Kamis, 25 September 2014

Kanker Bisakah diruqyah?



Assalamu’alaikum Wr Wb.
            Ustadz Massar yang terhormat, saya seorang desaigner yang juga memiliki butik sedangkan suami seorang Genderal Manager diperusahaan orangtuanya. Saya ingin menanyakan sesuatu kaitannya dengan penyakit kanker, Apakah metode ruqyah dapat digunakan untuk terapi kanker? Terus terang pertanyaan ini ada kaitannya dengan kondisi anak saya (5 th) yang saat ini menderita kanker otak stadium awal. Saat ini dia juga masih mengikuti terapi terkait penyakitnya.  mohon penjelasannya. Wassalam.
Hamba Allah, Jakarta
Wassalamu’alaikum Wr Wb.
            Hamba Allah yang baik, jika kita  percaya kepada Allah Swt, maka baginya tidak ada yang tidak mungkin. Sebagaimana telah difirmankan dalam al Qur’an, “kun fayakun”, yaitu apabila Allah Swt berkehendak maka terjadilah apa yang dikehendakinya. Kaitannya dengan hal tersebut, ruqyah sebagai bagian dari metode penyembuhan melalui doa, pada dasarnya meminta kepada Allah Swt untuk mengabulkan hajat yang kita inginkan, dalam hal ini adalah kesembuhan suatu penyakit.
            Selanjutnya perlu ibu ketahui, bahwa sebagai seorang muslim, seyogyanya usaha yang dilakukan adalah dzahir maupun batin secara sekaligus. Sebagaimana difirmankan dalam al Qur’an yang berbunyi “Wabtaghi fima ataka llah Dar al Akhirah, wala tansa nasibaka minaddunya”  yang intiya bahwa kejarlah urusan akhirat, akan tetapi jangan lupa nasib kita di dunia. Selanjutnya pada ayat, “innallaha la yughayyiru ma biqaumin hatta yughayyiru ma bian’fusihim” yang intinya, Allah tidak akan merubah suatu kaum, sampai mereka merubah dirinya sendiri.
            Penjelasan di atas memberikan gambaran , bahwa ruqyah dapat menjadi bagian dari usaha penyembuhan kanker. Dalam hal ini, kekuatan doa yang tanpa batas, serta efek positif dari doa yang dapat meningkatkan imunitas diharapkan dapat membantu terapi yang dilakukan oleh penderita. Sampai saat ini, banyak orang yang berobat dengan tidak efisien, yaitu mencoba berbagai cara yang belum jelas dan terjamin khasiatnya. Meskipun kanker otak merupakan penyakit yang ganas, sampai saat ini sudah banyak pasien yang mendapatkan kesehatannya kembali. Kaitannya dengan hal tersebut, terbukalah kepada keluarga, selain meringankan beban sudah selayaknya sebagai sesama muslim saling tolong menolong dan membantu satu sama lain, terlebih dengan keluarga.
            Selanjutnya yang terpenting adalah keyakinan kita kepada Allah Swt, bahwa seluruh penyakit pasti ada obatnya (dapat disembuhkan), oleh karenanya teruslah berusaha dzahir dan batin sebagai upaya mencapai ketentuan Allah tersebut. Demikian semoga bermanfaat. Salam. 

Selasa, 16 September 2014

Mengatasi Demam Panggung



Assalamualaikum Wr.Wb.
Ustadz Massar yang dimulyakan Allah, saya seorang agribisnis dan juga ketua salah satu yayasan yang bergerak dibidang pendidikan di Surabaya. Meskipun sering bertemu dan berkumpul dengan orang banyak akan tetapi saya selalu merasa Demam panggung saat harus berdiri diatas panggung untuk mengisi seminar atau pertemuan lainnya. Terus terang Ustadz, hal ini sangat mengganggu dan membuat malu saya karena terkadang beberapa rekan saya ada yang mentertawakan saya.  Apakah rukyah juga bisa menyembuhkannya ustadz? Wassalamualaikum.
Waalaikumussalam Wr.Wb.
Untuk keluar dari permasalahan tersebut, maka bapak perlu melatih mental agar semua factor penyebab demam tersebut dapat teratasi. Upaya-upaya tersebut dapat berupa mengatur keyakinan bahwa bapak bisa dan mampu, yaitu dengan cara menyiapkan materi secara maksimal. Cobalah berlatih dengan teman-teman dekat sebagai peserta (audience), seolah sedang dalam pertemuan.
Terkadang seseorang tidak percaya diri juga dapat disebabkan oleh beberapa factor, diantaranya tidak adanya kapasitas nyata dalam diri untuk tampil di depan orang-orang yang berada didepannya (audience). Lain dari itu, bisa disebabkan oleh mental pemalu seseorang.
Apabila hal ini terjadi, maka haruslah terlebih dahulu merasionalkan akan sebab dirinya merasa malu. Apabila hanya karena suatu hal yang wajar dirinya malu, hal itu merupakan kekeliruan, karena sesungguhnya rasa malu tersebut harus ditempatkan pada tempatnya sebagaimana hadis nabi menyatakan bahwa malu adalah sebagian dari iman, yaitu malu melakukan hal-hal buruk dan tidak terpuji.
Kaitannya dengan cara menumbuhkan rasa percaya diri, yakinlah bahwa semua mahluk itu sama di mata Allah Swt, sebagaimana dalam al Quran dikatakan “innaa akramakum ‘indallaahi atqaakum” yang artinya, orang yang paling mulia dimata Allah Swt adalah orang yang paling bertakwa.
Setelah merasa bahwa setiap orang sama, maka bertanyalah pada diri bapak untuk mengetahui apa ada rasa minder dan tidak percaya diri. Terlebih bahwa setiap manusia dapat melakukan kesalahan dalam hidupnya, sebagaimana dalam pepatah dikatakan, bahwa manusia adalah tempat kesalahan dan kelupaan.
Adapun kaitannya dengan ruqyah yang ditanyakan di atas, maka hal itu sangat dimungkinkan. Melalui peningkatan keimanan kepada Allah Swt, dan menguatkan mental (jiwa) dalam menyampaikan kebenaran di hadapan siapapun. Sebagai tambahan maka, cobalah bapak membiasakan untuk berdoa kepada Allah Swt agar setiap akan tampil di hadapan banyak orang diberi kelancaran dan kefasihan sebagaimana doa nabi musa dalam al Quran yang berbunyi “Rabbi-'shrah li sadri wa yassirli amri wa-hlul 'uqdatan min lisani yafqahu qawli.”

Jumat, 12 September 2014

Agar Terhindar Dari Hal-Hal Negatif



Assalamu’alaikum wr wb
Ustad, sebelumnya saya mengucapkan terima kasih, dua bulan pasca terapi Ruqyah Diri, kondisi kesehatan saya berangsur pulih dan semakin membaik. Maklum Ustad, insomnia yang saya derita mengakibatkan kesehatan menurun drastis, saya terkena anemia, jantung lemah, kepala sering pusing. Produktifitas kerja juga menurun karena pada siang hari mata mengantuk dan badan lemas. Alhamdulillah, berkat nasehat Ustad juga, saya sudah bisa melupakan masa lalu yang sering menghantui.
Melalui rubrik ini, saya ingin minta pendapat Ustad sekaligus solusi. Hitung-hitung curhat Ustad. Ada permasalahan dalam rumah tangga adik perempuan saya. Suaminya (adik ipar saya) akhir-akhir ini mulai tidak mempedulikan keluarga. Jarang berbicara, tidak seperti biasanya. Mereka sudah berkeluarga selama 10 tahun dan dikaruniai dua anak. Uang belanja yang diberikan juga berkurang.
Nah, pernah adik saya menemukan beberapa butir pil aneh di dalam saku celana suaminya. Adik saya meyakini apalagi ditambah informasi dari salah satu rekan sekantor bahwa seringnya sang suami pulang malam adalah berkumpul dengan teman-teman kerjanya, minum minuman keras dan mengonsumsi ekstasi. Saya khawatir seperti kasus di televisi yang menabrak orang karena terpengaruh narkoba, karena ia juga mengendarai mobil sendiri. Bagaimana Ustad? Apakah suami adik saya ini bisa diruqyah agar terbebas dari hal-hal negatif karena salah pergaulan? Berikut saya sertakan foto adik ipar saya. Terima kasih Ustad.
Wassalamu’alaikum wr wb



Yuanita Soewardi, S.E - Bandung, Jawa Barat


Wa’alaikumussalam wr wb
Ibu Yuanita yang baik, semoga Anda termasuk hamba Allah yang senantiasa bersyukur dengan menggunakan segala nikmat yang dianugerahkan oleh Allah untuk beribadah. Konteks ibadah di sini bukan hanya ibadah mahdloh, tapi juga ghoiru mahdloh. Iman dalam dada, dan kesehatan jasmani merupakan nikmat tiada tara sebagai modal untuk menggapai kesalehan individu dan sosial. Dampaknya tidak hanya bagi peningkatan kualitas ruhani pribadi, tapi juga kemaslahatan bersama sebagai pengejawantahan Islam sebagai agama rahmatan lil alamin.
Apa yang terjadi pada adik ipar, yakni suami adik Anda, menunjukkan bahwa lingkungan pergaulan menduduki porsi penting dalam pembentukan karakter (kepribadian) atau perilaku seseorang. Hal ini akan bermuara pada dua hal pokok: baik atau buruk. Sesuatu yang memabukkan, meskipun sedikit hukumnya haram. Karena membuat seseorang kehilangan akal sehat, bahkan kecanduan.
Banyak kasus kejahatan yang muncul dan dilakukan oleh seseorang yang sedang terpengaruh minuman keras atau narkoba. Padahal, jelas Allah telah mengharamkannya. Allah berfirman dalam Surat Al Ma’idah ayat 91: Sesungguhnya syaitan itu bermaksud hendak menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu lantaran (meminum) khamar dan berjudi itu, dan menghalangi kamu dari mengingat Allah dan sembahyang; maka berhentilah kamu (dari mengerjakan pekerjaan itu).
Insya Allah, setelah terapi Ruqyah Diri, adik ipar Anda akan berangsur pulih. Dengan catatan, ia harus menghindari pergaulan dengan teman-temannya selama ini. Akan lebih baik juga jika pihak keluarga, teman dekat yang baik, dan ulama’ setempat ikut mendo’akan dan membimbing. Bukan malah mengucilkan. Tidak ada penyakit yang tidak bisa disembuhkan jika Allah mengijinkan. Salam.

Rabu, 10 September 2014

Solusi Segera Menemukan Jodoh



Assalamualaikum, wr.wb
Ustadz,Saya merupakan seorang penyiar di salah satu radio, walaupun saya selalu berinteraksi dengan banyak orang dan mempunyai banyak sekali teman wanita, tetapi hingga sekarang saya masih saja belum menemukan jodoh. Pernah sih, dekat dengan salah satu pendengar dan hubungan kami hampir berlanjut ke jenjang pernikahan, akan tetapi orang tuanya tidak menyetujui hubungan kami, akhirnya kami putus dan sejak itu aku jadi malas kalau berhubungan serius dengan cewek. Mohon solusinya ustadz agar aku segera menemukan jodohku.
Hamba Allah, Semarang
Waalaikumussalam Wr Wb
Saudara yang baik, permasalahan yang bapak hadapi saat ini merupakan bentuk trauma yang sering dialami oleh kebanyakan orang. Oleh karenanya, janganlah merasa rendah diri atau putus asa hanya karena tidak direstui orang tua atau sebab lainnya. Yakinlah apabila dia merupakan jodoh bapak, pasti akan kembali. Sebaliknya apabila bukan jodoh, mungkin dirinya bukan pasangan yang tepat buat bapak.
Tetaplah menatap masa depan dengan optimis,  yakinlah bahwa jodoh setiap orang telah ditentukan oleh Yang Maha Kuasa. Sebagai manusia kita hanya bisa berikhtiar, hal tersebut sebagaimana dalam al Quran dikatakan “Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir.” (ar-Rum: 21).
Selanjutnya seringlah bermuasabah diri supaya ada perubahan kearah yang lebih baik, ingatlah bahwa apabila diri kita telah baik dan menjadi pribadi yang pantas untuk dicintai, maka secara otomatis, pasangan yang datangpun akan setara dengan bapak. Sebagai bagian dari upaya memperbaiki dan membersihkan diri, maka bapak bisa melaksanakan ruqyah diri agar hati apak dibersihkan dari kotoran-kotoran yang membuat tidak pantas untuk dicintai wanita shalehah. Yakinlah bahwa hanya memohon pertolongan Allah Swt hajat kita akan tercapai. Terlebih apabila diiringi dengan usaha dzahir, seperti mempersipakan segala sesuatunya, mulai dari materi sampai mental untuk memulai kehidupan  baru dengan seseorang yang bapak dambakan.
Akhirnya hanya kepada Allah Swt kita berserah, karena hanya kepada-Nya lah semua mahluk menggantungkan diri. Yakinlah bahwa apabila keinginan kita suci hanya untuk mencapai ridla Allah, niscaya segala pintu kemudahan akan terbuka lebar. Semoga Allah Swt bekenan mengabulkan semua hajat dan keinginan kita.