Usatdz Massar yang
terhormat. Terus terang saya seorang pengusaha yang tidak mengenal jauh tentang
agama. Dalam perjalanan bisnis, saya selalu mendapatkan keuntungan yang
berlipat. Tanpa ragu saya menyingkirkan pesaing bisnis dengan cara apapun.
Begitu juga menghalalkan segala cara agar bisnis saya untung.
Pada akhirnya saya
berspekulasi dengan modal yang sangat besar. Termasuk saya mengikuti persaingan
di bursa saham. Tanpa dikira saya mendapatkan kerugian yang menyebabkan saya
bangkrut. Dari kejadian tersebut saya sadar bahwa selama ini saya tidak
mendasari usaha saya dengan keimanan. Akan tetapi yang menjadi permasalahan tidak
hanya terkait keimanan saja, saya juga tidak mengetahui jalannya. Saya ingin
tetap sukses dengan mendapatkan ketenangan hidup. Mohon solusi.
Bagus Raharjo. Sulawesi Selatan
Wasaalmu’alaikum Wr Wb.
Bapak Bagus yang terhormat.
Usaha bapak untuk bertaubat sangatlah tepat. Untuk menjalankan usaha memang
harus seimbang antara kepentingan dunia dan akhirat. Jangan sampai untung di
dunia akan tetapi rugi di hari akhir kelak. Untuk kesalahan dalam berspekulasi
memang merupakan resiko dalam berusaha, akan tetapi jika diambil hikmahnya hal
tersebut dikarenakan bapak jauh dari tuntunan agama, sehingga Tuhan
memperingatkan bapak.
Sebagaimana contoh, kita
tidak diperbolehkan berbisnis dengan cara riba. Yaitu dalam al Quran ”Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memakan riba dengan
berlipat ganda dan bertakwalah kamu kepada Allah supaya kamu mendapat
keberuntungan”.
Disamping cara bisnis yang
sesuai dengan syariat, Bapakpun tidak boleh mininggalkan kewajiban yang sangat
penting dan biasa terlupakan. Diantaranya zakat dan shodaqoh. Keduanya dapat membersihkan
dan memberi kebarokahan bagi usaha bapak. Membiasakan diri untuk bersih dari segala
usaha kotor memang sangat berat. Apalagi tidak mempunyai pembimbing yang dapat
memberikan solusi bisnis Islami. Segera menghubungi
kami. Salam.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar