Assalamualaikum wr,wb.
Pak ustadz , saya(duda) seorang pengusaha tenun ikat
memiliki putri yang masih SMP. Beberapa
bulan lalu saya bercerai dengan istri kedua saya karena ternyata dia suka
menyiksa dan mengancam putri saya saat saya tidak dirumah. Akibatnya selain
mengalami luka-luka, putri saya juga depresi dan trauma akut. Sekarang
dia berubah menjadi pendiam dan anti sosial bahkan nilai studinya pun turun
drastis. Pak ustadz, tolonglah anak saya agar bisa bangkit lagi dan ceria
seperti dulu. Terimakasih.
I Made, Bali
Waalaikumussalam Wr.Wb.
Kami
memahami bahwa sebagai
orang tua yang pernah mengalami keretakan keluarga sering mengakibatkan anak
menjadi korban. Apapun itu alasannya, secara tidak langsung dapat memberikan
efek negative terhadap anak. Terlebih ketika permasalahan sebagaimana bapak
sampaikan terus berlanjut, sehingga anak menjadi trauma dan anti social.
Menghadapi
permasalahan depresi pada anak, usaha awal yang dapat dilakukan adalah
mendampinginya secara intens.
Perbanyaklah waktu bersamanya sehingga kepercayaan terhadap diri dan lingkungan
kembali pulih. Dengan membimbing dan membawanya ke tempat hiburan, juga dapat
membantu penyembuhan jiwa yang sedang depresi. Selain itu, usaha medispun harus
tetap dilakukan, sebagai contoh membawanya ke seorang psikiater.
Lebih
penting dari upaya-upaya di atas, janganlah bapak melupakan pendekatan
batiniyah yaitu dengan mengajarkan putri bapak untuk dekat dengan Tuhan Yang Maha Esa. Usaha
tersebut dapat dilaksanakan dengan membawanya kepada seorang ahli agama yang dapat memberikannya pencerahan
jiwa. Dalam hal ini, dapat berupa ruqyah syar’iyyah dengan terapi terhadap diri
putri bapak. Landasan
pengobatan ini tidak lepas dari dalil al Qur’an yang menyatakan bahwa al Qur’an adalah obat dan rahmat bagi umat
muslim. Lain dari itu berdasarkan ayat yang berbunyi “alaa bidzikrillaahi
tatlmainnul qulub”.
Selain
terapi bagi dirinya, sebagai seorang muslim maka harus percaya terhadap
keajaiban doa. Khususnya dari orang tua, diharapkan lebih memberikan manfaat
bagi putrinya. Kaitannya dengan hal tersebut, bapak dapat memperbanyak doa demi
kesembuhannya. Adapaun diantara doa tersebut berbunyi “allahumma rabbannaasi
adzhibil ba’sa, isyfi antassyaafi laa syifaa a illaa syifaa uka, syifaa an laa
yughaa diru saqoman walaa ‘alaman”.
Lebih lanjut bapak dapat segera membawanya kepada
kami untuk dilakukan ruqyah diri bagi putri bapak. Dengan harapan agar putri
bapak diberikan kesembuhan dan kekuatan jiwa yang berasal dari doa-doa yang
dipanjatkan. Setelahnya akan diisi dengan hikmah-hikmah sebagai bekal di masa
datang dalam mengarungi badai permasalahan dalam kehidupan.