Minggu, 29 Juli 2012

Rumah angker perlu di ruqyah


Assalamu’alaikum Wr Wb.
                Ustadz Massar yang terhormat, kami adalah pasangan suami istri yang baru menikah, kebetulan kami diberi kelebihan rizki oleh Allah Swt, sehingga kami dapat membeli rumah yang sederhana di sebuah desa. Rumah tersebut dibeli dengan harga murah dan merupakan rumah antik yang sulit ditemukan zaman sekarang.
Meskipun begitu, sampai saat ini kami belum menempati rumah tersebut. Dari kabar yang kami terima, rumah yang kami beli mempunyai aura anker, bahkan beberapa orang sekitar rumah pernah melihat roh halus yang menempatinya. Lebih dari itu, menurut cerita sebagian masyarakat, alasan pemilik rumah berani menjual dengan harga murah karena mereka sering diganggu mahluk ghaib, bahkan berpengaruh secara fisik dirasakan, yaitu para penghuni rumah dengan mudah terserang penyakit (sakit). Mohon solusi Ustadz.
                                                                                            Firdaus, Malang 
Wa’alaikummussalam Wr Wb.
                Bapak Firdaus yang baik, pada dasarnya memang dunia ini tidak hanya ditempati manusia, oleh karenanya sebagai orang yang beriman kita wajib percaya adanya mahluk ghaib selain kita. Meskipun begitu, sebagai khalifah di dunia, tidak sepantasnya kita takut terhadap gangguan ghaib dan pengaruhnya. Yakinlah apabila kita selalu mendekatkan diri kepada Allah Swt, pasti kita akan mendapatkan perlindungan-Nya.
                Terkait dengan permasalahan yang sedang bapak hadapi, sebagai upaya untuk mengembalikan kembali keadaan yang diinginkan, maka dapat dilaksanakan rukyah tempat. Dengan meminta pertolongan Allah, diharapkan dapat mengusir mahluk halus penunggu rumah tersebut. Tentunya setelah itu bapak dan ibu tidak serta merta meninggalkannya kembali, atau membiarkannya sepi.
Perlu bapak ketahui, bahwa dalam sebuah riwayat dinyatakan bahwa bangsa jin sangat senang menempati tempat yang kotor dan sepi,  maka perbanyaklah berdoa sebagian doa rasul "Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari (gangguan) setan (jin) laki-laki dan setan (jin) perempuan." (HR At-Turmudzi). Selanjutnya, diharapkan bapak dan keluarga selalu meramaikannya dengan berbagai amalan dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah, seperti mengaji al Quran dll. Salam.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar