Jumat, 13 Desember 2013

Mudah Lulus Tes Perguruan Tinggi


Assalamu’alaikum Wr.Wb.
Syukur alhamdulillah dan terima kasih kami ucapkan kepada Ustadz Massar yang telah membantu kami dengan merukyah warung makan nasi pecel kami 2 tahun yang lalu secara jarak jauh. Kini warung makan kami semakin sesak oleh para pengunjung baik dari dalam maupun luar kota. Terkadang kami sampai kewalahan melayaninya. Selanjutnya, kami ingin memohon pertolongan Pak Ustadz, untuk merukyahkan anak kami yang akan mengikuti tes seleksi penerimaan beasisiwa keluar negeri agar berjalan lancar.wassalam.
TS, Jogja

Wa’alaikumussalam Wr.Wb.
Mendengar penuturan kesuksesan bapak, terus terang kami ikut merasa senang juga. Terlebih kami mengenal bapak sebagai orang yang baik dan selalu mendekatkan diri kepada Allah.
Selanjutnya terkait dengan permasalahan yang dihadapi putra bapak, maka selain ruqyah yang akan dilakukan, juga perlu kesiapan pengetahuan yang mencukupi. Oleh karenanya, usaha-usaha dzahir sebagaimana kursus dan persiapan materi lainnya mutlak diperlukan. Sedikit berbagi pengalaman dari orang yang telah berangkat ke luar negeri, bahwa penguasaan bahasa menjadi hal yang utama untuk dikuasai. 
Mengingat waktu yang telah mendekati pendaftaran, maka alangkah baiknya pelaksanaan Ruqyah Diri untuk putra bapak dilakukan sedini mungkin. Hal tersebut sebagai upaya untuk memohon pertolongan Allah supaya putra bapak dimudahkan dalam menerima pelajaran serta memahaminya. Meskipun telah melaksanakan terapi ruqyah, alangkah baiknya putra bapak tetap diberi arahan untuk selalu semangat, bekerja keras sampai dengan berkorban untuk meninggalkan hal-hal yang tidak penting untuk sementara. Lebih dari itu, mengamalkan membaca Al Quran sebanyak-banyaknnya dan sholat Hajat/tahajud. Disamping sebagai ibadah, dengan memperbanyak al Quran hati dan fikiran putra bapak akan dipenuhi dengan cahaya positif yang memudahkan terserapnya ilmu pengetahuan.
Supaya putra bapak mendapatkan kemudahan dan kemantapan dalam proses seleksinya dan itu diridloi Allah swt, saya akan memberi do’a khusus yang harus putra bapak baca setelah sholat istikhoroh. Dengan dikombinasikan Ruqyah Diri pada putra Bapak, semua akan baik-baik saja.
Selain itu, amalkan juga doa sebagaimana terdapat dalam al Qur’an “Musa berkata, ‘Robbisy rohlii shodrii, wa yassirlii amrii, wahlul 'uqdatam mil lisaani yafqohu qoulii [Ya Rabbku, lapangkanlah untukku dadaku, dan mudahkanlah untukku urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku, supaya mereka mengerti perkataanku” (QS. Thoha: 25-28). Salam sukses selalu.

Senin, 09 Desember 2013

Cara Menyikapi Cobaan Hidup



 
Assalamualaikum Wr Wb.
Ustadz Massar yang baik, saya seorang ibu rumah tangga dengan suami pekerja swasta. Kami sudah mengarungi bahtera rumah tangga semenjak 15 tahun lalu dan telah mempunyai 4 orang anak, namun saya tidak pernah merasa bahagia. Cobaan demi cobaan selalu menimpa keluarga kami. Dari penyakit kista yang mengharuskan saya operasi, suami menderita sakit dan harus operasi  semuanya atas biaya orang tua, sampai baru-baru ini dokter memvonis saya kena batu empedu dan harus segera dihancurkan. Mengapa saya selalu diberikan cobaan yang bertubi-tubi dan bagaimana solusinya?
                                                                                                                Desy K, Surabaya
Wa’alaikumussalam Wr Wb.
Ibu  Desy yang baik, untuk menyikapi cobaan yang ibu hadapi sampai saat ini, maka selayaknya ibu merenungkan ayat Al Qur’an yang berbunyi “Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar, (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan,"Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un." Mereka itulah yang mendapatkan keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Rabbnya, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk". (Al Baqarah: 155-157)
Perlu ibu ketahui, bahwa semakin besar orang menerima cobaan, maka semakin besar pahala yang di dapat apabila dia bersabar. Hal tersebut sesuai dengan janji Allah “Dan bersabarlah, karena sesungguhnya Allah tiada menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat kebaikan. (Hud: 105). Oleh karenanya itu semua, perteballah iman ibu dalam menghadapi semua cobaan ini dan jangan berputus asa. Ingatlah bahwa Allah Swt tidak akan merubah suatu kaum apabila dirinya tidak berusaha atau tidak mau untuk berubah.
Terkait dengan masalah penyakit yang selalu ibu derita, maka usaha dzahir tetap harus dilaksanakan.  Sebagai usaha batinnya ibu dapat melakukan Ruqyah Diri. Yakinlah bahwa Allah Swt akan memberikan kesembuhan, karena hanya Allah Swt Dzat Pemberi Kesembuhan, sehingga bagi-Nya tidak ada yang tidak mungkin. Tetaplah semangat, berdoa dan berikhtiar karena tidak ada masalah yang tak punya solusi, selagi mau mendekatkan diri pada Allah dan berikhtiar tanpa batas. sebagaimana janji-Nya dalam Al Qur’an “Barang siapa bertaqwa kepada Allah, niscaya Allah memberikan  kepada mereka jalan keluar (atas segala persoalan), dan diberi rizki dari tempat yang tidak terduga. Demikian semoga bermanfaat. Salam.

Minggu, 10 November 2013

Mengembalikan Mental yang Rapuh



KONSULTASI RUQYAH
Assalamu’alaikum Wr Wb
            Sebelumnya mohon maaf ustadz, melihat maraknya fenomena penculikan anak yang ada di televisi, sebagai orang tua saya jadi ikut kawatir.  Kebetulan saat ini saya mempunyai putra-putri yang masih kecil, oleh karenanya saya ingin menanyakan tentang bagaimana agar putra-putri saya aman dari niat jahat para penculik. Terus terang, selama ini sebagai orangtua saya tidak bisa memperhatikan mereka setiap saat, khususnya apabila mereka pulang sekolah.
            Selanjutnya, sebagai seorang ibu saya juga merasa iba dengan para korban penculikan. Sebagian besar dari mereka terlihat depresi dan trauma. Oleh karena itu, tolong berikan penjelasan, bagaimanakah upaya untuk mengembalikan kembali mental mereka. Apakah dengan terapi ruqyah dapat menjadi solusi?
                                                                                                            Fathonah, Jakarta
Wa’alaikumussalam Wr Wb.                                                    
            Ibu Fathonah yang baik, sebagai orang tua pasti ikut merasa kawatir dengan maraknya fenomena penculikan saat ini. Oleh karenanya, perhatian ekstra untuk buah hati memang menjadi sangat penting. Andaipun ibu seorang yang sangat sibuk, yakinkan diri bahwa putra-putri ibu aman di bawah pengawasan seseorang, sebagai contoh guru atau anggota keluarga lain. Sebagian besar motivasi utama penjahat melakukan penculikan adalah alasan ekonomi, faktor dendam, atau motif sexual, terutama mereka yang menderita Paedophilia. Para pelaku juga kadang bukan penjahat profesional, atau spesialis penculikan.
Berdasarkan beberapa kasus penculikan, korban yang selamat dan bertemu kembali dengan keluarganya, selalu mengalami keguncangan jiwa atau trauma yang sangat mendalam yang tidak akan mudah hilang bagi korban, maupun orangtuanya. Seperti, susah tidur, gangguan makan dan takut dengan orang yang tidak dikenalnya, bahkan mirip pelaku penculikan. Selanjutnya perbanyaklah doa astaudi’ukumullaaha alladzi laa tadlii ’u wa daa i ’uhu, hal tersebut sebagaimana dianjurkan dalam hadits dari Umar bin Al-Khattab r.a, sesungguhnya Rasulullah Saw bersabda: “Sesungguhnya Allah Ta'ala jika dititipkan padanya sesuatu Dia pasti menjaganya
            Terkait dengan mengembalikan mental korban yang depresi atau trauma, maka terapi ruqyah dapat menjadi wasilah kesembuhan bagi korban maupun orang tuanya. Disamping menggunakan pendekatan doa, yang secara langsung mempengaruhi psikologis seseorang atas izin Allah Swt. Lebih dari itu, terapi ruqyah juga menggunakan pendekatan dzahir sebagaimana bekam dan praktek lainnya sesuai anjuran Rasulullah. Kejahatan penculikan, bisa mengancam siapa saja dan dimana saja. Oleh Karenanya, kewaspadaan orangtua dalam menjaga anak – anak bahkan ketika sedang bersama - sama di pusat keramaian sangatlah dibutuhkan. Demikian semoga bermanfaat.

Bangkit dari Keterpurukan




Assalamu’alaikum Wr.Wb.
Saya salah satu pengusaha yang menanam saham di Group Bakrie. Perusahaan tersebut bergerak dibidang pertambangan batu bara di kalimantan. Namun sekarang bangkrut. Bantu saya melalui rukyah ustadz, agar atas Kuasa Allah, saya mendapatkan keajaiban untuk bisa bangkit dari keterpurukan dan dapat membuka usaha yang lain. Terimakasih.
Bp. “N” , Jawa Barat
Wa’alaikumussalam Wr. Wb.
Bapak” N” yang baik, sebagai seorang muslim tidak sepatutnya mengandalkan doa saja tanpa berusaha. Karena sesungguhnya islam tidak memisahkan antara usaha dzahir maupun batin. Sebagaimana firman Allah dalam al Quran “Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu sendiri yang mengubah apa yang pada diri mereka . Oleh karenanya teruslah berusaha dengan disertai doa, insya Allah apa yang bapak inginkan akan terwujud.
Dari pembahasan di atas, apabila  bapak ingin membuka bisnis baru, alangkah baiknya anda mengetahui terlebih dahulu cara bisnis ala Nabi.  Sebagai seorang muslim, sosok Nabi Muhammad SAW tidaklah sebatas pemimpin spiritual, lebih dari itu beliau sebagai uswah khasanah dalam menjalani kehidupan termasuk didalamnya cara-cara mencari rizki yang halal dan barokah.  Dalam hal ini, apapun bisnis yang akan bapak geluti insya Allah akan mendatangkan keuntungan yang barokah.
Perbanyak doa (usaha batin) memohon pertolongan Allah agar diberi kemudahan dalam mencari rizki. Adapun amalan yang dapat dilakukan diantaranya adalah dengan memperbanyak membaca surat al Waqiah dan melaksanakan shalat duha serta amalan lainnya yang dapat mempermudah turunnya rizki.
Terapi Ruqyah bisa kami lakukan baik rukyah diri maupun rukyah tempat. Tinggal pilih, Anda datang ke tempat kami atau Anda mengirimkan foto dan data diri Anda untuk ruqyah jarak jauh. Namun perlu Anda ketahui , metode ini hanya sebagai wasilah (sarana) melalui doa agar diberikan kelancaran serta mendapatkan kebarokahan dalam melaksanakan usaha (bisnis) juga sebagai pelindung diri dari iri dengki orang (pesaing usaha) yang ingin mencelakakan atau merugikan kita. Hal tersebut tidak lepas dari fakta dan realita yang terjadi dalam dunia bisnis berupa persaingan usaha yang melibatkan banyak orang.
Setelah semuanya tercapai, tetaplah rendah hati ,mendermakan sebagian harta dan selalu mendekatkan diri kepada Allah Swt. Terkait kegagalan dalam usaha sebelumnya, semoga bapak dapat mengambil hikmah dan pengalaman untuk memperbaiki cara dan metode dalam memulai usaha serta menjalankannya. Untuk pemahaman yang lebih mendalam mengenai hal ini dapat langsung menghubungi kami.



Sabtu, 21 September 2013

mengembalikan cinta anak



Konsultasi Ruqyah:
Assalamu’alaikum Wr Wb.
Ustadz Massar yang terhormat, Karena tidak tahan dengan kondisi perekonomian keluarga yang serba kekurangan, aku memutuskan untuk meninggalkan suami pertamaku dan 2 anakku untuk menikah lagi dengan teman kuliahku dulu yang telah menjadi pengusaha sukses. Akibatnya, kedua anakku tidak mau mengakuiku sebagai ibunya bahkan mereka tak mau menerima setiap aku beri hadiah ataupun uang jajan. Apa yang harus aku lakukan ustadz agar mereka mau memaafkanku dan menerimaku lagi sebagai ibunya meskipun kami hidup terpisah.
                                                                                                                                Maya, Bandung
Wa’alaikumussalam Wr.Wb.
Ibu Maya yang baik, pada dasarnya seorang ibu mempunyai hak yang lebih pantas dalam mengurus anak dari pada suami, apabila terjadi perceraian. Akan tetapi, karena sudah merupakan keputusan ibu, maka yang lalu biarlah berlalu. Secercah penyesalan yang ibu rasakan saat ini merupakan sesuatu yang baik untuk terus diperjuangkan, karena hal tersebut termasuk upaya mengintropeksi diri dan menebus kesalahan Anda di masa lalu.
Terkait permasalahan anak-anak yang telah kecewa, maka ibu harus mengetahui secara psikologis keadaan mereka. Telusurilah terlebih dahulu penyebab utama mereka tidak menerima ibu kembali. Apakah karena penyebab perpisahan yang telah diketahui oleh mereka, atau ada hasutan dari pihak lain termasuk suami atau saudara yang tidak menginginkan ibu dan anak-anak berdamai (rukun).
Setelah mengetahui pokok permasalahan, maka lakukanlah klarifikasi terhadap anak-anak dan mintalah maaf. Yakinkanlah, bahwa bagaimanapun mereka adalah darah daging ibu, dan ibu sangat menyayangi mereka. Sebelum itu, alangkah baiknya permasalahan ibu dan suami serta pihak lain yang terkait telah terselesaikan terlebih dahulu. Sehingga mempermudah rekonsiliasi.
Adapun usaha konkrit yang bisa ibu lakukan adalah dengan melaksanakan ruqyah diri bagi anak-anak ibu. Selain ruqyah diri, diharapkan ibu senantiasa berdoa untuk kebaikan anak-anak, yakinlah doa tersebut akan terkabul, sebagaimana dalam riwayat hadis Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, yang artinya “Tiga doa yang mustajab yang tidak diragukan lagi yaitu doa orang yang dizholimi, doa orang yang bepergian (safar) dan doa baik orang tua pada anaknya.” (HR. Ibnu Majah). Semoga apa yang telah dilakukan ibu membuahkan hasil. Salam.