Selasa, 31 Maret 2015

Konsultasi Ruqyah


      1.    Agar Usaha Stabil
Assalamu’alaikum wr. wb. Ustad saya punya adik yang punya usaha kecil-kecilan di rumah tapi modal selalu habis sampai warungnya tutup, ditambah modal sebentar sudah habis lagi, bagaimana caranya agar warung adik saya bisa buka terus dan modal tidak selalu habis ?terima kasih sebelumnya. Wassalam.
Tri- Rembang (087833423xxx)

Jawab :

Wa’alaikumussalam wr. wb.

 Ibu Tri yang terhormat, masalah usaha sesungguhnya tidak hanya persoalan modal saja. Kreatifitas dan inovasi juga perlu diperhatikan. Oleh karena itu, adik Anda mesti belajar kepada mereka yang telah berhasil.
Adapun ruqyah sendiri merupakan wasilah sebagai sarana meminta pertolongan kepada Allah Swt. Salah satunya dalam hal memperlancar rizki. kaitannya dengan hal tersebut, permasalahan adik ibu termasuk yang dapat diruqyah supaya dijauhkan dari kesialan dan keburukan dari diri adik ibu sendiri ataupun dari orang lain. Sehingga apabila sudah bersih, diharapkan usaha adik ibu memancarkan aura positif, laris dan berkah. Salam.


           2.      Menyembuhkan penyakit kejiwaan

Assalamu’alaikum wr.wb. Ustad Massar, saya ingin bertanya, saya termasuk orang yang gampang sekali emosional, apakah dengan rukyah bisa menyembuhkan penyakit emosional saya? Terima kasih Ustad.
087865352690

Jawab:
Wa’alaikumussalam wr. wb.

Ruqyah bisa sebagai wasilah dalam mengobati penyakit kejiwaan. Khususnya untuk menghilangkan sifat-sifat jelek seseorang, termasuk suka marah (emosional) sebagaimana yang Anda rasakan. Dalam hal ini, rukyah diri bisa Anda laksanakan di tempat kami.
Sebelumnya, perlu Anda ketahui bahwa marah merupakan perbuatan yang dilarang oleh Allah. Sebagaimana dalam hadits diterangkan bahwa “Abu Hurairah ra. menerangkan bahwa ada seorang laki-laki berkata kepada Nabi SAW: “Berilah aku wasiat”. Beliau Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda “Laa Taghdhab” (Janganlah marah). Lalu ia minta wasiat lagi sampai beberapa kali. Beliau Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda : “Laa Taghdhab” (Janganlah marah). [H.R Imam Bukhari].


Selasa, 24 Maret 2015

Anak Sering Menunda Sholat dan Mengaji



Assalamualaikum Ustadz, Saya seorang anggota Dewan dan mempunyai seorang putri yang sudah berumur 14 tahun namun sangat sulit sekali jika disuruh untuk melaksanakan sholat apa lagi mengaji. Setiap hari kami(orangtua) masih harus selalu mengingatkannya, itu saja masih ditunda-tunda pelaksanaannya, dia lebih asyik dengan gadgetnya. Sebagai orang tua, kami berharap diusianya yang mulai menginjak remaja dia sudah mulai mandiri dan disiplin dalam melaksanakan tanggung jawabnya sebagai seorang muslimah. Apa yang harus kami lakukan pak ustadz? Wassalam.
RM, Kudus

Wa’alaikumussalam wr.wb,
Ibu RM yang baik, anak adalah amanat sekaligus anugerah dan titipan Allah swt, oleh karenanya perlakukanlah seorang anak sebagai individu yang memiliki hak yang sama seperti orang dewasa lainnya, janganlah memaksakan anak untuk selalu mengikuti apa yang diinginkan orang tuanya. Oleh karena itu semua, maka dapat menjadi PR bagi para orang tua untuk mendekati anak dengan cara progresif.
Melihat keadaan putri ibu yang terpengaruh dengan perkembangan teknologi, maka cobalah adakan pendekatan dengan teknologi juga, sebagai contoh mengisi aplikasi gadgetnya dengan pengetahuan agama atau aplikasi islami lainnya yang menarik. Selanjutnya ajari putri ibu dengan keteladanan, hal tersebut tidak lepas dari pandangan bahwa kita tidak bisa memaksa anak untuk menggosok gigi setiap menjelang tidur kalau kita sendiri sebagai orang tuanya tidak pernah melakukan hal itu. Ajaklah anak untuk melakukan shalat lima waktu dengan memberi contoh melaksanakan shalat berjamaah, begitupun dengan kejujuran dan akhlak yang baik.
Selanjutnya perlakukanlah anak secara positif, yaitu jangan pernah mengatakan sesuatu yang negatif terhadap anak kita misalnya. Dalam hal ini perkataan orang tua adalah doa, berusahalah untuk menghargai anak secara positif, puji dan beri penghargaan (reward) terhadap anak apabila anak kita melakukan hal-hal yang baik karena hal ini akan menimbulkan dampak positif bagi pertumbuhan dan perkembangan anak.
Selain bimbingan dan arahan langsung kepada sang buah hati, hal penting lainnya adalah menjaga kesucian diri orang tua, yaitu dengan menjauhkan diri dari dosa dan memakan harta yang subhat apalagi haram. Hal tersebut tidak lepas dari harta yang diberikan orang tua sangat berpengaruh terhadap perkembangan seorang anak.
 Setelah itu, laksanakanlah pendekatan batin dengan selalu mendoakan kebaikan bagi mereka, Rukyah Diri bagi putri ibu juga dapat menjadi wasilah agar hati  putri ibu dibersihkan dari kotoran, sehingga mudah menerima arahan serta bimbingan dari ibu dan suami. Salam.

Menghadapi Teror atau Ancaman



KONSULTASI
Assalamu’alaikum Wr Wb.
Ustadz Massar yang terhormat, pamanku seorang petinggi negara. akhir-akhir ini keluarganya sering ditimpa musibah silih berganti, bermula dari istrinya yang sering sakit sampai anaknya yang mengalami gangguan jiwa, mereka sering mengeluh kapalanya seperti ditusuk-tusuk. Namun setelah didiagnosa tidak ditemukan penyakit apapun.
  Usut punya usut, ternyata semua kejadian tersebut berasal dari mantan istri kedua paman yang tidak terima karena diceraikan oleh Paman. Asumsi Saya dia ingin keluarga paman hancur, sehingga berbagai cara ia tempuh untuk mencapai keinginannya tersebut. Bagaimana ini Ustadz, Saya kasihan dimasa tuanya paman harus menerima cobaan seperti itu.
Hamdani – Jakarta
Wa’alaikumussalam wr.wb.
Saudara Hamdani yang baik, apa yang terjadi pada paman saudara identik dengan terkena guna-guna dari orang yang iri dengki terhadap paman saudara dan keluarganya. Sebagai upaya menyembuhkannya, maka usaha dzahir maupun batin harus dilaksanakan. Usaha dzahir meliputi penyelesaian masalah dengan mantan istri paman saudara dan keluarganya. Dalam hal ini keluarga kedua belah pihak menjadi sangat penting, karena dendam pribadi biasanya melibatkan orang terdekat termasuk keluarga. Dalam hal ini penyelesaian bisa melalui musyawarah antar keluarga atau dengan mendatangkan pihak lain sebagai mediator perdamaian.  
Sedangkan upaya batin tidak lepas dari meminta pertolongan Allah Swt dalam rangka menanggulangi sekaligus menghilangkan gangguan ghaib. Mengingat musibah yang menimpa paman saudara telah terlanjur jauh, dibutuhkan penanggulangan secara cepat dan tepat, oleh karenanya diharapkan dapat dilaksanakan ruqyah diri bagi paman Anda dan keluarga sesegara mungkin.
Selanjutnya, sebagai upaya membentengi paman Anda dan keluarganya paska peristiwa tersebut, diharapkan paman dan keluarganya istiqomah dalam mengerjakan amalan ibadah yang sifatnya amaliyah maupun dzikir dan doa, meliputi dzikir sunnah setelah selesai shalat fardlu dan dzikir untuk menghindarkan diri dan keluarga dari ancaman gangguan sihir dan lainnya, yaitu dzikir berupa bacaan yang diambil dari al Quran, sebagai contoh ayat kursi dan ayat-ayat mua’idzat (al Ikhlas, al Falaq, an Nas). Jika hal sebagaimana telah disebutkan istiqamah dikejakan, insya Allah atas izinnya tidak hanya gangguan negatif yang tidak bisa mendekat, lebih itu kebarokahan akan senantiasa menyertainya. Demikian,semoga bermanfaat.

Jumat, 20 Maret 2015

Istri selingkuh dengan atasan.

Tanya:
Assalamualaikum Wr.Wb.
Ustadz, saya (PNS) sedang bingung dan sedih menghadapi kenyataan ini, sebenarnya sudah lama saya mendengar desas desus bahwa istri saya selingkuh, tapi semuanya saya tepis karena saya percaya dan yakin dia tidak akan melakukannya terlebih kami baru saja dikaruniai putra yang sudah lama kami nantikan. Namun, sebuah pemandangan yang tidak semestinya terjadi telah membuka pikiran saya akan semua berita itu. Dengan mesranya istriku dinner bersama atasannya di restoran bergengsi di Jakarta. Pak Ustadz,Saat ini rumah tangga saya sedang diujung tanduk. Bagaimana saya harus menyikapi masalah saya yang pelik ini ? Terimakasih.
Hamba Allah, Jakarta
Jawab:
Waalaikumussalam Wr.Wb.
Bapak yang baik, semoga bapak diberi kesabaran dalam menghadapi cobaan tersebut. Tetaplah tenang dan berfikirlah jernih untuk mencapai kemaslahatan dalam berumah tangga. Terlebih bapak telah dikaruniai seorang anak, maka mempertimbangkan masa depannya adalah suatu keniscayaan. Yakinlah bahwa Allah Swt akan memberikan jalan keluar bagi bapak apabila bapak berniat tulus mempertahankan mahligai rumah tangga, mengingat perceraian adalah salah satu perbuatan yang dibenci Allah Swt.
Menyikapi masalah istri yang melakukan perselingkuhan, maka sudah saatnya bapak menjalankan peran sebagai kepala keluarga sekaligus imam bagi istri, yaitu memperingatkannya dan memberikannya arahan agar kembali ke jalan yang benar. Komunikasikanlah permasalahan yang dihadapi agar didapatkan jalan keluar yang dapat disepakati bersama. Apabila tidak memungkinkan, maka bapak dapat mendatangkan pihak ketiga sebagai penengah dan pemberi pertimbangan yang netral. Selanjutnya cobalah masing-masing mengintrospeksi diri sehingga jelaslah apa yang harus diperbaiki dalam membina rumah tangga.
Apabila berbagai upaya dzahir telah dilakukan, maka selanjutnya bapak dapat melaksanakan upaya batin berupa ruqyah diri bagi istri bapak. Dalam hal ini sebagai cara memohon pertolongan Allah Swt agar istri bapak diberi petunjuk dan hatinya dibersihkan dari kotoran-kotoran akibat mengikuti hawa nafsu yang selama ini menjerumuskannya kepada jurang dosa dan kemaksiatan.
Perbanyaklah berdoa dengan doa sebagai berikut “rabbanaa hablanaa min  azwaajinaa wadzurriyaatinaa qurrataa a’yunin, wajalnaa lilmuttaqiina imaama”. Semoga keluarga bapak menjadi keluarga yang sakinah mawaddah warahmah. Demikian penjelasan dari kami , semoga bermanfaat.

Selasa, 17 Maret 2015

Suami Dominan Bisakah Di Ruqyah



Assalamu’alaikum wr wb
Ustadz, Setelah 2 tahun usia perkawinan, saya merasa  suami selalu memaksakan kehendaknya dan mengharuskan saya menuruti apapun kemauannya termasuk pengambilan keputusan dalam rumah tangga saya tidak pernah di beri kesempatan untuk menentukan  apapun.  Saya sudah tidak tahan menghadapi sikap suami, saya ingin mengajukan cerai tetapi ditentang oleh kedua orang tua saya dan juga mertua. Apa yang harus saya lakukan ustadz? mohon solusinya.

Veronika- Jawa Barat

Wa’alaikumussalam wr wb,
Sebelum membahas lebih jauh, terlebih dahulu perlu ibu ketahui,  bahwa sebagaimana dalam hadis dikatakan “Wanita mana saja yang meminta kepada suaminya untuk dicerai tanpa kondisi mendesak maka haram baginya bau surga" (HR Abu Dawud no 1928, At-Thirmidzi dan Ibnu Maajah, dan dishahihkan oleh Syaikh Albani). Hadis Lain, Para wanita yang khulu' dari suaminya dan melepaskan dirinya dari suaminya, mereka itulah para wanita munafiq (Dishahihkan oleh Al-Albani dalam As-Shahihah no 632). Dari hadis di atas telah jelas bahwa apabila seorang wanita meminta cerai suami dengan tidak disertai alasan yang kuat adalah tidak baik.
Meskipun begitu, berdasarkan hukum  islam, khulu diperbolehkan berdasarkan pada riwayat hadis yang  dikatakan, Dalam riwayat dikatakan  Dari Hajjaj dari 'Amr bin Syu'aib dari ayahnya dan dari kakeknya berkata,  Dahulu Habibah binti Sahl adalah istri Tsaabit bin Qois bin Syammaas. Dan Tsaabit adalah seorang lelaki buruk dan pendek, maka Habibah berkata, "Wahai Rasulullah, demi Allah, kalau bukan karena takut kepada Allah maka jika ia masuk menemuiku maka aku akan meludahi wajahnya". (HR Ibnu Maajah no 2057 dan didho'ifkan oleh Syaikh Al-Albani). Dari kedua riwayat ini dapat diambil kesimpulan bahwa  khulu menjadi boleh dilakukan apabila seorang wanita takut kufur kepada Allah Swt.
Kaitannya dengan permasalahan yang ibu hadapi, maka terlebih dahulu ibu diharapkan untuk merenungi  tindakan suami. Apakah memang sifat suami memadharatkan bagi kehidupan agama dan keluarga ibu, ataukah tidak?. Cobalah saling mengerti dan memberi nasihat yang baik agar terjadi saling pengertian.  Mintalah pihak yang dapat mendamaikan dan memberi jalan keluar sebagai upaya mencari solusi yang solutif.
Selanjutnya perbanyaklah berdoa  memohon kepada Allah Swt agar suami mendapatkan hidayah dan petunjuk dari-Nya. Sebagai upaya menguatkan doa dalam rangka mencapai tujuan, maka ibu bisa melaksanakan ruqyah diri bagi suami, sebagai upaya memohon pertolongan Allah Swt agar suami berperangai baik dan dapat menyayangi ibu sesuai dengan perintah Allah Swt dan rasul-Nya dalam membangun sebuah keluarga yang sakinah mawaddah warahmah.