Senin, 10 Desember 2012

Perempuan Hipersex, Bisakah Diruqyah?




Assalamu’alaikum wr wb
Ustad Massar yang saya hormati, sebenarnya saya malu mengutarakan apa yang telah saya lakukan selama ini. Saya lahir pada 27 Juli 1976, berarti usia saya 36 tahun. Sedangkan suami saya berusia 45 tahun. Sebagai seorang isteri, saya telah mengkhianati suami saya.  Hal ini dikarenakan suami tidak bisa memuaskan kebutuhan biologis saya. Jujur saja, saya termasuk perempuan yang memiliki hasrat tinggi. Sedangkan suami mudah capek dan sepulang kerja langsung tidur.
Ustad, saya telah berganti-ganti pasangan dalam berzina. Dengan bermodal wajah cantik tentu tidak sulit bagi saya mendapatkan lelaki yang bisa memuaskan saya.  Puncaknya, saya pernah hamil lalu menggugurkannya. Ustad, saya merasa berdosa dan ingin bertaubat. Mohon agar Ustad berkenan membimbing saya. Kalau dengan ruqyah saya bisa menjadi lebih baik, saya ingin diruqyah. Terima kasih sebelumnya.
DS di Madiun, Jawa Timur 

Wa’alaikumussalam wr wb
Ibu DS di Madiun yang semoga senantiasa dirahmati oleh Allah swt. Membangun mahligai rumah tangga memang tak seindah masa-masa pacaran seperti anak muda sekarang. Pacaran yang terjadi  saat ini cenderung menonjolkan kelebihan dan menutupi kekurangan sehingga nampak yang indah-indah saja. Bahkan, tak jarang muncul ekspresi seksualitas berlebihan yang pada akhirnya kandas sebelum menuju pernikahan.
 Membangun rumah tangga adalah kesediaan menerima kekurangan dan kelebihan pasangan. Oleh karena itu, sebelum menikah, hendaknya dianjurkan untuk ta’aruf pra nikah, yaitu mengenal calon pasangan baik kekurangan maupun kelebihan. Hal ini penting untuk meminimalisir atau menghindari perselisihan dan cek cok di kemudian hari. Ta’aruf di sini adalah memang benar-benar memiliki niat untuk menikah.
Nabi bersabda, "Jika kamu berkeinginan mengawini seseorang maka sebaiknya kamu dapat lebih dulu melihat dan bertemu langsung dengannya. Karena hal itu merupakan sarana yang berpotensi lebih untuk dapat menjaga keutuhan rumah tangga keduanya di kemudian hari" (HR. Tirmidzi dan Nasa’i).
Allah swt berfirman, “Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu ialah orang yang paling bertaqwa. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.” (QS. Al-Hujurat ayat 13).
Terkait dengan masalah Anda, dalam hidup ini, manusia senantiasa diuji. Susah, senang, kaya, miskin itu semuanya ujian agar Allah mengetahui mana manusia yang benar-benar teguh memegang keimanan. Termasuk dalam rumah tangga, komitmen atas kesetiaan terhadap pasangan juga diuji. Tidak adanya saling pengertian, menuruti ego dan kepuasan diri akan merapuhkan pondasi rumah tangga. Oleh karena itu, komunikasi, musyawarah amat penting ketika rumah tangga dihadapkan pada sebuah persoalan. Bukan malah secara sepihak mencari pelarian.
Apa yang sudah terjadi tidak perlu berlarut-larut disesali. Segera menghubungi kami untuk terapi Ruqyah Diri sebagai media memohon kepada Allah agar dibersihkan dari hawa dan energi negatif dalam tubuh. Bertaubat dan kembali ke jalan yang benar adalah solusi terbaik. Salam.
.

Selasa, 06 November 2012

Sebuah Testimoni Restoran Cepat Saji


1.       Saya seorang pengusaha restoran fast food di salah satu Mall terbesar di Bandung. Selama satu tahun belakangan ini, resto kami selalu sepi. Beberapa tamu yang datang hanya melihat-lihat saja dan memilih masuk ke resto di dekat kami. Terus terang saya dan para karyawan merasa aneh dengan keadaan seperti itu.
Memang saya akui bahwa sebelumnya pernah terjadi persaingan promosi di Mall tersebut, akan tetapi hal itu saya anggap biasa dalam dunia bisnis. Untuk menyikapi permasalahan  tersebut, sebenarnya secara teknis kami dan karyawan serta konsultan bisnis telah berusaha semaksimal mungkin untuk mengevaluasi dan mengadakan terobosan-terobosan baru. Alih-alih usaha tersebut  membuahkan hasil, sebaliknya kami menderita kerugian yang cukup besar.
Merasa ada sesuatu yang tidak wajar, atas saran rekan bisnis akhirnya saya menghubungi Ustadz Massar asal Semarang. Tanpa menunggu lama, saya dan orang kepercayaan menghadap beliau di kediamannya. Setelah menceritakan kronologi kejadian, ustadz Massar menyarankan saya untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah Swt. Alasannya, selama ini bisnis yang saya geluti telah mengundang  iri dengki para pesaing dan orang-orang yang tidak senang dangan saya. Selain itu, Ustadz Massar menyarakan untuk dilaksanakan ruqyah diri dan juga tempat bagi usaha saya. Atas izin Allah, tidak beberapa lama usaha saya kembali maju dan sukses. Terima kasih ustadz Massar.
                                                                                                                                                                                                                                                                                  NN , Bandung

Senin, 05 November 2012

Sebuah testimoni sukses usaha


1.       Saya adalah seorang pengusaha dalam bidang konveksi dengan 5 anak cabang perusahaan. Sedikit berbagi, bahwa sebelum seperti sekarang, saya hanyalah penjahit biasa dengan peralatan ala kadarnya. Oleh karena keterbatasan dana, suatu ketika saya harus meminjam mesin jahit tetangga dan tidak sengaja merusakannya. Akhirnya, sebagai pengganti saya harus rela menjadi pembantu dirumahnya.
Kepedihan nasib ternyata membawa saya kepada semangat untuk terus berjuang. Sedikit demi sedikit saya mulai mengumpulkan modal dan mencoba meminta bantuan kepada setiap orang yang saya kenal. Selain modal, saya juga terus memperbaiki produk dan merambah kepada orderan sablon, untuk kemudian  mempromosikanya ke pasaran.
Merasa cukup modal sedangkan usaha menjahit serta samblon telah berjalan, akhirnya saya memutuskan pindah tempat. Tidak terlalu sulit untuk menemukan tempat yang murah dan besar. Akan tetapi tidak semudah mendapatkannya, tempat baru saya tidak membawa keberkahan. Para pelanggan banyak yang pindah, lebih dari itu setiap orang yang datang banyak yang menjadi tidak berminat. Berbagai upaya  telah saya lakukan akan tetapi tidak membuahkan hasil.
Atas saran salah seorang rekan, saya menemui Ustadz Massar di Semarang. Setelah berkonsultasi mengenai permasalahan, akhirnya tempat usaha saya disarankan untuk diruqyah. Menurut beliau, aura negatif tempat usaha  berasal dari penghuni sebelumnya yang berprilaku buruk dan jauh dari agama.
Setelah dilaksanakan ruqyah tampat, tidak menunggu beberapa lama,  keberkahan mulai kembali tampak. Para pelanggan yang tadinya pindah, sedikti demi sedikit berlangganan kembali. Lebih dari itu banyak para pengunjung menjadi tertarik dengan produk yang saya tawarkan, lebih dari itu  order dari luarpun mu;lai berdatangan. Terima kasih ustadz.
Fredi B , Bogor







Minggu, 04 November 2012

Menggapai Jodoh dengan ruqyah


Assalamu’alaikum Wr Wb.
Ustadz Massar yang terhormat, Saya Arjuna (32) seorang eksekutif muda yang sukses, akan tetapi tidak dengan masalah pribadiku yang belum juga menemukan pendamping hidup. Dari segi materi maupun penampilan semuanya memungkinkanku untuk mendapatkan segalanya. Apa yang membuat aku sulit menemukan pendamping hidup, apakah dengan terapi ruqyah bisa mengatasi masalah saya Ustadz?
                                                                                               Arjuna Sambi (nama di samarkan), Kuningan
Wassalamu’alaikum Wr Wb.
Bapak Arjuna yang baik, Jika melihat kondisi bapak yang telah menjadi pengusaha diwaktu muda (sukses), maka sekilas memang mudah untuk mendapatkan apa yang bapak inginkan, termasuk jodoh. Oleh karenanya cobalah introspeksi terlebih dahulu kepada diri sendiri apa yang menyebabkan belum melaksanakan pernikahan.
Secara umum ada dua sebab seseorang belum menemukan jodoh. Pertama karena dirinya merasa tidak percaya diri atau justru sebaliknya merasa belum perlu (bisa disebabkan pilih-pilih dll). Untuk mengatasinya,hilangkan ketidak percayaan diri dengan cara belajar untuk mencoba mendekati lawan jenis. Dalam hal ini tentunya dengan cara yang benar, yaitu dengan bantuan orang tua atau orang lain yang dapat dipercaya seperti seorang kyai atau ustadz, untuk selanjutnya dilakukan khitbah (pinangan).
Selain itu,perlu bapak ketahui bahwa al Quran menyuruh umat islam untuk menyegerakan perkawinan apabila telah mampu. Sebagaimana terdapat dalam ayat “Dan nikahkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu, dan orang-orang yang layak (menikah) dari hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin allah akan mengkayakan mereka dengan karunianya. Dan Allah Maha Luas (pemberianNya) dan Maha Mengetahui.” (An Nuur 32).
Kedua faktor diluar dirinya yaitu pandangan dari orang lain (wanita) yang selalu buruk, faktor ekonomi serta orang lain yang iri hati, dll. Maka dapat dilaksanakan ruqyah diri sebagai upaya meminta pertolongan Allah untuk membersihkan diri (hati bapak), sehingga melahirkan perasaan yang positif, seperti percaya diri, optimis dan semangat. Selanjutnya, dari kekuatan jiwa tersebut, maka secara tidak langsung akan mengeluarkan aura positif juga yang menjadi wasilah untuk mendapatkan jodoh yang baik.    
Akhirnya kepada Allah lah kita berserah diri, sebagai amalan harian maka diharapkan bapak dapat banyak mengamalkan surat yusuf.

Jumat, 02 November 2012

Cara Investasi Islami


Assalamu’alaikum Wr Wb.
Ustadz Massar yang terhormat, kami 2 bersaudara yang mendapatkan warisan dari orang tua yang cukup besar yaitu 500 miliar, rencananya akan kami inveskan untuk usaha. Akan tetapi kami masih kebinggungan, kira-kira kami harus inves kemana dengan uang sebesar itu, karena kami masih awam dengan dunia bisnis, mohon solusinya. 

Bapak Badri   lombok- NTB.
Wassalamu’alaikum Wr Wb.
Bapak badri yan di rahmati Allah Melihat permasalahan yang sedang bapak hadapi, maka ada beberapa hal yang perlu diketahui sebelum melakukan investasi. Partama terkait dengan program investasi. Hal ini menjadi sangat penting karena banyaknya program yang ditawarkan oleh berbagai perusahaan investasi yang sebenarnya tidak menjamin keberhasilan. Bahkan sesuatu  yang ditawarkan hanya berupa program-program manipulatif.
Kedua, terkait dengan siapa yang akan mengelola invesasi, maka percayakan kepada orang yang telah profesioanal dan diketahui latar belakangnya. Lebih baik lagi apabila secara pribadi bapak telah mengetahui sepak terjang dan pergulatannya di dunia investasi. Hal tersebut menjadi jaminan keuntungan investasi bapak.
 Ketiga, mengenal beberapa produk investasi dikenal sebagai efek atau surat berharga. Definisi efek adalah suatu instrumen bentuk kepemilikan yang dapat dipindah tangankan dalam bentuk surat berharga, saham/obligasi, bukti hutang (Promissory Notes), bunga atau partisipasi dalam suatu perjanjian kolektif (Reksa dana), Hak untuk membeli suatu saham (Rights), garansi untuk membeli saham pada masa mendatang atau instrumen yang dapat diperjual belikan.
Selanjutnya perlu bapak ketahui juga, bahwa selain dapat menambah penghasilan seseorang, investasi juga dapat membawa risiko keuangan jika investasi tersebut gagal. Kegagalan investasi disebabkan oleh banyak hal, diantaranya adalah faktor keamanan (baik dari bencana alam atau diakibatkan faktor manusia), atau ketertiban hukum serata faktor lainnya yang tidak terduga.
Dengan adanya resiko yang tidak diketahui, serta masalah-masalah lainnya yang timbul akibat berbisnis dengan cara investasi, maka alangkah bijaknya apabila kita meminta pertolongan Allah Swt. Dalam hal ini memohon petunjuk supaya tidak tersesat dengan bisnis yang kita geluti dan mendapatkan kebarokahan rizqi.
Oleh karena itu semua, dalam rangka mendapatkan keuntungan sekaligus kebarokahan, maka sebelum bapak melakukan bisnis investasi, bapak juga harus mengetahui bagaimana akad-akad dalam Islam (bisnis ala nabawi) dan amalan-amalan yang dapat memudahkan bapak mendapat rizki.

Setelah mengetahui hal-hal di atas, janganlah ragu dalam melangkah (melaksanakan investasi). Diantara perusahaan yang dapat menjamin, menguntungkan dan barokah untuk investasi bapak akan saya tunjukkan secara pribadi . Segera menghubungi kami.

Kamis, 01 November 2012

Mantapkan Usaha dengan Bisnis Nabi


Assalamu’alaikum Wr Wb.
Ustadz Massar yang baik, saya seorang PNS di Departemen Perhubungan dan akan memasuki masa purna tugas (pensiun). Untuk mempersiapkannya, saya berencana membuka sebuah usaha. Persoalannya, saya masih sedikit bingung dan ragu karena tidak mempunyai pengalaman dan belum menguasai dunia bisnis. Ditambah saya juga belum ada SDM yang mumpuni. mohon solusinya.
                                                                                                               Hendra P, Jakarta
Wa’alaikumussalam Wr Wb.
Bapak  Hendra yang baik, pada dasarnya memulai usaha dan bisnis adalah mudah. Oleh karenanya janganlah bapak ragu untuk memulai usaha karena memikirkan berbagai resiko yang akan dihadapi (timbul). Melihat permasalahan bapak, sebagaimana tidak menguasainya bidang pekerjaan dan belum mendapatkannya SDM, adalah permasalahan yang biasa dirasakan pemula. Tidak perlu berlarut dalam kebimbangan, sehingga bapak bisa langsung mengambil langkah kongkrit.
Selain menimba ilmu dari para ahli bisnis yang telah sukses dalam menjalankan usahanya,beberapa langkah-langkah yang dapat dilakukan adalah:
1.    Tentukan usaha atau bisnis yang akan digeluti dan ditekuni. Setelah mendapatkan gagasan tersebut, maka lakukanlah penelitian tentang berbagai potensi yang kita miliki untuk selanjutnya dilakukan pemetaan.
2.       Buatlah visi misi dengan rekan kerja (tim) yang dapat bapak percaya sebagai upaya membuat pondasi dasar usaha atau bisnis. Hal ini menjadi penting, mengingat suatu usaha yang akan dijalankan, membutuhkan satu arah gerak dalam mencapai kesuksesan.
3.     Langsung action, dengan kata lain tidak ragu akan resiko yang dihadapi. Perlu diingat bahwa kerja keras, keyakinan dan ketekunan merupakan kunci keberhasilan dalam bisnis.
4.    Nikmati kegagalan sebagai bagian dari proses mencapai keberhasilan. Teruslah berjalan pada jalan usaha yang telah kita rencanakan. Lakukanlah evaluasi dan perbaikan dengan semangat mencapai kesuksesan yang tertunda.
5.   Doa dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Tidak bisa dipungkiri bahwa sekeras apapun manusia berusaha, akan tetapi Dzat Maha Pemberi Rizki tidak berkehendak, niscaya tidak akan ada namanya keberhasilan.
Pada ketentuan point 5 di atas, sebagian orang telah melupakannya. Padahal, point itulah yang terpenting dalam menggapai kesuksesan usaha di dunia dan akhirat. Sebagai seorang muslim diharuskan memilih jalan bisnis ala nabi yang selalu menyeimbangkan antara mu’amalah dan ibadah. Oleh karena itu semua, diharapkan bapak dapat membekali diri dengan pengetahuan bisnis islami dan amalan agar dapat menunjangnya.