Jumat, 26 Juni 2015

Mengatasi Mental Yang Lemah



Konsultasi
Assalamualaikum Wr.Wb.
 Pak Ustadz , beberapa bulan yang lalu sebenarnya mungkin menjadi hari yang membahagiakan bagi putraku karena dia akan segera menikah. Akan tetapi  Tuhan ternyata mempunyai rencana lain, dalam perjalanannya ke tanah air, calon istri anakku mengalami kecelakaan pesawat dan meninggal dunia. Semua rencana dan harapannya pupus sudah, selain kariernya yang berantakan diapun kini harus tinggal di rumah sakit jiwa karena tak kuat menghadapi kenyataan. Apakah anak saya ini perlu dirukyah biar bisa sembuh Ustadz? Saya merasa Segala pengobatan yang kami lakukan seakan tidak ada hasilnya. Terimakasih.
Susan, Tangerang
Wassalamualaikum Wr.Wb.
Melihat permasalahan yang dihadapi anak ibu, pada dasarnya sering menimpa kebanyakan orang yang mempunyai mental lemah. Dalam hal ini dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor yang berperan menimbulkan depresi antara lain tipe kepribadian yang tertutup, tidak adanya dukungan sosial positif yang memadai dari keluarga atau orang terdekatnya, adanya stres emosional berkepanjangan, atau kejadian yang menimbulkan guncangan emosional yang berat, misalnya wafatnya orang yang dikasihi, sebagaimana yang dialami putra ibu.
Kaitannya dengan pengobatan yang sampai saat ini tidak menghasilkan apapun, maka janganlah dinilai negative sehingga putus asa terhadap rahmat Allah Swt. Sesungguhnya tugas umat manusia adalah hanya terus berusaha, adapun hasil dari usaha tersebut terserah kepada-Nya. Yang terpenting adalah keyakinan kita bahwa semua cobaan pasti mendatangkan hikmah dalam kehidupan, oleh karenanya tetaplah bersabar dan tidak putus asa sebagaimana firman Allah Swt yang berbunyi “walaa taiasuu min rahmatillaah”. Ingatlah bahwa Allah Swt selalu bersama orang-orang yang bersabar.
kaitannya dengan permasalahan depresi yang dialami putra ibu, maka ruqyah dapat berperan sebagai penenang dan penguat jiwa. Karena ruqyah sendiri merupakan metode pengobatan dengan memohon pertolongan kepada Allah Swt berdasarkan al Qur’an dan sunnah nabi dan dilanjutkan dengan terapi untuk pengobatan fisik yang dapat menunjang kesembuhan jiwa bagi putra ibu. Dalam hal ini, meminta kesembuhan kepada Allah Swt dengan doa-doa yang dapat memberikan efek batin bagi kamantapan dan ketenangan jiwanya. Yakinlah bahwa Allah Swt akan mengabulkan doa kita. 
Setelah mendapatkan kesembuhan, langkah selanjutnya adalah mendorongnya untuk kembali mencari pasangan hidup. Untuk memudahkannya, dapat dibantu dengan mencari calon pasangan yang sesuai untuknya berdasarkan criteria muslimah sejati. Demikian penjelasan dari kami semoga bermanfaat.

Jumat, 19 Juni 2015

Upaya menemukan pasangan yang cocok




Assalamu’alaikum Wr Wb
                Ustadz Massar yang terhormat, saya seorang gadis yang sudah berumur (menginjak usia 37), karir saya mapan dan cemerlang, yaitu sebagai Manajer Eksekutif di sebuah perusahaan besar. Meskipun demikian, sampai saat ini saya belum menemukan pendamping hidup yang pas. Saya akui, disamping saya terkesan kaku, berwatak keras, saya juga memiliki wajah yang kurang menarik.
                Sampai saat ini berbagai cara telah saya tempuh, akan tetapi kegagalan demi kegagalan datang silih berganti. Mulai dari pacar yang matre sampai yang buaya pernah saya dapatkan. Oleh karena itu, pada kesempatan ini, saya ingin meminta solusi dari Ustadz sebagai upaya untuk menemukan pasangan yang cocok dan sholeh. 
                                                                                                                Lina, Bandung
Wa’alaikumussalam Wr Wb
                Merupakan sebuah fitrah manusia untuk hidup berpasang-pasangan. Sebagaimana firman Allah: Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir”. (Q.S Ar Rum (30): ayat 21).
Maka, yakinlah bahwa jodoh telah diatur oleh Yang Maha Kuasa. Akan tetapi sebagai manusia, kita tetap wajib berikhtiar dalam mencari pasangan. Jika merujuk kepada ajaran Rasul, maka carilah berdasarkan empat kriteria, yaitu karena hartanya, nasabnya, paras, dan yang paling penting dari itu semua adalah agamanya.
Sebagai upaya mewujudkan keinginan baik Anda, maka Anda dapat meminta bantuan berbagai kalangan yang mengetahui (punya relasi) seperti ulama dan ustadz. Disamping itu, tentunya secara pribadi Anda musti introspeksi agar bisa memperbaiki diri. Hal tersebut sesuai dengan al Quran Surat Annur ayat 26: Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki- laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula).
Selanjutnya, sebagai seorang Muslimah, tentunya tidak lepas dari berdo’a kepada Allah Swt. Sebagai usaha untuk meminta jodoh yang baik, maka banyak doa yang terdapat dalam al Quran yang bisa dijadikan wasilah. Adapun alternatif lainnya, Anda bisa melakukan Rukyah Diri untuk menghilangkan energi-energi negatif dan memancarkan aura positif dari diri Anda. Untuk informasi selanjutnya bisa menghubungi kami. Salam.

Selasa, 16 Juni 2015

Mantan Suami Ingin Rujuk.



Konsultasi
 Assalamu’alaikum Wr.Wb.
Ustadz massar yang baik, saya (janda) seorang pengusaha tekstil yang pernah bersuamikan seorang pimpinan salah satu hotel berbintang di Bali. Setelah 5 tahun bercerai dan berpisah, kami dipertemukan lagi dalam sebuah acara di Jakarta. Sejak saat itu, mantan suami saya kembali mengejar-ngejar saya untuk rujuk kembali termasuk memanjakan anakku dengan segala kemewahan. Disatu sisi saya memang masih mencintainya, namun disisi lain saya tidak ingin mengganggu keluarga suami saya yang baru terlebih saya telah ditalak tiga olehnya. Ustadz, bagaimanakah saya harus bersikap menghadapi suami. Saya sangat stress dibuatnya. Terimakasih.
0815577xxxx
Waalaikumussalam Wr.Wb.
Dalam menghadapi permasalahan yang ibu hadapi, maka haruslah mempertimbangkan kemaslahatan dan menghindari kerusakan. Sebagaimana ibu paparkan bahwa suami telah memiliki istri dan keluarga yang dibangun, maka alangkah baiknya jika ibu tidak menghancurkannya. Pada permasalahan ini, yang diinginkan adalah hubungan baik ibu dan mantan suami yang dapat mendatangkan kemaslahatan bagi anak-anak dan kedua belah pihak. Tidak sebaliknya, justru ada yang tersakiti dll.
Apabila telah yakin dengan keputusan ibu, saatnya ibu mencari cara agar suami mengerti dan memahami keadaan. Fikirkanlah secara mendalam tentang kebaikan dan keburukan apabila ibu dan bapak kembali bersatu, terlebih ibu telah di talak 3 yang mensyaratkan ibu menikah dengan orang lain apabila suami ingin kembali. Janganlah terperangkap dalam perasaan sesaat yang justru akan membawa penyesalan di masa depan. Adapun sampai cinta ibu kepada suami telah mengharuskan ibu kembali, maka bicaralah dengan terbuka kepada keluarga baru suami. Sebaliknya jika rasa cinta ibu irrasional, berarti ada sesuatu yang tidak beres dalam diri ibu.
Cobalah memohon bantuan dari berbagai pihak untuk menyelesaikan permasalahan tersebut secara kekeluargaan. Janganlah terburu-buru dalam mengambil keputusan, karena apa yang menjadi tindakan ibu dan keluarga akan menjadi sorotan masyarakat.
Alternatif lain, laksanakanlah ruqyah diri bagi diri ibu maupun suami. Dalam hal ini kami berharap hati ibu dapat terbebas dari hal-hal negative akibat pengaruh dari suami dan sebaliknya, semoga suami dapat menghilangkan niat buruknya kepada ibu sehingga tidak mendatangkan keburukan. Teruslah mendekatkan diri kepada Allah Swt, karena hal tersebut dapat menjadi benteng diri untuk menangkal godaan-godaan syetan. Akhirnya hanya kepada Allah Swt kita berpasrah diri dan memohon petunjuk. Untuk selanjutnya bisa menghubungi kami.

Rabu, 10 Juni 2015

Melunakkan sifat yang keras



Assalamualaikum wr wb. Ustadz Massar Saya mempunyai seorang paman yang tempramental, suka berkata kasar dan tak jarang memukul anak-anaknya hingga lebam. Kebiasaan itu mulai dilakukannya tepat 1 bulan pasca kematian istrinya. Dia selalu berkata bahwa anak-anaknya itu pembawa sial dan menjadi penyebab kematian ibunya. Saya tak tega melihat mereka menangis kesakitan karena selalu menjadi pelampiasan kemarahan ayahnya. Saya takut hal itu dapat berpengaruh terhadap psikis mereka. Jika rukyah dapat menjadi solusi, mohon arahan dam bimbingan untuk melaksanakannya.
Nila . Jakarta
Wa’alaikumussalam wr wb. Ibu Nila yang baik, pada dasarnya trauma yang dialami paman anda lebih diakibatkan karena trauma psikologis. Gangguan pada jiwa yang timbul akibat peristiwa traumatik. Peristiwa tersebut bisa sekali dialami untuk kemudian bertahan dalam jangka lama, atau berulang-ulang dialami oleh penderita. Peristiwa tersebut mengalahkan keadaan batin seseorang untuk mengatasi dan mengintegrasikan ide-ide dan emosinya. Dalam hal ini ada orang yang bisa mengatasi masalah tersebut, namun ada pula yang tidak bisa mengatasi emosi dan ingatan pada peristiwa traumatik yang dialami.
Sebagaimana paman ibu yang melampiaskan traumatiknya kepada anak-anaknya. Dalam hal ini berbeda dengan pada umumnya dimana penderita trauma biasanya menghindari tiap hal yang memicu timbulnya ingatan akan penyebab trauma. meskipun begitu, kelabilan mental yang dialami paman ibu masih sama yaitu apabila melihat pemicu, apapun jenisnya, mereka akan panik, depresi, marah-marah, atau disosiasi.
Secara psikologis, maka cara mengembalikan kesadaran paman ibu adalah dengan membangun kepercayaan dengan orang lain, belajar mengatur emosi dan terapi proses yang berhubungan dengan kenangan dan perasaan.
Selain pendekatan psikologis di atas, maka dapat juga didekati dengan pendekatan spitritual. Kaitannya dengan penyembuhan psikis, maka spiritual dapat menentukan kesadaran jiwa yang stabil dan konsisten. Seseorang yang percaya kepada Tuhannya akan menemukan kedamaian dan mendapatkan petunjuk dari apa yang harus dikerjakannya. Sebagaimana dalam Al Quran disebutkan “hanya dengan dzikirlah hati dapat menjadi tenang”.
Usaha batin sebagaimana diatas dapat dilaksanakan dengan menggunakan metode ruqyah dengan wasilah doa. Dengan pendekatan ini, diharapkan paman ibu akan menemukan kembali sifat-sifat positif dari kesadaran yang telah lahir karena bersihnya hati. Salam.