Rabu, 31 Oktober 2012

Bangkit usaha dengan ruqyah


Assalamu’alaikum Wr Wb.
 Ustadz Massar yang terhormat, sudah 2 tahun ini saya terbelit masalah hutang. Walaupun tidak sampai mengakibatkan usaha gulung tikar (bangkrut), akan tetapi setiap bulan saya masih harus menutup bunga dari hutang tersebut. Lebih dari itu, saya juga harus mem bayar pokoknya.
Akhir-akhir ini memang banyak sekali tender besar, akan tetapi tidak seperti biasanya, saya hanya mendapatkan hanya  tender yang nilainya kecil saja yang bisa saya raih sedang yang lainnya lewat begitu saja,padahal dari situ saya berharap bisa menutup utang saya,usaha apa yang harus saya lakukan agar saya cepat keluar dari masalah tersebut?
                                                                                                Sukirman, Tangerang
Wassalamu’alaikum Wr Wb.
Bapak Sukirman yang baik, dalam dunia usaha, meminjam uang merupakan hal yang lumrah. Hanya saja, uang tersebut harus dijadikan modal atau stimulus dalam menjalankan usaha supaya lebih baik. Dengan penghasilan yang bertambah diharapkan dapat mengimbangi uang yang dipinjam serta membantu kebangkitan usaha. Sebaliknya jika kita tidak dapat menggunakannya dengan baik maka hutang akan menjadi beban, sebagaimana dalam sabda rasul yang intinya bahwa hutang akan menjadi beban manusia.
Melihat permasalahan yang bapak hadapi, maka disebabkan karena ada keterhambatan dalam usaha yang sedang bapak jalankan. Untuk mengatasinya diharuskan adanya kemajuan yang signifikan dari usaha bapak. Sebagai upaya meraihnya, bapak diharapkan lebih bekerja keras dan berusaha melihat penyebab dari keterhambatan secara teliti, kemudian mengevaluasinya keseluruhan untuk mencari jalan keluar yang terbaik. Sebagaimana dalam urusan tender yang sedang bapak geluti, maka tidak hanya permasalahan ekonomi, lebih dari itu masalah kedekatan personal dan jaringan menjadi penentu kesuksesan.
Selanjutnya, bahwa manusia hanya bisa berencana, sedang tuhan jualah yang menentukan. Oleh karenanya, usaha-usaha dzahir yang selama ini bapak lakukan haruslah diiringi dengan meminta pertolongan kepada Allah Swt. Yakinlah bahwa Allah Swt akan menurunkan rizqi yang tidak bapak kira apabila bapak bertaqwa dan selalu mendekatkan diri kepada Allah Swt.  Sebagaimana firman Allah Swt dalam al Quran "Barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan jalan keluar baginya. Dan memberi-nya rizki dari arah yang tiada disangka-sangkanya." (Ath-Thalaq: 2-3)
Diantara usaha-usaha tersebut adalah dengan menjalankan usaha (bisnis) sesuai ajaran Nabi dan ruqyah rizki, yaitu meminta pertolongan kepada Allah dengan doa dilapangkan rizqi dan diperlancar usaha.   Adapun terkait dengan permasalahan hutang yang menggeluti bapak, maka bapak dapat mengamalkan doa sebagaimana di ajarkan rasul “Allaahumma Innii Auudzubika Minal Hammi Walhazan, Wa'auudzubika Minal Jubni Wal Bukhli Wa'auudzubika Min Ghalabatiddaini Waqahrirrijaal”. Untuk informasi selanjutnya bisa menghubungi kami. 

Senin, 29 Oktober 2012

Ruqyah dan Pelunasan Hutang


Assalamu’alaikum Wr Wb.
 Ustadz Massar yang terhormat, sudah 2 tahun ini saya terbelit masalah hutang. Walaupun tidak sampai mengakibatkan usaha gulung tikar (bangkrut), akan tetapi setiap bulan saya masih harus menutup bunga dari hutang tersebut. Lebih dari itu, saya juga harus membayar pokoknya.
Akhir-akhir ini memang banyak sekali tender besar, akan tetapi tidak seperti biasanya, saya hanya mendapatkan tender yang nilainya kecil saja yang bisa saya raih sedang yang lainnya lewat begitu saja, padahal dari situ saya berharap bisa menutup utang saya,usaha apa yang harus saya lakukan agar saya cepat keluar dari masalah tersebut?
                                                                                                Adi Sanjaya, Tangerang
Wassalamu’alaikum Wr Wb.
Bapak Adi yang baik, dalam dunia usaha, meminjam uang merupakan hal yang lumrah. Hanya saja, uang tersebut harus dijadikan modal atau stimulus dalam menjalankan usaha supaya lebih baik. Dengan penghasilan yang bertambah diharapkan dapat mengimbangi uang yang dipinjam serta membantu kebangkitan usaha. Sebaliknya jika kita tidak dapat menggunakannya dengan baik maka hutang akan menjadi beban, sebagaimana dalam sabda rasul yang intinya bahwa hutang akan menjadi beban manusia.
Melihat permasalahan yang bapak hadapi, maka disebabkan karena ada keterhambatan dalam usaha yang sedang bapak jalankan. Untuk mengatasinya diharuskan adanya kemajuan yang signifikan dari usaha bapak. Sebagai upaya meraihnya, bapak diharapkan lebih bekerja keras dan berusaha melihat penyebab dari keterhambatan secara teliti, kemudian mengevaluasinya secara keseluruhan untuk mencari jalan keluar yang terbaik. Sebagaimana dalam urusan tender yang sedang bapak geluti, maka tidak hanya permasalahan ekonomi, lebih dari itu masalah kedekatan personal dan jaringan menjadi penentu kesuksesan.
Manusia hanya bisa berencana, sedang Tuhan jualah yang menentukan. Oleh karenanya, usaha-usaha dzahir yang selama ini bapak lakukan haruslah diiringi dengan meminta pertolongan kepada Allah Swt. Yakinlah bahwa Allah Swt akan menurunkan rizqi yang tidak bapak kira apabila bapak bertaqwa dan selalu mendekatkan diri kepada Allah Swt.  Sebagaimana firman Allah Swt dalam al Quran "Barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan jalan keluar baginya. Dan memberi-nya rizki dari arah yang tiada disangka-sangkanya." (Ath-Thalaq: 2-3)
Diantara usaha-usaha tersebut adalah dengan menjalankan usaha (bisnis) sesuai ajaran Nabi dan ruqyah rizki, yaitu meminta pertolongan kepada Allah dengan doa dilapangkan rizqi dan diperlancar usaha.   Adapun terkait dengan permasalahan hutang yang menggeluti bapak, maka bapak dapat mengamalkan doa sebagaimana di ajarkan rasul “Allaahumma Innii Auudzubika Minal Hammi Walhazan, Wa'auudzubika Minal Jubni Wal Bukhli Wa'auudzubika Min Ghalabatiddaini Waqahrirrijaal”. Semoga bermanfaat.

Minggu, 28 Oktober 2012

Memenangkan hati anak


Assalamu’alaikum Wr Wb.
Ustadz Massar yang terhormat, sebelumnya saya ingin menyampaikan, bahwa hidup saya di masa lalu adalah serba kekurangan. Pada saat itu, saya tidak tahan dan  memutuskan meninggalkan 2 orang anak dan suami untuk menikahi orang lain, yaitu teman kuliah dulu yang telah mapan dan menjadi pengusaha sukses.
Penyesalan memang tidak datang di awal, karena perbuatan masa lalu akhirnya saya harus menerima akibatnya.  Sampai saat ini kedua anak tidak mengakui saya sebagai ibu kandungnya. Padahal  sebagai seorang ibu, saya sangat menyayangi mereka dan ingin memeluknya. Selanjutnya apa yang harus saya lakukan Ustadz? supaya kedua anak saya memaafkan dan mau menerima saya sebagai ibunya lagi walaupun kami hidup terpisah.
                                                                                                                                Marsinah, Surabaya
Wassalamu’alaikum Wr Wb.
Ibu Marsinah yang baik, Pada dasarnya, seorang ibu mempunyai hak yang lebih pantas dalam mengurus anak dari suami, apabila terjadi perceraian. Akan tetapi, kerana sudah merupakan keputusan ibu, maka yang lalu biarlah berlalu. Selanjutnya secercah penyesalan yang ibu rasakan saat ini merupakan sesuatu yang baik untuk terus diperjuangkan, karena hal tersebut termasuk upaya mengintrofeksi diri dan menebus kesalahan ibu di masa lalu.
Terkait permasalahan anak-anak yang telah kecewa, maka ibu harus mengetahui secara psikologis keadaan mereka. Telusurilah terlebih dahulu penyebab utama mereka tidak menerima ibu kembali. Apakah karena penyebab perpisahan yang telah diketahui oleh mereka, atau ada hasutan dari pihak lain termasuk suami atau saudara yang tidak menginginkan ibu dan anak-anak berdamai (rukun).
Setelah mengetahui permasalahan pokok, maka lakukanlah klarifikasi terhadap anak-anak dan mintalah maaf. Yakinkanlah, bahwa bagaimanapun mereka adalah darah daging, dan ibu sangat menyayangi mereka. Sebelum itu alangkah baiknya permasalahan ibu dan suami serta pihak lain yang terkait telah terselesaikan terlebih dahulu. Sehingga mempermudah rekonsiliasi.
Selanjutnya, sebagai seorang muslim, maka meminta pertolongan kepada Allah adalah sebuah keniscayaan. Terlebih yang ibu hadapi adalah permasalahan psikologis yang berkaitan dengan hati dan perasaan anak-anak. Maka meminta kepada dzat yang pembulak balikan hati (Allah Swt) menjadi suatu keharusan. Adapun usaha konkrit yang bisa ibu lakukan adalah dengan melaksanakan ruqyah diri bagi anak-anak ibu.    
Selain ruqyah diri, diharapkan ibu senantiasa berdoa untuk kebaikan anak-anak, yakinlah doa tersebut akan terkabul, sebagaimana dalam riwayat hadis Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, yang artinya “Tiga doa yang mustajab yang tidak diragukan lagi yaitu doa orang yang dizholimi, doa orang yang bepergian (safar) dan doa baik orang tua pada anaknya.” (HR. Ibnu Majah). 
Akhirnya, semoga apa yang telah dilakukan ibu membuahkan hasil, untuk selanjutnya bisa menghubungi kami.