Assalamu’alaikum wr wb
Ustad Massar
yang saya hormati, sebenarnya saya malu mengutarakan apa yang telah saya
lakukan selama ini. Saya lahir pada 27 Juli 1976, berarti usia saya 36 tahun.
Sedangkan suami saya berusia 45 tahun. Sebagai seorang isteri, saya telah
mengkhianati suami saya. Hal ini
dikarenakan suami tidak bisa memuaskan kebutuhan biologis saya. Jujur saja,
saya termasuk perempuan yang memiliki hasrat tinggi. Sedangkan suami mudah
capek dan sepulang kerja langsung tidur.
Ustad, saya
telah berganti-ganti pasangan dalam berzina. Dengan bermodal wajah cantik tentu
tidak sulit bagi saya mendapatkan lelaki yang bisa memuaskan saya. Puncaknya, saya pernah hamil lalu menggugurkannya.
Ustad, saya merasa berdosa dan ingin bertaubat. Mohon agar Ustad berkenan
membimbing saya. Kalau dengan ruqyah saya bisa menjadi lebih baik, saya ingin
diruqyah. Terima kasih sebelumnya.
DS di Madiun, Jawa Timur
Wa’alaikumussalam
wr wb
Ibu DS di Madiun
yang semoga senantiasa dirahmati oleh Allah swt. Membangun mahligai rumah
tangga memang tak seindah masa-masa pacaran seperti anak muda sekarang. Pacaran
yang terjadi saat ini cenderung
menonjolkan kelebihan dan menutupi kekurangan sehingga nampak yang indah-indah
saja. Bahkan, tak jarang muncul ekspresi seksualitas berlebihan yang pada
akhirnya kandas sebelum menuju pernikahan.
Membangun rumah tangga adalah kesediaan
menerima kekurangan dan kelebihan pasangan. Oleh karena itu, sebelum menikah,
hendaknya dianjurkan untuk ta’aruf
pra nikah, yaitu mengenal calon pasangan baik kekurangan maupun kelebihan. Hal
ini penting untuk meminimalisir atau menghindari perselisihan dan cek cok di
kemudian hari. Ta’aruf di sini adalah
memang benar-benar memiliki niat untuk menikah.
Nabi bersabda, "Jika kamu berkeinginan mengawini
seseorang
maka sebaiknya kamu dapat lebih dulu melihat dan bertemu langsung dengannya.
Karena hal
itu merupakan sarana yang berpotensi lebih untuk dapat menjaga keutuhan rumah
tangga keduanya di kemudian
hari" (HR. Tirmidzi dan Nasa’i).
Allah swt berfirman, “Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan
kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu
berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal.
Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu ialah orang yang paling
bertaqwa. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.” (QS. Al-Hujurat
ayat 13).
Terkait dengan
masalah Anda, dalam hidup ini, manusia senantiasa diuji. Susah, senang, kaya,
miskin itu semuanya ujian agar Allah mengetahui mana manusia yang benar-benar
teguh memegang keimanan. Termasuk dalam rumah tangga, komitmen atas kesetiaan
terhadap pasangan juga diuji. Tidak adanya saling pengertian, menuruti ego dan
kepuasan diri akan merapuhkan pondasi rumah tangga. Oleh karena itu,
komunikasi, musyawarah amat penting ketika rumah tangga dihadapkan pada sebuah
persoalan. Bukan malah secara sepihak mencari pelarian.
Apa yang sudah
terjadi tidak perlu berlarut-larut disesali. Segera menghubungi kami untuk
terapi Ruqyah Diri sebagai media
memohon kepada Allah agar dibersihkan dari hawa dan energi negatif dalam tubuh.
Bertaubat dan kembali ke jalan yang benar adalah solusi terbaik. Salam.
.