Assalamu’alaikum Wr Wb.
Ustadz Massar yang
terhormat, saya mempunyai perusahaan garmen yang cukup besar. Kebetulan usaha
saya merupakan warisan dari ayah saya. Selain perusahaan garmen saya diwarisi juga
lumayan banyak harta kekayaan.
Tidak senang dengan hal tersebut, Ibu saya memaksa
untuk meneruskan usaha ayah saya. Padahal selama ini saya tidak bisa berbisnis.
Sudah saya coba untuk beberapa bulan, akan tetapi hasilnya sangat mengecewakan,
saya selalu terkena tipu dan usaha saya mendapat banyak kerugian.
Saya mencoba usaha lain sebagai cara mewujudkan
keinginan ibu supaya jadi bisnismen, akan tetapi tidak ada perkembangan. Lagi-lagi saya harus merugi dan terkena tipu oleh rekan bisnis saya ataupun pelanggan. Akhirnya
saya menyimpulkan bahwa dunia bisnis memang penuh dengan tipu muslihat. Kalau
saya tidak pandai menipu maka saya akan ditipu. Sampai sekarang saya merasa
bingung dan bimbang. Mohon solusi. Salam.
Abidin,
Tangerang
Wassalamu’alaikum Wr Wb.
Pak Abidin yang terhormat. Untuk menjadi
seorang bisnismen tidaklah sulit. Selama kita mengetahui bagaimana tatacara bermu’amalah
(hukum ekonomi Islam). Dalam Islam sendiri banyak yang bisa dipelajari untuk
menjadi bisnismen. Bahkan Rosulullah adalah seorang bisnismen sejati.
Yang paling penting bapak
tetap berjalan dalam syari’at Islam ketika berbisnis. Sebagaimana firman Allah
dalam al Quran ” Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan
harta sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang
berlaku dengan suka sama-suka di antara kamu. Dan janganlah kamu membunuh
dirimu; sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu” (4:29).
Dengan berpegang teguh
kepada ajaran Islam insya Allah bapak tidak akan ditipu, atau di dzolimi. Janganlah
bapak terbawa nafsu sesaat untuk ikut menjadi penipu dalam berbisnis, menipu
itu sangat dilarang dalam syari’at karena termasuk perbuatan syaitan ”.Syaitan
itu memberikan janji-janji kepada mereka dan membangkitkan angan-angan kosong
pada mereka, padahal setan itu tidak menjanjikan kepada mereka selain dari
tipuan belaka”. (4:120)
Dalam persaingan bisnis
zaman sekarang, tentunya Bapak diharuskan memilih antara tetap istiqomah dengan
keyakinan yang benar tetapi beresiko kebangkrutan atau sebaliknya tergerus
keadaan dan menghasilkan keuntungan. Perlu Bapak ketahui sebenarnya pilihan
tersebut adalah fatamorgana, itulah hasil tipu daya syaitan. Kesuksesan itu
berasal dari Allah Swt. Maka tiada jalan untuk menuju kepada-Nya kecuali dengan
mendekatkan diri kepada-Nya.
Adapun untuk membentengi
diri dari para penipu tentunya sebagai orang Islam kita bisa mengandalkan doa
dan amalan-amalan sesuai syari’at. Sebagaimana dalam kandungan doa rosul salah
satunya meminta untuk terbebaskan dari hutang. Begitu juga dengan cara sukses
usaha bisnis ala nabawi. semoga bermanfaat. salam.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar