Assalamu’alaikum Wr Wb.
Aku seorang wanita karier yang bekerja
diperusahaan milik keluarga. Aku menikah dengan seorang artis dan telah
dikaruniai seorang anak. Sebagai istri seorang artis aku sadar memang tidak
mudah. Ada banyak godaan yang menerpa suami. Baik godaan dari sesama artis
maupun penggemarnya. Suatu ketika, aku mendapat telp dari nomor asing yang
mengatakan bahwa suamiku mempunyai selingkuhan sesama artis saat syuting di
daerah puncak, Bogor. Sakit dan sesak rasanya dada ini mendengarnya ustadz,
meski awalnya tak kuhiraukan, namun seiring waktu semua terkuak dengan
sendirinya. Suamikupun sampai berlutut meminta maaf kepadaku tapi hatiku sudah
terlanjur sakit dibuatnya. Apa aku harus memaafkannya atau sebaliknya, meminta
cerai saja? Mohon saran dan solusinya Ustadz.
GB. Jakarta
Wa’alaikumussalam Wr.Wb
Ibu GB yang baik, pada dasarnya suatu
perselingkuhan memang selalu menyisakan luka di hati seseorang, oleh karenanya
bijaksanalah. Dalam menghadapi keadaan seperti itu, diperlukan pemikiran yang
jernih dan tidak mengedepankan emosi. Bersabarlah dan berlapanglah untuk
selanjutnya rencanakanlah usaha-usaha untuk menggapai kemaslahatan. Begitu
banyak hal-hal yang harus dipikirkan sebelum melakukan hal-hal yang justru dapat
merugikan diri sendiri seperti nasib anak-anak, keluarga sampai respon
masyarakat dan lingkungan sekitar.
kami mengharapkan ibu tidak berfikiran sempit
untuk mengajukan gugatan perceraian sebagaimana umumnya orang yang
diselingkuhi. Yakinlah bahwa mempertahankan bahtera rumah tangga merupakan
suatu tindakan mulia apabila bertujuan untuk menegakkan kalimat Allah Swt.
Perceraian sendiri merupakan perbuatan yang tidak disukai meskipun
diperbolehkan. Tentunya selain itu ada juga perceraian yang memang dilakukan
untuk mendatangkan kemaslahatan.
Kebijaksanaan yang dapat ibu laksanakan adalah
menerima suami apabila dia telah bertaubat dengan sungguh-sungguh. Ampunan itu
selalu ada sebagaimana Allah Swt berfirman “Dan sesungguhnya Aku Maha Pengampun
bagi orang yang bertaubat, beriman, beramal sholeh, kemudian tetap di jalan
yang benar.” (QS. Ath Thahaa: 82). Selanjutnya, telitilah sebab musabab
kenapa suami ibu melakukan selingkuh. Bicaralah dengan penuh kekeluargaan untuk sama sama mencari
jalan keluar dari permasalahan yang sedang dihadapi. Janganlah mengedepankan
ego masing-masing, karena dari sanalah bibit hancurnya bahtera rumah tangga
dimulai.
Laksanakanlah intropeksi diri sendiri dan memohon
pertolongan hanya kepada Allah Swt, perbanyaklah beribadah dan berdoa dengan
kesungguhan agar diberi jalan keluar yang diridhoi. Laksanakanlah Ruqyah
Diri agar hati ibu dan suami diberi petunjuk sehingga terbuka untuk
menerima kebaikan-kebaikan. Supaya diberi kesadaran akan kesalahannya dan taubatnya
menjadi taubatan nashuha untuk senantiasa berjalan di jalam Allah Swt.