Senin, 27 April 2015

Mengatasi Anak gila judi



Tanya:
Assalamualaikum Wr.Wb.
Ustadz massar, saya sangat prihatin dengan kondisi kakak ipar saya. Dia sering merasa kewalahan menghadapi kenakalan anaknya yang seakan semakin menyebar ditubuhnya. Kakakku memang tergolong pengusaha sukses dan tak segan-segan memanjakan anak semata wayangnya itu. Akan tetapi sikapnya yang demikian justru membuat sang anak menjadi tak terkendali. Baru-baru ini kami mendapat kabar jika anaknya itu suka bermain judi dan minum-minuman keras. Saya jadi berpikir, Bagaimana jika keponakan saya ini diruqyah saja ustadz? Mohon penjelasannya.
Dini, Jakarta
Jawab:
Waalaikumussalam Wr.Wb.
Ibu Dini yang dirahmati Allah, sebelumnya perlu ibu ketahui bahwa kewajiban orang tua adalah mendidik dan mengarahkan anaknya ke jalan yang benar. Terlebih kaitannya dengan akhlak anak yang dapat membawa orang tua kepada surga atau neraka. Karena membesarkan anak bukan semata dengan memenuhi berbagai keinginannya. Lebih dari itu diharapkan seorang anak untuk dibekali dengan ilmu-ilmu agama, karena didalamnya mengandung ajaran-ajaran yang dapat mengarahkannya ke jalan yang benar termasuk bagaimana menanamkan pemahaman agama sejak dini, sehingga anak bisa mengenal Tuhannya, Nabinya, dan memiliki akhlak mulia. Dalam hal ini Termasuk  mengetahui keharaman judi dan minum minuman keras.
Hal tersebut sebagaimana dalam al Qur’an dikatakan “ Ya ayyuhal ladzina amanu innamal khomru wal maisiru wal anshobu wal azlamu rijsum min 'amalisy syaithon fajtanibuhu la'al-lakum tuflihun” yang artinya Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya meminum khomar, berjudi,(berkorban untuk) berhala mengundi nasib adalah perbuatan keji, termasuk perbuatan setan, Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan. (QS. Al Ma-idah ayat 090)
Sekedar informasi bahwa hawa nafsu, meskipun itu terhadap anak yang sedang berkembang, pada dasarnya akan terus menempel jika tidak segera dicegah. Sebagaimana kemanjaan seorang anak, apabila diteruskan maka akan mendatangkan kemadharatan, terkecuali apabila diarahkan ke jalan yang baik. Sebagaimana pepatah mengatakan Nafsu itu bagaikan anak kecil, jika dibiarkan menyusu terus ia akan terbiasa terus menyusu, namun jika engkau pisahkan, ia akan bebas. Oleh karenanya, cobalah memberinya peringatan/hukuman yang tidak membuatnya trauma, akan tetapi yang menjerakan dan memberinya pendidikan.
Adapun kaitannya dengan ruqyah, maka hal itu sangatlah dianjurkan. Karena ruqyah sendiri mengandung doa-doa yang intinya memohon kepada Allah Swt agar keponakan ibu segera diberi kesembuhan lahir maupun batin. Dalam hal ini peran aktif orangtua dan orang-orang terdekatnya tetap dibutuhkan agar anak mendapatkan tempat sandaran dalam melakukan perbaikan diri.  Jadikanlah al Qur’an dan sunnah Rasul-Nya sebagai pedoman dalam menjalani hidup. 




Jumat, 24 April 2015

Ruqyah Solusi Penyakit Jiwa



Assalamu’alaikum wr wb.
 Ustadz, saya PNS diinstansi pemerintahan yang juga memiliki usaha kuliner, baru-baru ini Istri saya terjerat hutang sampai ratusan juta pada seorang rentenir tanpa sepengetahuan saya. Saya baru mengetahuinya setelah salah seorang kerabat menegur saya karena seringnya istriku meminjam uang kepadanya. Saya malu ustadz karena dianggap tidak bisa menafkahi istri sehingga dia harus berhutang padahal saya selalu memenuhi dan menuruti keinginannya. Bisakah watak dan sifat istri saya di sembuhkan dengan ruqyah ustadz?
Rendy perdana - Tasikmalaya

Wa’alaikumussalam Wr Wb.
Bapak Rendy yang baik, sebelumnya perlu bapak ketahui bahwa sifat seseorang banyak dipengaruhi beberapa factor baik eksternal maupun internal. Faktor eksternal meliputi kondisi lingkungan dan keadaan. Oleh karenanya, selidiki terlebih dahulu alasan istri melakukan hal tersebut. Janganlah terburu-buru untuk menjudge istri sebagai orang yang tidak baik. Adapun factor internal lebih kepada watak bawaan atau ketidak puasan batin atas apa yang dimilikinya saat ini. Apabila itu yang terjadi, maka saatnya bapak untuk intropeksi diri, karena sikapnya saat ini bisa jadi factor internal yang disebabkan oleh bapak.
Sebagai seorang muslim, maka mengandalkan pertolongan Allah Swt adalah sebuah keniscayaan. Terlebih permasalahan yang sedang bapak hadapi adalah masalah hati yang tidak seorangpun mempunyai kuasa atasnya kecuali ketentuan Allah Swt. Oleh karenanya perbanyaklah membaca doa sebagai berikut:
 “Rabbanâ hab lanâ min azwâjinâ wa dzurriyyatinâ qurrata a’yunin waj’alnâ lil muttaqîna imâman. Artinya:“Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami istri-istri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa.”
Janganlah bapak berputus asa untuk selalu membimbing istri, karena bapak mempunyai tanggung jawab untuk itu. Sebagaimana firman Allah Swt yang berbunyi “Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan. (QS. At-Tahrim: 6).
Selain upaya di atas, bapak juga dapat melaksanakan ruqyah diri untuk istri bapak dengan menggunakan metode pengobatan jiwa yang berlandasakan doa dan terapi psikologis guna membersihkan hati istri dan mengisinya dengan kesadaran akan jalan yang lurus. Tetaplah menjaga hubungan yang baik dengan istri dan jadilah pribadi yang baik, karena seorang istri akan melihat suami sebagai imam yang harus diikuti. Salam.

Kamis, 23 April 2015

Kecewa Dengan Pasangan



Assalamu’alaikumWr.Wb.
Ustadz yang saya hormati, aku terlahir dikeluarga militer yang kaya. Dari awal saya menikah dengan istri, saya hanya punya niat memanfaatkan dia saja karena kondisi saya (dijodohkan). Tetapi setelah 4 tahun menikah, saya mulai mencintainya. Namun kesungguhan cinta saya ini ternyata dibalas dengan pengkhianatan. Istri saya berselingkuh dengan mantannya dan sampai saat ini saya tidak dapat melupakan kelakuannya. Malahan, akhir-akhir ini saya sering melakukan hal-hal yang dulunya tidak pernah saya lakukan, hanya untuk memuaskan perasaan saya. Apakah saya mengalami suatu kelainan  Ustadz dan bagaimana sebaiknya menghadapi masalah ini?
Wa’alaikumussalam Wr Wb.
Bapak yang baik, suatu hal yang manusiawi apabila kita tersakiti maka akan melampiaskannya kepada hal yang membuat kita senang (hal negatif). Akan tetapi, sebagai manusia yang berakal dan bermoral, maka mengerjakan perbuatan yang tercela tidak akan dilakukan sebagai pelampiasan, sebaliknya justru melampiaskannya kepada hal-hal yang positif. Dalam hal ini, kami mengharapkan agar bapak tabah, sabar dan tenang menghadapi permasalahan yang sedang dihadapi, sehingga mendapatkan jalan keluar atas dasar akal sehat.
Kaitannya dengan keadaan istri bapak, maka bercerminlah terlebih dahulu kepada diri sendiri. Apakah bapak telah menjadi pribadi yang baik dengan memberikan perhatian dan cinta kepada istri bapak seutuhnya atau bermusyawarah untuk membicarakan permasalahan yang dirasakan masing-masing secara terbuka dan penuh kehangatan. Apabila belum dilaksanakan, maka hal tersebut harus dilakukan agar kesalahfahaman tidak berlanjut lebih jauh. Diharapkan kejujuran dari kedua belah pihak, untuk saling memahami masing-masing dengan tidak mengedepankan ego pribadi.
Bertaubatlah kepada Allah Swt dengan sebenar benarnya taubat. Sebagaimana firman Allah Swt, setiap orang pasti melakukan kesalahan, maka sebaik-baiknya orang yang melakukan kesalahan adalah yang memperbaiki diri. Yang lalu biarlah berlalu, jadikanlah pelajaran dari apa yang telah terjadi. Pertimbangkanlah secara jauh akan tindakan yang akan dilakukan. Selama masih bisa diperbaiki alangkah baiknya jika menempuh cara-cara bijak dalam menyelesaikannya. Karena pernikahan sendiri tidaklah hanya sebatas menyatukan dua hati yang berbeda, lebih dari itu menyatukan dua keluarga menjadi satu.
Mintalah pertolongan Allah Swt dengan memperbanyak berdoa agar hati istri bapak tidak berpaling dan menjadi pribadi setia serta mencintai bapak dengan sepenuh hati. Laksanakanlah ruqyah diri bagi bapak dan juga istri, sebagai upaya pembersihan hati yang kotor dan tertutup oleh debu-debu dosa yang mengotori. Darinya diharapkan memancar aura positif yang dapat mendatangkan kebaikan dan kemaslahatan untuk semuanya.

Senin, 20 April 2015

Gundah Belum Bertemu Jodoh



Assalamualaikum Wr.Wb.
Saya seorang eksekutif muda dan juga aktifis sebuah organisasi. Dulu keluarga saya pernah dihina karena miskin, untuk itu saya berambisi ingin menjadi orang sukses dan bisa dihargai masyarakat. Untuk itu saya selalu bekerja keras untuk mewujudkannya termasuk mengesampingkan urusan wanita yang menurut saya bisa menghambat semuanya. Entah mengapa, setelah semuanya tercapai hati ini justru terasa sepi dan hambar. Ustadz, apa yang harus saya lakukan?  usia saya sdh termasuk tua dan ingin segera menemukan pendamping hidup. Mohon saran dan solusi dari ustad. Terima kasih.
Beni, medan
Waalaikumussalam Wr.Wb.
Pertama-tama perlu bapak renungi ayat sebagai berikut: “Dan diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir. (Q.S. Ar-Rum [30]: 21)
Manusia itu pada dasarnya sama dimata Allah Swt kecuali dilihat dari ketaqwaannya sebagaimana kematian, rejeki, dan jodoh adalah rahasia Allah swt yang tidak dapat kita duga kedatangannya. Oleh karenanya bangkitlah untuk meraih keridlaan Allah Swt dengan melupakan masa lalu keluarga maupun diri sendiri yang kelam. Jadikanlah pelajaran untuk bermuhasabah dan tidak sebaliknya terus terlarut dalam trauma dan prasangka. Pikirkanlah dengan tenang dan jernih semua permasalahan serta terus memohon pertolongan-Nya, insya Allah jalan akan terbuka dengan sendirinya.
Dilihat dari pemaparan di atas, maka jelas bahwa kunci keluar dari semua permasalahan adalah bertaqwa kepada Allah Swt. Dengan keyakinan tersebut anda akan siap menghadapi segala tantangan hidup. Dalam hal ini merasa lebih lega dan siap serta berani untuk memilih pasangan, menerima segala resiko dan konsekuensinya, karena anda sudah tidak bergantung kepada siapapun kecuali kepada Allah Swt.
Percayalah bahwa pasangan yang baik adalah untuk orang yang baik, oleh karenanya perlu ada perhatian khusus terhadap diri anda. Apabila sampai saat ini ibu masih sering melakukan dosa dan kesalahan maka segeralah bertaubat. Awalilah dengan menghentikan kebiasan-kebiasan buruk yang tidak terasa, sebagaimana berprasangka buruk atau menyimpan dendam terhadap seseorang.
Dalam melaksanakan hal-hal tersebut di atas tentunya tidak semudah membolak-balik telapak tangan. Oleh karenanya sebagai upaya untuk mendekatkan diri kepada Allah Swt, anda dapat melaksanakan ruqyah diri, dalam rangka membersihkan diri dan mempermudah terkabulnya seluruh hajat kita serta melindungi dari mara bahaya, kejahatan, iri dengki  terhadap diri maupun keluarga. Demikian semoga bermanfaat.