Assalamualaikum Wr.Wb.
Ustadz, saya duda, seorang pengusaha dengan dua
putra. Istri saya meninggal 6 tahun lalu karena kanker payudara. Saat ini saya
sedang dekat dengan seorang janda kembang yang bekerja sebagai manager
marketing diperusahaan tempat dia bekerja. Namun, hubungan kami ternyata kurang
mendapat sambutan baik dari anak-anak dan ibu saya. Saya bingung ustadz, saya
sudah terlanjur mencintainya, akan tetapi saya juga tidak ingin mengecewakan
keluarga. Apa yang harus saya lakukan, Ustadz?
Leo, Bandung
Waalaikumusssalam wr.wb.
Bapak Leo yang dirahmati Allah, untuk mengurai
permasalahan yang sedang bapak hadapi, maka dibutuhkan kesabaran dan ketenangan
batin serta kejernihan fikiran. Janganlah mengedepankan emosi yang justru akan
mempengaruhi objektifitas penilaian bagi calon pasangan maupun orang tua dan
anak.
Langkah pertama yang dapat dilakukan adalah
mengetahui terlebih dahulu keberatan-keberatan dari kedua belah pihak. Cobalah
untuk mendekati orang tua dan anak serta menanyakan sebab mereka keberatan
menerima calon istri bapak. Sebaliknya, cobalah menanyakan kesungguhan
calon istri bapak dalam menerima keberatan dari orang tua maupun anak.
Ukurlah sejauh mana kesiapannya dalam menerima kelebihan dan kekurangan
keluarga, karena pada sesungguhnya pernikahan tidaklah hanya menyatukan dua
hati akan tetapi dua keluarga yang berbeda.
Selanjutnya ukurlah prioritas kemaslahatan dan
kebaikan yang ada pada pertimbangan kedua belah pihak, cobalah pertemukan
semuanya agar permasalahan menjadi jernih. Selanjutnya laksanakan shalat
istikhoroh sebagai upaya memohon petunjuk kepada Allah Swt. Apabila telah
mendapatkan keyakinan, maka saat nya menyiapkan dan melaksanakan usaha-usaha
yang dapat menyatukan keinginan kedua belah pihak, sebagai contoh meminta
bantuan pihak-pihak lain yang dapat menjadi mediator.
Selain usaha dzahir, sebagai bagian dari upaya
mempersatukan hati kedua hati yang sedang bertikai, maka dapat dilaksanakan Ruqyah
Diri. Hal tersebut tidak lepas dari upaya membersihan hati mereka dari
berbagai penyakit hati, sebagaimana iri dengki, hasut ,sombong dan egois.
Semoga atas izin Allah Swt keduanya mendapatkan petunjuk dari Allah Swt,
sehingga apabila pada diri ibu dan anak bapak terdapat keburukan, maka dapat
dibersihkan begitu juga dengan calon istri bapak.
Akhirnya hanya kepada Allah Swt kita berpasrah
diri dan memohon pertolongan. Oleh karenanya kami mengharapkan, apapun yang
terjadi, jagalah silaturahim untuk kedua belah pihak, sehingga tidak
meninggalkan hal-hal yang negative karena adanya sebuah hubungan yang
terganggu.