Rabu, 25 Juli 2012

silaturahim dan rizki


            Ustadz Massar yang terhormat, saya pernah mendengar bahwa silaturahim dapat membuka pintu rezeki, apakah itu benar? Terus terang selama ini saya menyaksikan hal tersebut, saya termasuk orang yang gengsi untuk bertemu dengan banyak orang. Apalagi saya hidup diperkotaan yang tidak terlalu kenal dengan tetangga. Mohon penjelasan dari keterkaitan antara silaturahim dan rizki.

                                                                                                Herlambang, Jakarta
Wassalamu’alikum Wr Wb.
            Bapak Herlambang yang terhormat, silaturahim sesungguhnya merupakan wasilah dari banyak wasilah untuk mendapatkan rizki. Hal tersebut sesungguhnya merupakan janji yang di dasarkan hadits rasul sebagaimana Imam Al-Bukhari meriwayatkan dari Abu Hurairah Subhanahu Wa Ta'ala ia berkata, aku mendengar Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda. "Artinya: Siapa yang senang untuk dilapangkan rizkinya dan diakhirkan ajalnya (dipanjangkan umurnya) maka hendaklah ia menyambung (tali) silaturrahim".
            Dalam dua hadits yang mulia diatas, Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam menjelaskan bahwa silaturrahim membuahkan dua hal, kelapangan rizki dan bertambahnya usia. Ini adalah tawaran terbuka yang disampaikan oleh mahluk Allah yang paling benar dan jujur, yang berbicara berdasarkan wahyu, Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam .
Hadits diatas sesungguhnya seseuai dengan ajaran Islam bahwa seluruh umat islam adalah keluarga, dengan demikian kuatnya ikatan keluarga unsur saling tolong menolong akan terbentuk. Rasa sosial yang kuat ini tidak mungkin lahir tanpa banyaknya pertemuan yang melahirkan ikatan kuat antar sesama. Dari ikatan inilah dimungkinkan rizki akan terus mengalir. Pada dasarnya pintu rizki tidak hanya terdapat dalam silaturahim saja, masih banyak usaha ala nabawi yang merupakan ajaran langsung dari nabi tentang pintu rizki. Untuk informasi selanjutnya bisa menghubungi kami.  
           


Tidak ada komentar:

Posting Komentar