Senin, 30 Juli 2012

Ruqyah dan syukur


Assalamu’alaikum Wr Wb
            Uatadz Masar yang terhormat, saya mempunyai saudara yang sangat pelit terhadap sesama. Setiap mendapatkan rizki dari pekerjaannya, dia tidak pernah berbagi dengan saudara apalagi tetangga sekitar. Akhirnya dalam kehidupan sosial dia sangat terkucil. Jika melihat latar belakangnya ketika masih dikampung, dia sangat sholeh dan baik terhadap sesama, senang memberi dan menyumbang. Perangainya berubah ketika sudah bekerja di kota.
            Semakin lama, hartanya semakin banyak. Tidak terhitung berapa luas tanah yang dimiliki serta rumah mewah bagai istana. Meskipun begitu dia tetap pelit dan kikir terhadap sesama. Tidak diketahui sebabnya, lama kelamaan saudara saya selalu tertimpa musibah dan kesialan, mulai dari sering ditipu sampai mati suri karena penyakit yang tidak diketahui penyebabnya. Sebagai saudara saya ikut prihatin dan ingin membantu. Apakah dalam kasus ini saudara saya bisa disembuhkan dengan dirukyah? Mohon solusi.

                                                                                                            Agus Suryana, Bogor
           
Pada dasarnya permasalahan yang bapak hadapi dikarenakan kurang bersyukur atas karunia Allah. Aplikasi dari bersyukur dari nikmat yang telah diberikan diantaranya dengan berbuat baik dan beramal sholeh. Sebagaimana dalam Al Quran ”Sesuatu yang bernyawa tidak akan mati melainkan dengan izin Allah, sebagai ketetapan yang Telah ditentukan waktunya. barang siapa menghendaki pahala dunia, niscaya kami berikan kepadanya pahala dunia itu, dan barang siapa menghendaki pahala akhirat, kami berikan (pula) kepadanya pahala akhirat itu. dan kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur”.
            Terkait dengan rukyah dapat mengembalikan keadaan saudara Bapak kepada perangai baik dan keadaannya yang normal, itu tergantung dari diri saudara bapak sendiri. Pada hakikatnya rukyah sendiri adalah doa-doa yang diajarkan rosul dari al Quran maupun hadits untuk pengobatan penyakit dzohir ataupun batin.
            Akan tetapi usaha rukyah tersebut dapat dilakukan dengan dibarengi terapi taubat dan bimbingan agama sebagaimana biasa dilakukan di yayasan kami. Dari pihak saudara bapak sendiri harus memberikan motifasi secara maksimal dalam mengarahkan kepada jalan yang lurus. Salam.


Assalamu’alaikum wr wb.
            Ustadz Massar yang terhormat. Dahulu saya seorang rentenir. Sebenarnya saya tidak mengetahui bahwa rentenir dilarang, terus terang saya bukan orang yang tahu akan agama secara mendalam. Sampai akhirnya saya mendapatkan musibah yang mungkin sekaligus teguran dari Tuhan.
Setelah mendapatkan petunjuk dari seorang sahabat, saya berpindah profesi menjadi seorang pedagang. Akan tetapi sangat disayangkan, usaha saya selalu gagal, sampai akhirnya saya putus asa. Saya selalu merasa bahwa penyebab dari kegagalan saya karena saya masih kotor dan berlumuran dosa. Akibatnya saya susah mendapatkan harta dengan cara halal. Mahon solusi.
                                                                                                Kurniawan. Makasar
Wassalamu’alaikum Wr Wb.
            Mas Kurniawan yang terhormat. Pada dasarnya Allah selalu menerima taubat dari hambanya. Maka, langkah pertama yang harus Bapak lakukan adalah banyak membaca istighfar. Terkait dengan usaha bapak yang selalu gagal sesungguhnya merupakan cobaan. Semakin bapak bersabar, semakin banyak hikmah yang akan bapak temukan.
Termasuk dari manfaat dari istighfar sendiri dapat memperlancar rizki. Adapun bacaan yang bisa dibaca adalah Sayyidul Istighfar, Dalam Sayyidul Istighfar terdapat akumulasi dari kepasrahan, pengharapan dan taubat, dari kelengkapannya sebagai bacaan istighfar, Sayyidul Istighfar dapat menjadi wasilah yang mempercepat diterimanya taubat kita. Ketika istighfar kita mudah diterima maka jalan untuk mendapat kebarokahan rizki semakin mudah.
Adapun keterkaitan istighfar dengan rizki sebagaimana janji Allah bahwa barangsiapa yang selalu istighfar maka rejekinya akan berlimpah (QS. Nuh 10-12) 10.  Maka Aku katakan kepada mereka: 'Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, -sesungguhnya dia adalah Maha Pengampun-, 11.  Niscaya dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, 12.  Dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai.
Sebagaimana kegiatan rutin yang dilakukan di yayasan kami dengan melakukan istighfar bersama yang diteruskan dengan melakukan istighosah bersama. Diharap dari kegiatan tersebut dapat mempermudah kita dalam mencapai tujuan. Untuk informasi selanjutnya dapat menghubungi kami. Salam.


            

Minggu, 29 Juli 2012

Rumah angker perlu di ruqyah


Assalamu’alaikum Wr Wb.
                Ustadz Massar yang terhormat, kami adalah pasangan suami istri yang baru menikah, kebetulan kami diberi kelebihan rizki oleh Allah Swt, sehingga kami dapat membeli rumah yang sederhana di sebuah desa. Rumah tersebut dibeli dengan harga murah dan merupakan rumah antik yang sulit ditemukan zaman sekarang.
Meskipun begitu, sampai saat ini kami belum menempati rumah tersebut. Dari kabar yang kami terima, rumah yang kami beli mempunyai aura anker, bahkan beberapa orang sekitar rumah pernah melihat roh halus yang menempatinya. Lebih dari itu, menurut cerita sebagian masyarakat, alasan pemilik rumah berani menjual dengan harga murah karena mereka sering diganggu mahluk ghaib, bahkan berpengaruh secara fisik dirasakan, yaitu para penghuni rumah dengan mudah terserang penyakit (sakit). Mohon solusi Ustadz.
                                                                                            Firdaus, Malang 
Wa’alaikummussalam Wr Wb.
                Bapak Firdaus yang baik, pada dasarnya memang dunia ini tidak hanya ditempati manusia, oleh karenanya sebagai orang yang beriman kita wajib percaya adanya mahluk ghaib selain kita. Meskipun begitu, sebagai khalifah di dunia, tidak sepantasnya kita takut terhadap gangguan ghaib dan pengaruhnya. Yakinlah apabila kita selalu mendekatkan diri kepada Allah Swt, pasti kita akan mendapatkan perlindungan-Nya.
                Terkait dengan permasalahan yang sedang bapak hadapi, sebagai upaya untuk mengembalikan kembali keadaan yang diinginkan, maka dapat dilaksanakan rukyah tempat. Dengan meminta pertolongan Allah, diharapkan dapat mengusir mahluk halus penunggu rumah tersebut. Tentunya setelah itu bapak dan ibu tidak serta merta meninggalkannya kembali, atau membiarkannya sepi.
Perlu bapak ketahui, bahwa dalam sebuah riwayat dinyatakan bahwa bangsa jin sangat senang menempati tempat yang kotor dan sepi,  maka perbanyaklah berdoa sebagian doa rasul "Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari (gangguan) setan (jin) laki-laki dan setan (jin) perempuan." (HR At-Turmudzi). Selanjutnya, diharapkan bapak dan keluarga selalu meramaikannya dengan berbagai amalan dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah, seperti mengaji al Quran dll. Salam.


Sabtu, 28 Juli 2012

Bisnis Nabawi dan Putus Asa dalam Usaha


Assalamu’alikum wr Wb.
            Ustadz Massar yang terhormat. Dahulu saya seorang rentiner. Sebenarnya saya tidak mengetahui bahwa rentenir dilarang, terus terang saya bukan orang yang tahu akan agama secara mendalam. Sampai ahirnya saya mendapatkan musibah yang mungkin sekaligus teguran dari Tuhan.
Setelah mendapatkan petunjuk dari seorang sahabat saya berpindah profesi menjadi seorang pedagang. Akan tetapi sangat disayangkan, usaha saya selalu gagal, sampai akhirnya saya putus asa. Saya selalu merasa bahwa penyebab dari kegagalan saya karena saya masih kotor dan berlumuran dosa. Akibatnya saya susah mendapatkan harta dengan cara halal. Mohon solusi.
                                                                                                Kurniawan. Makasar
Wassalamu’alaikum Wr Wb.
            Bapak Kurniawan yang terhormat. Pada dasarnya Allah selalu menerima taubat dari hambanya. Maka, langkah pertama yang harus bapak lakukan adalah banyak membaca istighfar. Terkait dengan usaha bapak yang selalu gagal sesungguhnya merupakan cobaan. Semakin bapak bersabar, semakin banyak hikmah yang akan bapak temukan.
Termasuk dari manfaat dari istighfar sendiri dapat memperlancar rizki. Adapun bacaan yang bisa dibaca adalah sayyidul istighfar, Dalam sayyidul istighfar terdapat akumulasi dari kepasrahan pengharapan dan taubat, dari kelengkapannya sebagai bacaan istighfar, Sayyidul Istighfar dapat menjadi wasilah yang mempercepat diterimanya taubat kita. Ketika istighfar kita mudah diterima maka jalan untuk mendapat kebarokahan rizki semakin mudah.
Adapun keterkaitan istighfar dengan rizki sebagaimana janji Allah bahwa barangsiapa yang selalu istighfar maka rizkinya akan berlimpah (QS. Nuh 10-12) 10.  Maka Aku katakan kepada mereka: 'Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, -sesungguhnya dia adalah Maha Pengampun-, 11.  Niscaya dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, 12.  Dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai.
Sebagaimana kegiatan rutin yang dilakukan di yayasan kami dengan melakukan istighfar bersama yang diteruskan dengan melakukan istighosah bersama. Diharap dari kegiatan tersebut dapat mempermudah kita dalam mencapai tujuan. Untuk informasi selanjutnya dapat menghubungi kami. Salam.


            

Jumat, 27 Juli 2012

Bisnis Nabawi dan Kesuksesan Usaha Angkutan


Assalamu’alaikum Wr Wb.
                Ustadz Massar yang terhormat, saya seorang pengusaha dalam bidang angkutan. Sampai saat ini saya telah mempunyai tujuh armada, yang kesemuanya masih dapat diandalkan. Akan tetapi, semenjak ada isu kenaikan BBM, usaha saya pun ikut merasakan dampaknya. Dari tujuh armada yang beroprasi, sekarang hanya tinggal tiga armada. Jika keadaan ini terus berlanjut,  bisa dimungkinkan saya akan mengalami kebangkrutan.
        Karena terdesak ekonomi tersebut, akhirnya saya melakukan berbagai cara untuk tetap mempertahankan usaha saya. Bahkan cara tersebut saya anggap tidak pantas. Akan tetapi sampai saat ini, usaha saya tidak membuahkan hasil, bahkan menjadi lebih buruk dari sebelumnya. Saya mulai putus asa dengan keadaan ini, apalagi jika BBM dipastikan naik sebagaimana prediksi pemerintah. Mohon solusinya ustadz.
                                                                                                                                Sholihul Munif, Jakarta
Wasalamu’aliakum Wr Wb.
                Mas Munif yang terhormat, saya kira semua itu adalah cobaan yang semua orang pasti terkena dampaknya. Meskipun begitu, tidak serta merta kita harus putus asa dalam menghadapinya. Karena Allah Swt tidak menghendaki hal tersebut, lebih dari itu, segala permasalahan pasti ada jalan keluarnya.
Diantaranya, pertama dengan mengoreksi bagaimana cara kita berbisnis, apakah sudah sesuai ketentuan syari’at atau belum. Janganlah melihat orang lain melakukan kecurangan, karena kebarokahan rizki dilihat dari kebersihan kita dalam bermu’amalat. Belum tentu orang yang berbuat curang dan mendapat keuntungan besar merasakan ketenangan dalam hidupnya.
                Tetaplah berada di jalan Allah Swt, sebagaimana firmannya: ”Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama-suka di antara kamu. Dan janganlah kamu membunuh dirimu; sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu. (Annisa 4:29).
                Untuk selanjutnya silahkan mencontoh bagaimana nabi melaksanakan bisnis. Teruslah berdoa sebagaimana diajarkan rasulullah, yakinlah bahwa doa adalah senjatanya orang Islam. Bagi Allah Swt, tidak ada yang tidak mungkin, maka tetaplah bersemangat. Untuk informasi selanjutnya bisa menghubungi kami. Salam.
                

Kamis, 26 Juli 2012

Merukyah Musuh



Assalamu’alaikum Wr Wb.
            Ustadz Massar yang terhormat, selama ini saya selalu kuatir dengan keselamatan diri saya dan keluarga. Karena iri tetangga saya selalu menebar angin permusuhan. Bermula dari masalah bisnis yaitu usaha toko klontong saya lebih berhasil dibanding tetangga saya. Kebetulan toko kami berdampingan, hanya saja kami menjual barang yang berbeda.
            Hampir setiap hari tetangga saya selalu membuat ulah. Mulai dari mensabotase aliran listrik sampai menyampaikan kabar yang tidak baik kepada pelanggan. Meskipun begitu pelanggan saya tetap setia bahkan usaha saya semakin maju. Bersamaan dengan hal tersebut, tiba-tiba anak saya terkena penyakit yang janggal. Setiap menjelang maghrib perutnya selalu sakit.
            Tidak terlepas dari pertikaian kami, saya menaruh curiga. Akan tetapi saya tidak berani untuk menegur karena belum cukup bukti dan takut permusuhan akan semakin sengit. Akhirnya kami hanya saling diam dan tidak bertegur sapa. Sebenarnya yang saya inginkan supaya tetangga saya sadar dan tidak mengganggu kami lagi, sehingga hubungan kami menjadi harmonis. Mohon solusi.
                                                                       
                                                                                                Andi Suharjo, Pontianak
Wa'alaikumussalam Wr Wb.
            Pak Harjo yang terhormat, niatan bapak untuk menjalin kembali keharmonisan dengan tetangga bapak adalah sikap yang sangat terpuji dan menjadi suatu keharusan sebagai sesama muslim. Meskipun tetangga bapak selalu berprilaku buruk, bapak diharapkan tidak tersulut emosi yang justru akan lebih memperburuk keadaan.
            Cobalah selidiki terlebih dahulu, apakah memang permasalahan yang bapak sangka benar adanya. Supaya tidak saling menyimpan curiga dan permasalahan selesai, cobalah bapak membuang rasa gengsi untuk meminta maaf meskipun bapak tidak bersalah.
Apabila masih merasa ragu bapak bisa membawa penengah dalam permasalahan ini. Hal tersebut sesuai dengan metode al Qur'an sebagaimana firmannya dalam  ”Dan jika kamu khawatirkan ada persengketaan antara keduanya, maka kirimlah seorang hakam dari keluarga laki-laki dan seorang hakam dari keluarga perempuan. Jika kedua orang hakam itu bermaksud mengadakan perbaikan, niscaya Allah memberi taufik kepada suami-istri itu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal”.
Jika masih merasa kurang mampu, Bapak bisa melakukan rukyah untuk keselamatan keluarga bapak agar terhindar dari kejelekan yang dilakukan tetangga bapak. Sekaligus sebagai usaha membuktikan keburukan perilaku tetangga bapak dan menyadarkannya.
Doa yang biasa diamalkan adalah surat Annas dan al Falaq, didalamnya terkandung permohonan kepada Allah Swt agar terlindung dari kejahatan serta kedengkian seseorang juga pengaruh kejahatan syaitan. Semoga bermanfaat. Salam.
            

Rabu, 25 Juli 2012

silaturahim dan rizki


            Ustadz Massar yang terhormat, saya pernah mendengar bahwa silaturahim dapat membuka pintu rezeki, apakah itu benar? Terus terang selama ini saya menyaksikan hal tersebut, saya termasuk orang yang gengsi untuk bertemu dengan banyak orang. Apalagi saya hidup diperkotaan yang tidak terlalu kenal dengan tetangga. Mohon penjelasan dari keterkaitan antara silaturahim dan rizki.

                                                                                                Herlambang, Jakarta
Wassalamu’alikum Wr Wb.
            Bapak Herlambang yang terhormat, silaturahim sesungguhnya merupakan wasilah dari banyak wasilah untuk mendapatkan rizki. Hal tersebut sesungguhnya merupakan janji yang di dasarkan hadits rasul sebagaimana Imam Al-Bukhari meriwayatkan dari Abu Hurairah Subhanahu Wa Ta'ala ia berkata, aku mendengar Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda. "Artinya: Siapa yang senang untuk dilapangkan rizkinya dan diakhirkan ajalnya (dipanjangkan umurnya) maka hendaklah ia menyambung (tali) silaturrahim".
            Dalam dua hadits yang mulia diatas, Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam menjelaskan bahwa silaturrahim membuahkan dua hal, kelapangan rizki dan bertambahnya usia. Ini adalah tawaran terbuka yang disampaikan oleh mahluk Allah yang paling benar dan jujur, yang berbicara berdasarkan wahyu, Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam .
Hadits diatas sesungguhnya seseuai dengan ajaran Islam bahwa seluruh umat islam adalah keluarga, dengan demikian kuatnya ikatan keluarga unsur saling tolong menolong akan terbentuk. Rasa sosial yang kuat ini tidak mungkin lahir tanpa banyaknya pertemuan yang melahirkan ikatan kuat antar sesama. Dari ikatan inilah dimungkinkan rizki akan terus mengalir. Pada dasarnya pintu rizki tidak hanya terdapat dalam silaturahim saja, masih banyak usaha ala nabawi yang merupakan ajaran langsung dari nabi tentang pintu rizki. Untuk informasi selanjutnya bisa menghubungi kami.  
           


Selasa, 24 Juli 2012

Mengembalikan seseorang


Assalamu’alaikum wr.wb. Ustadz Massar yang terhormat, saya mempunyai seorang kakak perempuan yang sudah satu bulan ini meninggalkan rumah karena berselisih paham dengan ayah.  Permasalahan bermula dari sikap keras ayah yang menolak (tidak merestui) hubungan kakak dengan kekasihnya yang notabene seorang pekerja seni/teater. Ayah memandang pekerjaan kekasih kakak tersebut tidak bisa dijadikan sandaran/tidak bisa mencukupi kebutuhan keluarga.
Permasalahan semakin rumit karena kakak saya tidak meninggalkan nomer yang bisa dihubungi. Berbagai cara telah kami lakukan, termasuk menghubungi semua kerabat dan teman-temannya, akan tetapi hasilnya nihil. Pertanyaan saya, apakah dengan ruqyah bisa membantu kakak saya pulang ke rumah dan berkumpul lagi dengan keluarga. Terus terang, saat ini ibu saya sedang dalam kondisi sakit karena terlalu memikirkan kakak. Mohon solusinya Ustadz.
                                                                                                                                                                Ida, Semarang
Wassalamu’alaikum wr.wb. Mbak Ida yang terhormat, sebelumnya tetaplah berusaha untuk melacak keberadaan kakak Anda, termasuk menghubungi pihak yang berwajib. Cobalah menghubungi pacar kakak Anda, karena kemungkinan besar dia bersamanya. Lebih lanjut, supaya tidak terjadi hal yang tidak diinginkan sekembalinya kakak Anda, maka yakinkanlah orangtua Anda untuk lebih mengerti keadaan kakak mbak Ida.
Selanjutnya bisa meminta pertolongan kepada Allah dengan doa-doa yang sesuai (berasal dari al Quran dan Hadits). Diantara bacaan yang dapat mbak Ida amalkan adalah memperbanyak membaca surat A’basa dan memperbanyak dzikir Asmaul Husna khususnya pada kalimat Ya Mu’iidu.
Untuk lebih memantapkan diri, Anda juga bisa melakukan rukyah diri untuk kakak. Dalam hal ini sebagai upaya memohon kepada Allah agar hati kakak Anda kembali kepada jalan yang benar, karena bagaimanapun, apa yang telah dilakukan oleh kakak mbak Ida tidak atas kesadaran penuh olehnya dan juga tidak dibenarkan menurut agama. Semoga atas izin Allah kakak mbak Ida sadar dan kembali kepada keluarga. Untuk selanjutnya bisa menghubungi kami. Salam. 

Senin, 23 Juli 2012

Bisnis Nabawi dan Kesuksesan Usaha


            Usatdz Massar yang terhormat. Terus terang saya seorang pengusaha yang tidak mengenal jauh tentang agama. Dalam perjalanan bisnis, saya selalu mendapatkan keuntungan yang berlipat. Tanpa ragu saya menyingkirkan pesaing bisnis dengan cara apapun. Begitu juga menghalalkan segala cara agar bisnis saya untung.
            Pada akhirnya saya berspekulasi dengan modal yang sangat besar. Termasuk saya mengikuti persaingan di bursa saham. Tanpa dikira saya mendapatkan kerugian yang menyebabkan saya bangkrut. Dari kejadian tersebut saya sadar bahwa selama ini saya tidak mendasari usaha saya dengan keimanan. Akan tetapi yang menjadi permasalahan tidak hanya terkait keimanan saja, saya juga tidak mengetahui jalannya. Saya ingin tetap sukses dengan mendapatkan ketenangan hidup. Mohon solusi.

                                                                                   Bagus Raharjo. Sulawesi Selatan 
Wasaalmu’alaikum Wr Wb.
            Bapak Bagus yang terhormat. Usaha bapak untuk bertaubat sangatlah tepat. Untuk menjalankan usaha memang harus seimbang antara kepentingan dunia dan akhirat. Jangan sampai untung di dunia akan tetapi rugi di hari akhir kelak. Untuk kesalahan dalam berspekulasi memang merupakan resiko dalam berusaha, akan tetapi jika diambil hikmahnya hal tersebut dikarenakan bapak jauh dari tuntunan agama, sehingga Tuhan memperingatkan bapak.
            Sebagaimana contoh, kita tidak diperbolehkan berbisnis dengan cara riba. Yaitu  dalam al Quran ”Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memakan riba dengan berlipat ganda dan bertakwalah kamu kepada Allah supaya kamu mendapat keberuntungan”.
            Disamping cara bisnis yang sesuai dengan syariat, Bapakpun tidak boleh mininggalkan kewajiban yang sangat penting dan biasa terlupakan. Diantaranya zakat dan shodaqoh. Keduanya dapat membersihkan dan memberi kebarokahan bagi usaha bapak. Membiasakan diri untuk bersih dari segala usaha kotor memang sangat berat. Apalagi tidak mempunyai pembimbing yang dapat memberikan solusi bisnis Islami. Segera menghubungi kami. Salam.

           
           
            

Minggu, 22 Juli 2012

Rukyah Mendatangkan Kebarokahan



            Saya seorang mantan narapidana, kesalahan yang saya lakukan ketika terjerumus dunia hitam tidak terhitung. Segala bentuk kejahatan pernah saya lakukan, mulai dari mencuri sampai membunuh. Suatu saat saya pernah merasa putus asa dan akan mengakhiri hidup.
            Dalam segi harta saya memang terlahir dari keluarga kaya. Meskipun begitu kasih sayang tidak dapat saya rasakan dari keluarga yang mengakibatkan saya terjerumus kedalam dunia hitam. Dalam keterpurukan, nasib naas menimpa keluarga. Ayah sebagai tulang punggung keluarga harus mendekam dipenjara karena korupsi.
            Perekonomian keluarga kolep, kehidupan saya sendiri semakin terlantar. Dari keadaan tersebut saya mencoba nekad dan harus berakhir dipenjara. Setelah keluar, saya bagaikan orang yang hilang, keluarga sudah menjadi orang yang tidak punya apa-apa lagi. Sisa pengalaman jahat belum bisa hilang, sampai akhirnya secercah hidayah merasuk dalam diri saya.
            Saya bertemu Ustadz Massar dan akhirnya minta dirukyah. Setelah beberapa kali mengikuti terapi, saya merasa menjadi orang yang baru. Memanfaatkan keadaan saya mulai belajar berbisnis dari beliau. Sampai sekarang saya sudah mempunyai beberapa perusahaan. Saya baru tersadar, bahwa menjadi orang baik dengan diiringi doa dan ikhtiyar menjadi wasilah kesuksesan saya. Terima kasih Ustadz.
                                                                                                Hamdani, Malang


Sabtu, 21 Juli 2012

rukyah dan perubahan sikap anak


Assalamu’alaikum Wr. Wb.
            Ustadz Massar yang terhormat, saya seorang ibu dari seorang putra semata wayang. Saya sendiri bekerja disalah satu perbankan swasta di Jakarta. Dari kecil karena kesibukan saya, anak kurang mendapat perhatian. Biasanya saya menitipkannya kepada perawat karena suami juga seorang yang sibuk dengan pekerjaannya.
            Karena tidak mendapatkan perhatian penuh, putra saya menjadi tidak terkontrol. Akibatnya sekarang terperangkap pergaulan bebas. Dulu pernah saya masukan ke pondok pesantren dan Alhamdulillah mengalami perubahan . Akan tetapi ketika kembali ke pergaulannya, sifatnya menjadi tidak jelas dan sangat nakal. Saya dan suami sudah putus asa dengan perbuatannya yang selalu mencemarkan nama baik keluarga. Tadinya saya mempunyai inisiatif untuk mengirimkannya kelembaga rehabilitasi, akan tetapi saya tidak tega, karena saya dan suami sangat menyayanginya. Mohon solusi Ustadz.

                                                                                                Ruqoyah, Tangerang
Wassalamu’alikum Wr. Wb.
            Ibu Ruqoyah yang terhormat, pada dasarnya seorang anak terlahir dalam keadaan suci. Mereka bagaikan lembaran kertas putih yang siap diisi dengan tulisan. Adapun yang bertanggung jawab penuh terhadap prilaku si anak adalah orang tua sebagaimana dalam hadits nabi “Setiap anak itu dilahirkan dalam keadaan fitrah, kedua orang tuanyalah yang membuatnya Yahudi, Nasrani, atau Majusi” (HR. Bukhari).
            Hadits di atas mewakili seluruh perilaku anak, baik atau buruk. Karena putra ibu sudah terlanjur dalam kenakalan, hal tersebut bukan berarti tidak bisa disembuhkan atau diluruskan. Janganlah ibu dan suami berputus asa. Sebaliknya sebagai bentuk penyesalan Ibu dan suami harus serius dalam mengembalikan kembali putra ibu kejalan yang benar.
            Untuk memperbaiki mental seseorang memang membutuhkan waktu lama. Tergantung kepada perubahan yang terjadi. Apabila putra ibu sama sekali dari kecil tidak menerima pendidikan agama sehingga watak jahatnya timbul karena alamiah, maka terapi dilakukan sekaligus dengan pengisian ilmu keagamaan. Adapun apabila kenakalannya karena pergaulan sesaat atau ada perubahan dari baik menjadi jahat maka cukup dengan melakukan rukyah untuk mengembalikan kembali kepada sifat aslinya. Kedua cara penanggulangan tersebut telah biasa dilakukan di yayasan kami.
            Adapun membawanya ketempat rehabilitasi harus menjadi alternatif terakhir. Yang perlu dihindari adalah tekanan psikis yang lebih jauh dan beresiko, kemungkinan itu bisa terjadi apabila kesadaran tidak timbul dari keinginan dirinya. Menyadarkannya lewat ritual ibadah dan mendekatkan diri kepada yang Maha Kuasa lebih efisien dan mempunyai nilai bagi diri si anak.
            Sekedar untuk memotifasi ibu dan bapak bahwa sesungguhnya anak adalah karunia yang sangat berharga. Hanya anak kita yang soleh yang doanya dapat menjadi bekal kita dalam kehidupan setelah mati, maka alangkah bahagianya apabila kita mendapatkan anak yang sholeh dan patuh terhadap orang tua, semoga ibu dan bapak tidak putus asa dalam mendidik  putra ibu. Salam.

Jumat, 20 Juli 2012

Kunci Sukses Usaha bagi Pemula


Assalamu’alaikum Wr Wb.
            Ustadz Massar yang terhormat, saya mempunyai perusahaan garmen yang cukup besar. Kebetulan usaha saya merupakan warisan dari ayah saya. Selain perusahaan garmen saya diwarisi juga lumayan banyak harta kekayaan.
Tidak senang dengan hal tersebut, Ibu saya memaksa untuk meneruskan usaha ayah saya. Padahal selama ini saya tidak bisa berbisnis. Sudah saya coba untuk beberapa bulan, akan tetapi hasilnya sangat mengecewakan, saya selalu terkena tipu dan usaha saya mendapat banyak kerugian.
Saya mencoba usaha lain sebagai cara mewujudkan keinginan ibu supaya jadi bisnismen, akan tetapi tidak ada perkembangan. Lagi-lagi saya harus merugi dan terkena tipu oleh rekan bisnis saya ataupun pelanggan. Akhirnya saya menyimpulkan bahwa dunia bisnis memang penuh dengan tipu muslihat. Kalau saya tidak pandai menipu maka saya akan ditipu. Sampai sekarang saya merasa bingung dan bimbang. Mohon solusi. Salam.
                                                                       
                                                                                                Abidin, Tangerang 
Wassalamu’alaikum Wr Wb.
            Pak Abidin yang terhormat. Untuk menjadi seorang bisnismen tidaklah sulit. Selama kita mengetahui bagaimana tatacara bermu’amalah (hukum ekonomi Islam). Dalam Islam sendiri banyak yang bisa dipelajari untuk menjadi bisnismen. Bahkan Rosulullah adalah seorang bisnismen sejati.
            Yang paling penting bapak tetap berjalan dalam syari’at Islam ketika berbisnis. Sebagaimana firman Allah dalam al Quran ” Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama-suka di antara kamu. Dan janganlah kamu membunuh dirimu; sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu” (4:29).
            Dengan berpegang teguh kepada ajaran Islam insya Allah bapak tidak akan ditipu, atau di dzolimi. Janganlah bapak terbawa nafsu sesaat untuk ikut menjadi penipu dalam berbisnis, menipu itu sangat dilarang dalam syari’at karena termasuk perbuatan syaitan ”.Syaitan itu memberikan janji-janji kepada mereka dan membangkitkan angan-angan kosong pada mereka, padahal setan itu tidak menjanjikan kepada mereka selain dari tipuan belaka”. (4:120)
            Dalam persaingan bisnis zaman sekarang, tentunya Bapak diharuskan memilih antara tetap istiqomah dengan keyakinan yang benar tetapi beresiko kebangkrutan atau sebaliknya tergerus keadaan dan menghasilkan keuntungan. Perlu Bapak ketahui sebenarnya pilihan tersebut adalah fatamorgana, itulah hasil tipu daya syaitan. Kesuksesan itu berasal dari Allah Swt. Maka tiada jalan untuk menuju kepada-Nya kecuali dengan mendekatkan diri kepada-Nya.
            Adapun untuk membentengi diri dari para penipu tentunya sebagai orang Islam kita bisa mengandalkan doa dan amalan-amalan sesuai syari’at. Sebagaimana dalam kandungan doa rosul salah satunya meminta untuk terbebaskan dari hutang. Begitu juga dengan cara sukses usaha bisnis ala nabawi. semoga bermanfaat. salam. 




Kamis, 19 Juli 2012

Ayam potong yang haram


Assalamu’alaikum Wr.Wb.
            Ustadz Massar yang terhormat, saya seorang pedagang daging ayam goreng menggunakan merek tertentu, karena sistem yang dipakai adalah sistem waralaba maka untuk ayam potong didatangkan langsung dari pusat, saya tidak tahu apakah dipotong secara halal atau tidak. Akan tetapi kemungkinan besar untuk sistem pemotongannya dengan memakai mesin. pertanyaannya, apakah dagangan saya halal atau tidak?bagimanakah supaya dagangan saya untung banyak.
                                                                                                            Chambali, Sragen
Wassalamu’alaikum Wr. Wb.
            Mas Chambali yang terhormat, memotong ayam tanpa membaca Basmalah maka hukumnya sama dengan bangkai. Adapun memperjualbelikan bangkai hukumnya haram “Allah dan Rasulnya telah mengharamkan penjualan minuman keras, hewan yang mati secara alami (bangkai), babi dan berhala.”(HR Bukhari dan Muslim).
            Maka untuk meyakinkan kehalalannya, coba mas periksa dulu siapakah yang memiliki pabrik pemotongan, apakah orang muslim atau bukan. Salam

Rabu, 18 Juli 2012

Berobat dengan Wasilah


Assalamu’alaikum Wr. Wb.
            Ustadz Massar yang terhormat, sebagai orang yang peduli terhadap akidah islam, saya merasa gelisah dan khawatir dengan model pengobatan alternatif yang ditayangkan ditelevisi akhir-akhir ini. Diantaranya pengobatan dengan menggunakan wasilah jin. Ketika akan mengobati pasien tabib akan kesurupan kemudian memberikan solusi atas penyakit yang diderita pasien.
            Lebih dari itu, pengobatan dengan menggunakan benda bertuah seperti Batu Ponari dan batu-batu lainnya yang sekarang kian marak. Yang menjadi pertanyaan saya, bagaimanakah hukumnya mempercayai kesembuhan lewat wasilah sebagimana telah saya sampaikan di atas. Sekaligus mohon solusi.

                                                                                                            M. Naryoko, Demak
Wassalamu’likum Wr. Wb.
            Pada dasarnya meminta pertolongan kepada selain Allah hukumnya syirik dan termasuk dosa besar. Sebagaimana dalam ayat al Quran surat Annisa : 46 ” Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barang siapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar”.
            Meminta pertolongan secara langsung haruslah kepada Allah Swt. Terkait dengan menggunkan jin sebagai wasilah mencapai tujuan maka bisa dilihat dari dua sudut pandang. Pertama, apabila jin dijadikan sebagai alternatif dalam memohon keinginan diluar sunnatullah, maka hukumnya syirik. Kedua, apabila jin menjadi pembantu dan tidak menjadi wasilah serta tidak bertentangan dengan sunnatullah maka tidak bertentangan dengan ketauhidan.
            Sedangkan meyakini ada kekuatan selain dari Allah Swt, seperti meyakini batu bertuah, keris berkhasiat serta benda lainnya yang memberikan manfaat, hukumnya syirik. Maka kita wajib menjauhinya.
Dalam Islam sendiri telah memberikan banyak alternatif dalam pengobatan, yaitu lewat wasilah doa-doa yang telah diajarkan rosul. Utamanya menggunakan ayat al Quran ”Dan Kami turunkan dari Al Qur'an suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al Qur'an itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang lalim selain kerugian”.(al Isra 82).
Dua metode yang dikenal dalam penggobatan dalam Islam yaitu metode rukyah dan tib nabawi. Keduanya merupakan warisan pengobatan Rasulullah yang dapat menjauhkan kita dari syirik dan dapat mempertebal keimanan. Sebaliknya menggunakan wasilah jin ataupun benda-benda bertuah sangatlah rentan terhadap kesyirikan, semoga Allah menjauhkan dari itu semua. Salam.  

Selasa, 17 Juli 2012

Solusi Penyakit Aneh


Assalamu’alaikum Wr. Wb.
         Ustadz Massar yang terhormat. Saya seorang pengusaha tembakau. Meskipun begitu saya mempunyai sampingan sebagai direktur di salah satu perushaan BUMN. Tidak diketahui penyebabnya, sudah hampir tiga bulan saya menderita penyakit aneh. Saya selalu merasa tidak nyaman dan gelisah diwaktu-waktu tertentu, yaitu ketika menjelang malam dan pertengahan malam. Efeknya saya selalu merasa tidak enak badan.
            Akibatnya usaha saya lumayan menurun karena saya tidak bisa maksimal mengurusinya. Selama ini saya belum bisa mempercayakan usaha saya kepada orang lain. Dengan keadaan ini saya menjadi depresi. Telah mencoba untuk berobat, akan tetapi tidak membuahkan hasil. Diagnosa dokter saya hanya menderita kelelahan. Mohon solusi.
                                                                                                Jaka Sasmita, Purwakarta
Wassalamu’alaikum Wr Wb.
            Jika melihat kronologi penyakit Bapak, kemungkinan besar Bapak diguna-guna oleh seseorang yang tidak senang kepada Bapak. Cobalah Bapak menyelidiki terlebih dahulu orang yang tidak senang terhadap bapak. Apabila sudah ditemukan maka cobalah mengklarifikasi masalahnya. Bisa jadi rekan kerja atau bisnis bapak yang merasa tersinggung.
            Jika kemungkinan tersebut sangat kecil. Cobalah Bapak mengintrofeksi diri, adakah sikap Bapak selama ini yang tidak disukai orang lain. Untuk selanjutnya Bapak bisa melakukan rukyah. Dengan rukyah diharap dapat mengeluarkan hal-hal ghoib yang telah ada dalam diri Bapak. Sebagaimana ajaran Nabi tentang penangkal terhadap gangguan ghoib dengan ayat-ayat muwa’idzot.
            Pada hakikatnya guna-guna ataupun sihir sebenarnya telah ada sejak zaman dahulu. Hal tersebut sering di ceritakan dalam al Quran sebagai contoh surat al Falaq ayat 4 dan 5 ”dan dari kejahatan wanita-wanita tukang sihir yang menghembus pada buhul-buhul-dan dari kejahatan pendengki bila ia dengki”. Rukyah sendiri tidak hanya diperlukan ketika telah terjadi suatu gangguan gahoib, lebih dari itu bisa menjadi perisai diri supaya tidak mendapatkan gangguan kembali. Salam.         
  
               

Senin, 16 Juli 2012

Rukyah Anak Sholeh


Assalamu’alaikum Wr. Wb.
            Ustadz Massar yang terhormat, saya seorang wanita karir begitu juga dengan suami saya, seorang bisnismen yang sangat sibuk dengan pekerjaannya. Karena kesibukan kami berdua, kami sepakat menunda untuk mempunyai momongan dengan mengikuti program KB. Akan tetapi tanpa kami duga, saya tetap mengandung.
            Setelah melahirkan kami menjadi bingung untuk merawatnya, kami masih sibuk dengan pekerjaan masing-masing. Akhirnya kami memutuskan untuk dirawat oleh nenek kami di kampung. Disamping mengurangi beban kami, diharapkan dapat terhindar dari pergaulan kota yang tercemar.
            Setelah umur sepuluh tahun kami ambil kembali untuk hidup bersama kami. Akan tetapi semenjak di kota, pergaulannya menjadi tidak terkontrol dan menjadi nakal serta sering melawan orang tua. Kami merasa putus asa untuk mengajarinya. Meskipun begitu, ketika bertemu dengan neneknya putra kami menjadi penurut, kami tidak tahu apakah itu pura-pura atau tidak. Kami berniat untuk mengembalikannya kepada nenek kami, akan tetapi kami merasa berdosa karena selama ini belum pernah merawatnya. Mohon solusi untuk kebaikan anak kami.

                                                                                                            Narsih. Semarang

Wassalamu’aliakum Wr. Wb.
            Ibu Narsih yang terhormat, pada dasarnya menjadi kewajiban orang tua untuk mendidik anaknya. Baik buruknya seorang anak tergantung kepada kedua orang tuanya. Sebagaimana contoh dalam al Quran surat Luqman. ”Hai anakku, dirikanlah salat dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah)”. (31:17).
            Nasehat yang diberikan Luqman kepada anaknya merupakan bentuk keharusan orang tua memberikan arahan bagi anak mereka. Anak bagaikan lembaran putih yang siap diisi tulisan baik atau buruk. Perlu diingat bahwa keterkaitan darah akan sangat mempengaruhi psikologis seorang anak, khususnya seorang ibu.
Penekanan lain sebagaimana dalam al Quran surat at Tahrim. ”Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan”.(66:6).
Sudah menjadi kewajiban setiap orang untuk menjaga keluarganya masing-masing dari api neraka. Dalam hal ini analogi yang paling tepat adalah menjaga keluarga dari perangai yang tidak terpuji. Bagaimanapun caranya perbaikan mental bagi anak mutlak diharuskan semenjak dini. Bagaikan pohon yang masih kecil dapat dibentuk seseuai dengan keinginan, sebaliknya ketika sudah besar akan sangat sulit.
Adapun prihal putra ibu yang nakal dapat dilakukan bimbingan intensif. terkecuali apabila hal tersebut tidak berhasil, maka ibu bisa melakukan ruqyah yang biasa dilakukan di tempat kami. Pada dasarnya kenakalan seorang anak masih bisa ditolelir kecuali sampai melakukan hal-hal yang dianggap kurang wajar seperti memukul atau melawan orang tua.
Sekedar motifasi untuk Ibu dan bapak, bahwa anak merupakan karunia Allah yang begitu berharga, maka sudah menjadi kewajiban kita untuk menjaganya. Alangkah bahagianya apabila ada seorang yang memiliki anak sholeh yang akan mendoakan kita setelah kita tiada. Perlu diketahui juga, bahwa anak kita bisa menjadi rahmat atau menjadi fitnah. Maka untuk menjadikan putra kita sebagai rahmat sudah sepatutnya sebagai orang tua selalu membimbingnya kepada jalan yang benar.




Sabtu, 14 Juli 2012

Rukyah Mendatangkan Kebarokahan


            Saya seorang mantan narapidana, kesalahan yang saya lakukan ketika terjerumus dunia hitam tidak terhitung. Segala bentuk kejahatan pernah saya lakukan, mulai dari mencuri sampai membunuh. Suatu saat saya pernah merasa putus asa dan akan mengakhiri hidup.
            Dalam segi harta saya memang terlahir dari keluarga kaya. Meskipun begitu kasih sayang tidak dapat saya rasakan dari keluarga yang mengakibatkan saya terjerumus kedalam dunia hitam. Dalam keterpurukan, nasib naas menimpa keluarga. Bapak sebagai tulang punggung keluarga harus mendekam dipenjara karena korupsi.
            Perekonomian keluarga kolep, kehidupan saya sendiri semakin terlantar. Dari keadaan tersebut saya mencoba nekad dan harus berakhir dipenjara. Setelah keluar, saya bagaikan orang yang hilang, keluarga sudah menjadi orang yang tidak punya apa-apa lagi. Sisa pengalaman jahat belum bisa hilang, sampai akhirnya secercah hidayah merasuk dalam diri saya.
            Saya bertemu Ustadz Massar dan akhirnya minta dirukyah. Setelah beberapa kali mengikuti terapi, saya merasa menjadi orang yang baru. Dengan memanfaatkan keadaan saya mulai belajar berbisnis dari beliau. Sampai sekarang saya sudah mempunyai beberapa perusahaan. Saya baru tersadar, bahwa menjadi orang baik dengan diiringi doa dan ikhtiyar menjadi wasilah kesuksesan saya. Terima kasih Ustadz.
                                                                                                Hamdani, Malang

Selasa, 10 Juli 2012

Buta Akibat Inkar Janji



            Sebagai bisnismen kelas nasional, eksistensi untuk mendapatkan keuntungan yang selalu bertambah menjadi mutlak harus dicapai. Tidak mengherankan banyak para pengusaha yang menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuannya. Tidak hanya dalam bisnis termasuk memanfaatkan kekuasaan politik sebagai sarana mengumpulkan keuntungan sebanyak-banyaknya.
            Syafi’i yang selama ini dekat dengan pemerintahan sangat mengetahui benar bagaimana berhubungan dengan penguasa. ”Pak mohon proyek ini bisa dilancarkan! untuk hitungannya bapak tinggal minta berapa” salah satu usaha Syafi’i dalam meloloskan usahanya membebaskan tanah di daerah Kalimantan.
            Dengan kemahiran melobi dan iming-iming keuntungan, Syafi’i selalu berhasil mengelabui targetnya. Sampai suatu saat syafi’i tidak bisa mengatasi permasalahan lewat penguasa, secara langsung harus melobi langsung penduduk adat yang tinggal di pedalaman kalimantan. ”Bapak kepala suku yang saya hormati, saya bermaksud membeli tanah disini untuk kepentingan bisnis, saya akan beli dengan harta tinggi.” bujuknya dengan menggunakan bahasa khas daerah kepada kepala suku. ”saya coba musyawarahkan terlebih dahulu dengan warga di sini” jawab kepala suku.
            Melihat iming- iming yang besar, warga setempat merelakan sebagian besar tanahnya dibeli. ”Setiap meter saya hargai satu juta, untuk pembayarannya saya akan mengangsur bayaran menjadi tiga kali” bujuk Syafi’i. ”Baiklah kami setuju” jawab mereka serempak. Karena warga setempat memiliki  tarap pendidikan yang sangat rendah, dengan mudah mereka menyetujui perjanjian tersebut.

Pembodohan Yang Berakibat Fatal
            Untuk angsuran yang pertama Syafi’i menepati janji, akan tetapi untuk angsuran selanjutnya tidak kunjung dibayar. Padahal gedung-gedung pabrik telah megah dan selesai dibangun.”Kita harus mengambil hak kita kembali” ajak kepala suku. Akan tetapi unjuk rasa yang dilakukan warga setempat harus berhadapan petugas keamanan yang menggunakan tangan besi untuk mengusir mereka.
            ”Ini sudah keterlaluan, kita harus memberi mereka pelajaran” ungkap kepala suku. Tidak beberapa lama setelah rencana dilaksanakan, syafi’i menemukan sebuah bungkusan di atas atap pintu rumah. Tanpa sengaja bungkusan tersebut jatuh tepat diatas kepala dan serbuknya mengenai matanya ”Auuukh, mataku” jeritnya. Tidak beberapa lama mata Syafi’i tidak bisa melihat. Ketika berobat, dokter tidak menemukan zat yang berbahaya dalam serbuk tersebut, kejadian tersebut sangatlah ganjil.
            Dalam prasangka bahwa ini adalah guna-guna, Syafi’i pergi ke tempat ustadz ahli rukyah asal Semarang. Tanpa ragu Syafi’i menceritakan seluruh kejadiannya dari awal sampai akhir. ”Pak Ustadz, saya seorang pengusaha sedang menjalankan bisnis di Kalimantan, tiba-tiba mata saya terkena serbuk dan mengalami kehilangn penglihatan sampai sekarang”. Akhirnya sang ustadz memutuskan untuk merukyah Syafi’i.
            Sebelum merukyah, sang ustadz menyarankan untuk memberikan hak-hak yang harus diterima penduduk di Kalimantan. Banyaknya pikiran, tanggung jawab serta banyaknya dosa akan berpengaruh terhadap suksesnya merukyah. Setelah beberapa kali dilakukan rukyah, akhirnya pengelihatan Syafi’i kembali pulih. Dalam proses pemulihan Syafi’i tersadarkan akan pentingnya selalu jujur dan menepati janji.
            Tidak sampai disana, Syafi’i mulai mempelajari berbisnis yang berlandaskan Islam. ”Tiada hal yang memberikan ketenangan batin kecuali dengan dengan sang pencipta” nasihatnya kepada sang istri yang ternyata salah satu gadis pedalaman yang disuntingnnya.


           

Senin, 09 Juli 2012

Mendidik Anak Nakal dalam Kesibukan


Assalamu’alaikum Wr. Wb.
            Ustadz Massar yang terhormat, saya seorang wanita karir begitu juga dengan suami saya, seorang bisnismen yang sangat sibuk dengan pekerjaannya. Karena kesibukan kami berdua, kami sepakat menunda untuk mempunyai momongan dengan mengikuti program KB. Akan tetapi tanpa kami duga, saya tetap mengandung.
            Setelah melahirkan kami menjadi bingung untuk merawatnya, kami masih sibuk dengan pekerjaan masing-masing. Akhirnya kami memutuskan untuk dirawat oleh nenek kami di kampung. Disamping mengurangi beban kami, diharapkan dapat terhindar dari pergaulan kota yang tercemar.
            Setelah umur sepuluh tahun kami ambil kembali untuk hidup bersama kami. Akan tetapi semenjak di kota, pergaulannya menjadi tidak terkontrol dan menjadi nakal serta sering melawan orang tua. Kami merasa putus asa untuk mengajarinya. Meskipun begitu, ketika bertemu dengan neneknya putra kami menjadi penurut, kami tidak tahu apakah itu pura-pura atau tidak. Kami berniat untuk mengembalikannya kepada nenek kami, akan tetapi kami merasa berdosa karena selama ini belum pernah merawatnya. Mohon solusi untuk kebaikan anak kami.

                                                                                                            Narsih. Semarang

Wassalamu’aliakum Wr. Wb.
            Ibu Narsih yang terhormat, pada dasarnya menjadi kebajiban orang tua untuk mendidik anaknya. Baik buruknya seorang anak tergantung kepada kedua orang tuanya. Sebagaimana contoh dalam al Quran surat Luqman. ”Hai anakku, dirikanlah salat dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah)”. (31:17).
            Nasehat yang diberikan Luqman kepada anaknya merupakan bentuk keharusan orang tua memberikan arahan bagi anak mereka. Anak bagaikan lemaran putih yang siap diisi tulisan baik atau buruk. Perlu diingat bahwa keterkaitan darah akan sangat mempengaruhi psikologis seorang anak, khususnya seorang ibu.
Penekanan lain sebagaimana dalam al Quran surat at Tahrim. ”Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan”.(66:6).
Sudah menjadi kewajiban setiap orang untuk menjaga keluarganya masing-masing dari api neraka. Dalam hal ini analogi yang paling tepat adalah menjaga keluarga dari perangai yang tidak terpuji. Bagaimanapun caranya perbaikan mental bagi anak mutlak dihatruskan semenjak dini. Bagaikan pohon yang masih kecil dapat dibentuk seseuai dengan keinginan, sebaliknya ketika sudah besar akan sangat sulit.
Adapun prihal putra ibu yang nakal dapat dilakukan bimbingan intensif. terkecuali apabila hal tersebut tidak berhasil, maka ibu bisa melakukan ruqyah yang biasa dilakukan di tempat kami. Pada dasarnya kenakalan seorang anak masih bisa ditolelir kecuali sampai melakukan hal-hla yang dianggap kurang wajar seperti memukul atau melawan orang tua.
Sekedar motifasi untuk Ibu dan bapak, bahwa anak merupakan karunia Allah yang begitu berharaga, maka sudah menjadi kewajiban kita untuk menjaganya. Alangkah bahagianya apabila ada seorang yang memiliki anak sholeh yang akan mendoakan kita setelah kita tiada. Perlu diketahui juga, bahwa anak kita bisa menjadi rahmat atau menjadi fitnah. Maka untuk menjadikan putra kita sebagai rahmat sudah sepatutnya sebagai orang tua selalu membimbingnya kepada jalan yang benar.