Senin, 17 Maret 2014

Anak malas belajar




Assalamu'alaikum wr wb.
Ustadz Massar yang terhormat, saya seorang duda yang berprofesi sebagai kontraktor dengan 2 orang putra-putri yang masih SMA. Akhir-akhir ini saya merasa khawatir dengan masa depan mereka, karena mereka sangat malas belajar dan lebih senang menghambur-hamburkan uang untuk belanja atau liburan dengan teman-temannya. Mohon petunjuknya Ustadz, agar putra putri saya menjadi anak yang baik dan berbakti kepada orang tua. Salam.
Dirga – Banten
Waalaikumussalam Wr.Wb.
Bapak Dirga yang baik, pada dasarnya putra putri bapak sedang menginjak masa remaja yang rawan dengan segala pengaruh buruk dari luar. Ditambah keadaan psikisnya yang masih labil sehingga membutuhkan bimbingan ekstra dari orang tuanya supaya tidak terjerumus kepada hal-hal yang tidak diinginkan. Dalam hal ini, usaha batin maupun dzahir harus dilaksanakan sebagai usaha untuk membentuk generasi khoirul ummah. Usaha dzahir tersebut meliputi kebutuhan praktis mereka dalam mendekatkan diri kepada Allah Swt. Hal tersebut meliputi tata cara beribadah dan pembelajaran moral bagi putra putri bapak.
Adapun pendekatan batinnya, merupakan upaya meminta pertolongan Allah Swt dengan doa, adapun doa tersebut diantaranya " robbana hablana min azwajina qurrota a'yunin waj'alna lilmuttaqiina imaama".(wahai Robb kami, karuniakanlah pada kami dan keturunan kami serta istri-istri kami penyejuk mata kami. Jadikanlah pula kami sebagai imam bagi orang-orang yang bertakwa) (QS. Al Furqon:74)
Selain doa di atas, juga doa sebagai beriktut: “Robbi awzi’ni an asykuro ni’matakallati an ‘amta ‘alayya. Wa ‘ala waalidayya wa an a’mala sholihan tardhoh, wa ashlih lii fi dzurriyatiy”(wahai robbku, ilhamkanlah padaku untuk bersyukur atas nikmatmu yang telah Engkau karuniakan padaku juga pada orang tuaku. Dan ilhamkanlah padaku untuk melakukan amal sholeh yang Engkau ridhoi dan perbaikilah keturunanku) (QS. Al Ahqof:15)
Dan doa terakhir adalah doa yang bisa dibaca oleh putra putri bapak yang berbunyi: “Allahumma inni a’udzu bika minal ‘ajzi, wal kasali, wal jubni, wal haromi, wal bukhl. Wa a’udzu bika min ‘adzabil qobri wa min fitnatil mahyaa wal mamaat. Artinya,”Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kelemahan, rasa malas, rasa takut, kejelekan di waktu tua, dan sifat kikir. Dan aku juga berlindung kepada-Mu dari siksa kubur serta bencana kehidupan dan kematian.” (HR. Bukhari no. 6367 dan Muslim no. 2706.)
Selain memanjatkan doa tersebut, putra putri bapak juga bisa melaksanakan Ruqyah Diri untuk menyadarkan diri atas kesalahan- kesalahan yang telah mereka lakukan, sekaligus pelajaran dalam bertaubat dan mendekatkan diri kepada Allah Swt.