Tanya:
Assalamualaikum Wr.Wb.
Ustadz massar, saya sangat prihatin dengan
kondisi kakak ipar saya. Dia sering merasa kewalahan menghadapi kenakalan
anaknya yang seakan semakin menyebar ditubuhnya. Kakakku memang tergolong pengusaha sukses dan
tak segan-segan
memanjakan anak semata wayangnya itu. Akan tetapi
sikapnya yang demikian justru membuat sang anak menjadi tak terkendali. Baru-baru ini kami mendapat kabar
jika anaknya itu suka bermain judi dan minum-minuman keras. Saya jadi
berpikir, Bagaimana jika
keponakan saya ini diruqyah
saja ustadz? Mohon penjelasannya.
Dini, Jakarta
Jawab:
Waalaikumussalam Wr.Wb.
Ibu Dini yang dirahmati Allah, sebelumnya perlu
ibu ketahui bahwa kewajiban orang tua adalah mendidik dan mengarahkan anaknya
ke jalan yang benar. Terlebih
kaitannya dengan akhlak
anak yang dapat membawa orang tua kepada surga atau neraka. Karena membesarkan anak
bukan semata dengan memenuhi berbagai keinginannya. Lebih dari itu diharapkan seorang anak untuk dibekali dengan ilmu-ilmu agama, karena
didalamnya mengandung ajaran-ajaran yang dapat mengarahkannya ke jalan yang
benar termasuk bagaimana menanamkan pemahaman agama sejak dini, sehingga
anak bisa mengenal Tuhannya, Nabinya, dan memiliki akhlak mulia. Dalam hal ini Termasuk mengetahui keharaman judi dan minum minuman keras.
Hal tersebut sebagaimana dalam al Qur’an
dikatakan “ Ya ayyuhal ladzina amanu innamal khomru wal maisiru wal anshobu
wal azlamu rijsum min 'amalisy syaithon fajtanibuhu la'al-lakum tuflihun” yang
artinya Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya meminum khomar,
berjudi,(berkorban untuk) berhala mengundi nasib adalah perbuatan keji,
termasuk perbuatan setan, Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu
mendapat keberuntungan. (QS. Al Ma-idah ayat 090)
Sekedar informasi bahwa hawa nafsu, meskipun itu
terhadap anak yang sedang berkembang, pada dasarnya akan terus menempel jika
tidak segera dicegah. Sebagaimana
kemanjaan seorang anak,
apabila diteruskan maka akan mendatangkan kemadharatan, terkecuali apabila diarahkan ke jalan
yang baik. Sebagaimana pepatah mengatakan Nafsu itu bagaikan anak kecil, jika
dibiarkan menyusu terus ia akan terbiasa terus menyusu, namun jika engkau
pisahkan, ia akan bebas. Oleh karenanya, cobalah memberinya peringatan/hukuman
yang tidak membuatnya trauma, akan tetapi yang menjerakan dan memberinya
pendidikan.
Adapun
kaitannya dengan ruqyah, maka hal itu sangatlah
dianjurkan. Karena ruqyah sendiri mengandung doa-doa yang intinya memohon
kepada Allah Swt agar keponakan ibu segera diberi
kesembuhan lahir maupun batin. Dalam hal ini peran aktif orangtua dan
orang-orang terdekatnya tetap
dibutuhkan agar anak mendapatkan tempat sandaran dalam melakukan perbaikan
diri. Jadikanlah
al Qur’an dan sunnah Rasul-Nya sebagai pedoman dalam menjalani hidup.