Sabtu, 28 Juli 2012

Bisnis Nabawi dan Putus Asa dalam Usaha


Assalamu’alikum wr Wb.
            Ustadz Massar yang terhormat. Dahulu saya seorang rentiner. Sebenarnya saya tidak mengetahui bahwa rentenir dilarang, terus terang saya bukan orang yang tahu akan agama secara mendalam. Sampai ahirnya saya mendapatkan musibah yang mungkin sekaligus teguran dari Tuhan.
Setelah mendapatkan petunjuk dari seorang sahabat saya berpindah profesi menjadi seorang pedagang. Akan tetapi sangat disayangkan, usaha saya selalu gagal, sampai akhirnya saya putus asa. Saya selalu merasa bahwa penyebab dari kegagalan saya karena saya masih kotor dan berlumuran dosa. Akibatnya saya susah mendapatkan harta dengan cara halal. Mohon solusi.
                                                                                                Kurniawan. Makasar
Wassalamu’alaikum Wr Wb.
            Bapak Kurniawan yang terhormat. Pada dasarnya Allah selalu menerima taubat dari hambanya. Maka, langkah pertama yang harus bapak lakukan adalah banyak membaca istighfar. Terkait dengan usaha bapak yang selalu gagal sesungguhnya merupakan cobaan. Semakin bapak bersabar, semakin banyak hikmah yang akan bapak temukan.
Termasuk dari manfaat dari istighfar sendiri dapat memperlancar rizki. Adapun bacaan yang bisa dibaca adalah sayyidul istighfar, Dalam sayyidul istighfar terdapat akumulasi dari kepasrahan pengharapan dan taubat, dari kelengkapannya sebagai bacaan istighfar, Sayyidul Istighfar dapat menjadi wasilah yang mempercepat diterimanya taubat kita. Ketika istighfar kita mudah diterima maka jalan untuk mendapat kebarokahan rizki semakin mudah.
Adapun keterkaitan istighfar dengan rizki sebagaimana janji Allah bahwa barangsiapa yang selalu istighfar maka rizkinya akan berlimpah (QS. Nuh 10-12) 10.  Maka Aku katakan kepada mereka: 'Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, -sesungguhnya dia adalah Maha Pengampun-, 11.  Niscaya dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, 12.  Dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai.
Sebagaimana kegiatan rutin yang dilakukan di yayasan kami dengan melakukan istighfar bersama yang diteruskan dengan melakukan istighosah bersama. Diharap dari kegiatan tersebut dapat mempermudah kita dalam mencapai tujuan. Untuk informasi selanjutnya dapat menghubungi kami. Salam.


            

Tidak ada komentar:

Posting Komentar