yang aneh-aneh sampai anak saya yang paling kecil selalu melihat penampakan berupa bayangan orang yang sangat besar.
            Tidak hanya gangguan saja yang kami rasakan, anak-anak kami selalu sakit-sakitan. Padahal sebelumnya mereka jarang sakit. Apalagi anak saya yang paling bungsu, hampir setiap minggu dirawat inap di rumah sakit. Lebih parah lagi, usaha kios di depan rumah yang sengaja kami bangun  tidak ada perkembangan. Para pelanggan seakan segan untuk membeli di kios kami.
            Usut punya usut, ternyata rumah kami mempunyai sejarah panjang tentang para penunggunya. Ditempat tersebut pernah terjadi bunuh diri. Bahkan beberapa penghuni sebelum kami sampai ada yang stres dan ingin melakukan bunuh diri. Pertanyaan saya, apakah memang benar yang kami lihat adalah hantu-hantu yang selama ini hanya sebagai mitos. Bagaimana solusinya. Salam.
                                                                        `                                   Zakriadi, Pemalang


Wa’alikumussalam, Wr Wb.
            Pada dasarnya hantu-hantu yang bapak lihat bukan sebagaimana dalam mitos. Mitos yang beredar bahwa orang yang sudah meninggal dapat menampakan diri dengan wujud yang menyeramkan sangatlah tidak rasional. Ruh orang yang sudah meninggal telah menjadi urusan Allah Swt.
            Maka, yang selama ini bapak lihat adalah dari kalangan jin yang ingin mengganggu manusia, jin sendiri pada dasarnya bisa dilihat sebagaimana dalam Hadist Nabi SAW yang diriwayatkan Al Bukhori, berbunyi: ”Setan memperlihatkan wujud (diri)nya ketika aku sholat. Namun atas pertolongan Allah, aku dapat mencekiknya sehingga kurasakan air liurnya di tanganku. Kalau bukan karena adanya doa saudaraku Nabi Sulaiman, pasti kubunuh dia”.
            Wujud yang biasanya berupa orang yang sudah meninggal, tentunya hanya kesempatan yang dipakai oleh syaitan dan jin untuk mengganggu dan menyesatkan manusia. Bagi orang yang masih memiliki tanggungan di dunia akan menjadi jalan jin dan syaitan menggunakannya sebagai alasan tersebut.
            Jin-jin kafir yang sebagaimana syaitan akan selalu mengganggu manusia, sebagaimana dalam surat Annas, ”Katakanlah: ”Aku berlindung kepada Tuhan (yang memelihara dan menguasai) manusia. Raja manusia. Sembahan manusia. dari kejahatan (bisikan) setan yang biasa bersembunyi, yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia. dari (golongan) jin dan manusia”.
            Untuk mengatasi hal tersebut dalam Islam telah diajarkan rukyah, dalam kasus bapak memang harus dilaksanakan rukyah tempat. Dengan rukyah diharapkan akan terhindar dari gangguan jin dan syaitan serta hal-hal ghaib lainnya. Rukyah sendiri berisi doa-doa yang diajarkan rosul untuk mengusir dan mengobati seseorang dari gangguan mahluk ghaib.
            Meskipun begitu, rukyah tidak hanya untuk mengatasi gangguan mahluk ghaib. Lebih dari itu, berbagai cara pengobatan dalam Islam yang mengandalkan doa sesuai syari’ah dan pengobatan ala Nabawi biasa disebut rukyah. Segala macam persoalan yang Bapak alami tentunya ada jalan keluar dengan cara syar’i. Yang paling penting, Bapak janganlah takut terhadap hal-hal gahib, sebagian kholifah di dunia, kita yang mempunyai hak untuk mengatur dan mengadakan perbaikan di dunia. Salam.
           















Rabu, 19 September 2012

antara perceraian dan perdamain


Assalamu’alaikum Wr Wb.




Ustadz Massar yang terhormat, saya seorang karyawan di Bank Indonesia (BI), sedang suami wiraswasta. Meski begitu, dia mempunyai beberapa bisnis lain yang banyak menyita waktunya. karena kesibukannya, dia seakan-akan melupakan tanggung jawab batiniahnya kepada saya. Hingga akhirnya saya dapatkan semua itu dari rekan kerja di kantor.
Dari hubungan terlarang itu saya hamil, tapi saya gugurkan karena takut ketahuan suami.  Saat ini saya binggung, bercerai dengan suami atau melanjutkan hubungan dengan kekasih gelap saya?
Ld (nama di samarkan)

Wa’alaikumussalam Wr Wb.

 
Sebelumnya perlu ibu ketahui terlebih dahulu mengenai hukuman bagi orang yang melaukan zina muhson (zina bagi yang telah menikah) dalam Islam, yaitu hukuman cambuk 100 kali dan rajam. Meskipun para ulama berbeda pendapat akan hal tersebut, yaitu antara rajam dan cambuk, saya kira ibu tetap dapat mengambil pelajaran atas beratnya akibat yang ditanggung atas perbuatan zina.
Dalam hidup ini, manusia senantiasa diuji. Termasuk dalam rumah tangga, komitmen atas kesetiaan terhadap pasangan juga diuji. Tidak adanya saling pengertian, menuruti ego dan kepuasan diri akan merapuhkan pondasi rumah tangga. Meskipun begitu, ibu harus merasa menyesal karena akibat perzinahan akan berlanjut kepada permasalahan lainnya yang lebih berbahaya, sebagai contoh melakukan pengguguran dan kebohongan. Dari penyesalan tersebut diharapkan ibu menjadi terdorong untuk terus melakukan perbaikan.
Selanjutnya, usaha yang dapat ibu lakukan adalah bertaubat dan bermusyawarah dengan suami. Jujurlah tentang keluhan ibu dan permasalahan yang dihadapi, komunikasi dan musyawarah dapat menentukan jalan keluar yang terbaik dari berbagai pilihan. Apabila dapat diperbaiki, maka keutuhan keluarga harus ibu kedepankan daripada perceraian. Lupakanlah fikiran-fikiran negative tentang masa lalu yang lahir dari akibat memburu nafsu, karena hal tersebut akan mendatangkan kemadaratan bagi ibu dan orang-orang yang ibu sayangi.
 Ibu bisa mengawalinya dengan melaksanakan ruqyah diri, yaitu memohon petolongan Allah Swt supaya diri ibu dibersihkan dari aura negative dan sifat-sifat yang merusak diri serta menahan nafsu. Yakinlah bahwa Allah maha Pemurah lagi maha Penyayang, sehingga taubat ibu dapat diterima, karena sesungguhnya tidak ada perbuatan yang tidak diampuni oleh Allah kecuali syirik. Akhirnya, untuk membentengi diri ibu bisa mengamalkan ajaran-ajaran syari’at tentang kebaikan, moralitas khususnya terkait hubungan antara suami istri. Bertobat dan kembali kejalan yang benar adalah solusi terbaik. Salam.


Selasa, 18 September 2012

Solusi Cinta Sejati



Assalamu’alaikum wr.wb. Ustadz, saya seorang wanita karier dan sedang menjalin hubungan dengan seorang pria berkebangsaan asing yang saya kenal ketika kuliah di Belanda. Saat ini saya merasa bingung karena  hubungan kami tidak mendapatkan restu dari keluarga. Hal itu dikarenakan mereka sudah mempersiapkan jodoh untuk saya yang merupakan rekan bisnis  Ayah. Terus terang saya tidak ingin menikah tanpa dilandasi rasa cinta, Apa yang harus saya lakukan Pak Ustadz agar keluarga bisa memahami prinsip hidup saya.
                                                                                                                Mariyah Lutfiana, Bandung

Wa’alaikumussalam Wr.Wb. Mbk Mariyah yang dirahmati Allah, pada dasarnya sebagai seorang anak, sudah seharusnya berbakti kepada orang tua. Terlebih bahwa mbak adalah wanita, dimana terkait masalah jodoh, orang tua dapat menentukan calonnya. Meskipun begitu, mbak tetap harus tenang, karena pada dasarnya tidak serta merta orang tua dapat memaksakan kehendak, apalagi hal tersebut dapat menyebabkan kemadaratan.
Selanjutnya, introspeksi diri menjadi sangat penting untuk melihat perbandingan kemaslahatan, termasuk kaitannya dengan perjuangan cinta mbak terhadap pasangan. Berilah penjelasan kepada orang tua mbak tentang kejelasan status pasangan mbak sekarang, apakah dia seorang muslim yang baik atau sebaliknya. Hal tersebut erat kaitannya dengan garansi orang tua dalam memberikan kebahgiaan untuk anaknya.
Sebagai pertimbangan mbak, bahwa terkait kriteria jodoh yang tepat dalam Islam, sebagaimana dalam hadis Nabi yang menjelaskan bahwa menikahi seseorang harus berdasarkan 4 kriteria, yaitu: 1. Berdasarkan kekayaannya, 2. Berdasarkan nasabnya, 3. Berdasarkan kerupawanannya, 4. Terakhir berdasarkan agamanya, dan yang terkhir inilah menjadi pedoman utama diantara 3 pertama.  Kemudian, jika mbak sudah merasa yakin, maka mbak bisa meminta bantuan keluarga lain untuk menyakinkan keinginan mbak.
Selanjutnya, jika upaya sebagaiamana di atas tidak membuahkan hasil, maka sebagai umat Islam janganlah mbak berputus asa, tetaplah berusaha dengan cara meminta pertolongan Allah Swt. Adapun bagian dari upaya meminta perotolongan Allah tersebut adalah dengan cara melaksanakan rukyah diri, yaitu dengan memperbanyak dzikir dan doa supaya orang tua mbak diluluhkan hatinya.
Akhirnya mbak harus merasa yakin, bahwa selama mbak mempunyai niat tulus tidak hanya demi mempertahankan prinsip hidup, lebih dari itu untuk kemaslahatan secara umum, maka Insya Alllah atas izinNya semua keinginan mbak akan tercapai. Untuk selanjuntya bisa menghubungi kami. 

Jumat, 14 September 2012

Atasi Kleptomania dengan Ruqyah



Assalamu’alaikum wr.wb. Ustadz Massar yang terhormat, saya mempunyai seorang anak perempuan yang sedang beranjak remaja, saat ini  saya  khawatir dengan sikap aneh putri saya. Dari laporan beberapa teman kuliahnya, dia sering mengambil benda milik teman-temannya, padahal semua kebutuhan telah kami cukupi, bahkan boleh di bilang ayahnya sangat memanjakannya karena dia anak perempuan satu-satunya, sehingga semua keinginnya selalu di penuhi. Pertanyaan saya,  mengapa dia mau mengambil barang milik temannya, Apa yang terjadi dengan anak saya  Pak Ustadz?
                                                                                                                                                Ibu Henny – Jakarta
Wassalamu’alaikum Wr. Wb. Sebelumnya saya harapkan ibu tetap tenang, untuk selanjutnya alangkah baiknya ibu menyelidiki terlebih dahulu mengenai perkembangan masalah yang menimpa putri ibu, sebagai contoh melihat sejak kapan putri ibu mempunyai potensi dalam mengambil barang milik orang lain dan apakah sering begitu. Hal tersebut menjadi penting untuk memastikan apakah putri ibu menderita kleptomania.
Kleptomania sendiri merupakan kondisi dalam diri seseorang yang memiliki dorongan kuat untuk mengambil sesuatu. Kadang-kadang sesuatu itu adalah benda-benda kecil dan tidak didasari motif ekonomi. Secara pasti kleptomania tidak dapat diketahui penyebabnya, akan tetapi Jika dihubungkan dengan zat kimia, maka kleptomania disebabkan gangguan dalam otak, yaitu pada zat serotonin yang mengatur mood dan emosi seseorang.
Kelainan jiwa ini sebenarnya dapat diatasi sedini mungkin, yaitu ketika umur seseorang masih kecil, dimana psikologisnya masih bisa dibentuk. Permasalahannya putri ibu sekarang telah beranjak dewasa, oleh karenanya harus ada terapi intensif untuk menghilangkan kebiasaan buruk tersebut. Sebagaimana kecanduan dan kelainan psikologi lainnya, maka ruqyah diri dapat menjadi solusi yang solutif. Terapi rukyah ini mencoba membangkitkan kesadaran  terdalam dalam diri manusia dengan pendekatan doa dan dzikir. Untuk selanjutnya bisa menghubungi kami. Salam.  

Jumat, 07 September 2012

Sukses Kontraktor dan Doa


Assalamu’alaikum Wr Wb.
Ustadz Massar yang terhormat, saya seorang kontraktor. Terus terang, bisnis yang saya geluti saat ini merupakan warisan orang tua. Saya sendiri tidak mempunyai prestasi atau kemampuan yang mumpuni dalam bidang usaha. Sebaliknya masa lalu saya dipenuhi dengan prilaku yang tidak terpuji dan terjerumus dalam dunia hitam, sebut saja pernah mencandu narkoba, pergaulan bebas bahkan perjudian.
Sampai akhirnya saya dipaksa oleh orang tua untuk menikah dan membina keluarga. Dari kehidupan baru tersebut saya mulai berbenah, apalagi setelah saya mempunyai seorang putra, rasa sayang telah mengalahkan keegoisan saya untuk melakakukan kesenangan-kesenangan seperti dulu.
Permasalahan saya sekarang, semakin saya berusaha melupakan masa lalu, semakin bayangan-bayangan itu muncul dan membebani saya dalam berkeluarga maupun dalam meniti karir dan berbisnis. Saya merasa bahwa diri saya kotor, sehingga apa yang saya lakukan tidak memberikan sebuah kebarokahan atau sebaliknya menjadi bencana bagi keluarga saya. Mohon solusi ustadz.
                                                                                                Andrian Susilo, Jakarta
Wassalamu’alaikum Wr Wb.
                Bapak Andrian yang baik, terkait dengan perbuatan yang telah bapak lakukan di masa lampau maka yakinlah pada janji Allah dalam al Quran “Katakanlah: “Hai hamba-hambaKu yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Az-Zumar: 53) dan dalam hadist Rasul “Jika kalian melakukan kesalahan-kesalahan (dosa) hingga kesalahan kalian itu sampai ke langit, kemudian kalian bertaubat, niscaya Allah SWT akan memberikan taubat kepada kalian.” (Hadist diriwayatkan oleh Ibnu Majah dari Abi Hurairah).
               Dari ketentuan ayat al Quran dan hadits di atas, dapat disimpulkan bahwa apabila bapak bertaubat secara sungguh-sungguh (taubatan nashuha) maka segala dosa bapak akan diampuni. Oleh karenanya tidak ada alasan bagi bapak berputus asa dari rahmat Allah untuk mendapatkan kebarokahan. Meskipun telah ada janji Allah untuk mengampuni, tentu bukan berarti bapak melupakan kewajiban terhadap sesama.
          Oleh karenanya, usaha taubat sendiri dapat dilakukan dengan mulai meminta maaf kepada orang-orang yang telah bapak sakiti, selanjutnya bapak bisa membersihkan harta dengan cara beramal (zakat, infaq dan shadaqoh). Sedangkan untuk diri bapak, sebagai usaha menjernihkan hati, menguatkan iman dan membentengi mental, maka dapat dilaksanakan rukyah diri. Usaha terakhir ini sebagai usaha meminta perotolongan Allah suapaya diri kita bersih sehingga dapat melupakan masa lalu yang nantinya taubat bapak menjadi tanpa hambatan. Salam.      

Selasa, 04 September 2012

Menyikapi Uang Panas



Assalamu’alaikum, Wr. Wb.
            Ustadz Massar yang terhormat, dalam perkembangan perekonomian yang kian pesat. Kita tidak mungkin terhindarkan dari uang panas. Yang saya maksud uang panas adalah uang yang didapat dari ketidak jelasan. Sebagai contoh hasil dari transaksi yang tidak jelas barangnya, atau uang hasil korupsi. Begitu juga dalam segi usaha kita tidak dapat lepas dari kecurangan, yang saya tahu apabila kita tidak curang maka akan dicurangi.
            Karena keadaan tersebut hidup saya menjadi tidak tenang. Mohon solusi dari permasalahan ini. Salam.

                                                                                                Andrian, Pemalang
Wasalamu’aliakum Wr Wb.
            Mas Andrian, yang pertama harus dilakukan adalah mengoreksi bagaimana cara kita berbisnis, apakah sudah sesuai ketentuan syari’at atau belum. Janganlah melihat orang lain melakukan kecurangan, karena kebarokahan rizki dilihat dari kebersihan kita dalam bermu’amalat. Belum tentu orang yang berbuat curang dan mendapat keuntungan besar merasakan ketenangan dalam hidupnya.
            Tetaplah berada di jalan Allah Swt, sebagaimana firmannya: ”Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama-suka di antara kamu. Dan janganlah kamu membunuh dirimu; sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu. (Annisa 4:29)
            Untuk selanjutnya silahkan mencontoh bagaimana nabi melaksanakan bisnis. adapaun cara menenangkan diri dari rasa was-was tentunya bisa diatasi dengan wasilah doa dan amalan. Untuk informasi selanjutnya bisa menghubungi kami. Salam.