Tanya :
Assalamu’alaikum wr wb
Ustad Massar
yang terhormat, sebelumnya saya ucapkan banyak terima kasih karena ayah saya yang
menderita gagal ginjal sudah sehat kembali. Proses kesembuhan yang relatif cepat berkat
pengobatan medis dan juga terapi ruqyah dari ustad. Kini ayah saya bisa kembali
beraktifitas dan memantau bisnis SPBU dan restoran yang sudah berkembang pesat.
Saya juga menyampaikan amanat dari Ayah untuk berinfak ke Yayasan Kasih Kita
Nusantara sebesar Rp. 120 juta. Semoga silaturahim tetap terjaga dalam rangka
saling tolong menolong dalam kebaikan.
Melalui rubrik
ini saya ingin meminta pertimbangan Ustad. Saya saat ini menjadi Client
Coordinator di sebuah perusahaan Public Relation. Sebetulnya, saya
sangat menyukai profesi saya ini. Awalnya saya cukup shock karena inilah
pekerjaan pertama saya setelah lulus kuliah. Namun lambat laun saya bisa
beradaptasi meski ada sedikit ganjalan. Salah satunya adalah perilaku team
leader yang kerap memberi deadline dalam waktu relatif singkat dan
bersamaan. Masalah lainnya adalah komunikasi. Banyaknya klien yang saya pegang
justru sering membuat saya lupa melakukan hal-hal lain. Suatu pekerjaan yang
saya kira sudah dikerjakan oleh orang lain ternyata belum.
Sering juga salah satu anggota tim meminta
saya meng-handle pekerjaannya karena dia menganggap load
pekerjaannya sudah cukup tinggi. Padahal, saya sendiri sudah overloaded yang
akhirnya membuat saya jadi keteteran. Dampaknya, saya jadi kehilangan mood
dan etos kerja lenyap. Bagaimana ini Ustad?
Khaira
Firdausiyah, S.E, Bandung, melalui email.
Jawab:
Wa’alaikumussalam wr wb
Alhamdulillah,
saya turut berbahagia dengan kemajuan yang dialami ayah Anda, baik kemajuan
bisnis maupun kondisi kesehatan. Senantiasa bersyukur dengan beribadah dan
berbagi kepada yang kurang mampu, maka Allah akan menambahkan nikmat Nya.
Karena manusia hanya bisa berusaha dan berdo’a, sedangkan hasil adalah kehendak
Allah.
Saudari Khaira
yang baik, tantangan kerja yang Anda hadapi cukup besar. Pasalnya, sehari-hari
Anda mengerjakan tugas dari atasan yang berbeda-beda. Selain kemampuan multi-tasking,
jiwa leadership juga diperlukan agar berhasil dalam pekerjaan terutama
saat berhubungan dengan bos. Untuk itu, Anda harus membuat aturan main.
Pertama,
usahakan agar bobot tugas yang diberikan sesuai dengan kapasitas Anda.
Pertimbangkan konsekuensinya terutama bila tugas itu diberikan mendadak. Kedua,
Anda harus berani berkata “tidak” jika timing dan bobot kerja yang
dilimpahkan tidak realistis. Ketiga, untuk masalah komunikasi, sebaiknya
Anda mencatat tugas dan laporan dan menyimpan berkas-berkasnya sebagai bukti,
terutama jika berhubungan dengan klien. Dengan begitu, kredibilitas Anda di
mata klien tetap terjaga demi hubungan jangka panjang yang harmonis.
Selain itu,
saat berhubungan dengan klien, buatlah tabel daftar tugas dan tenggat waktu
yang harus ditepati oleh kedua pihak. Usahakan untuk tetap rendah hati dan
menawarkan diri membantu rekan dalam proyek lain jika waktu Anda sedang
longgar. Salam sukses.