Kamis, 30 Mei 2013

Anak Kecanduan Game



Assalamu’alaikum Wr Wb. Ustadz massar yang terhormat, saya mempunyai anak yang berumur 9 tahun. Dia duduk di kelas 1 Sekolah Dasar Swasta di Bogor. Saat ini kami sedang bimbang, karena dia sedang kecanduan main Game Play Station. Setiap pulang sekolah dia selalu main game terus dan tidak mau belajar dan mulai sulit untuk di ajak beribadah dan mengaji. Berkali-kali saya peringatkan, akan tetapi tidak mau menurut. Bagaimanakah agar anak tersebut bisa berubah dan lebih mengutamakan pendidikannya.
Suharti, Bandung
Wa’alaikumussalam Wr Wb.
 Ibu Suharti yang baik. Dalam ilmu psikologi, rentang usia 8 sampai 11 tahun, adalah usia dimana anak bisa tampil mengejutkan orang tua dengan tiba-tiba, sebagaimana sering membantah atau sebaliknya. Terkait permaslahan yang ibu hadapi, maka suatu kewajaran ketika anak susah diperingatkan apabila dia senang terhadap sesuatu. Bahkan pada masa itu anak memiliki rasa ingin tahu amat besar terhadap apapun.
Sebagai solusi, ibu bisa memberikan pengertian yang bijak terhadap prilakunya tanpa mengekang maupun membebaskan. Cobalah mendalami psikologi anak dengan memperhatikan setiap sikap yang dilakukan atau ditunjukannya. Jika ibu merasa sulit, bekerjasamalah dengan orang tua teman-temannya dalam membentuk lingkungan anak yang baik.
Selanjutnya, sebagai usaha batin, maka ibu bisa melaksanakan ruqyah untuk anak. Hal ini sebagai upaya meminta pertolongan Allah supaya keturunan kita dikaruniai kebaikan. Adapun doa yang dapat dipanjatkan diantaranya adalah: “Rabbanaa hab lanaa min azwaajinaa wa dzurriyyatinaa qurrata a’yunin waj-’alnaa lil-muttaqiina imaamaa”. (Ya Tuhan kami, anugerahkan kepada kami pasangan kami dan keturunan kami sebagai penyejuk hati kami, dan jadikan kami imam bagi orang-orang yang bertakwa.(Al-Furqan: 74)). Demikian semoga bermanfaat. Salam.

Selasa, 14 Mei 2013

Ruqyah Solusi Usaha



Assalamu’alaikum Wr Wb
Ustadz Massar yang terhormat, pada awalnya saya seorang pengusaha mebel. Dengan keuntungan yang selalu pas-pasan, akhirnya saya mulai tergoda untuk bermain dalam dunia saham. Pada permulaan bisnis, saya mendapatkan keuntungan yang luar biasa, bahkan melebihi para pesaing yang telah lama bergelut dalam dunia saham. Pada saat itu, prediksi-prediksi saham saya selalu tepat dan tidak pernah meleset.
Sebagaimana pepatah, sepandai-pandainya tupai melompat pasti akan terjatuh pula. Begitulah keadaan saya sekarang ini. Suatu ketika prediksi saya keliru dan saya menderita kerugian yang luar biasa besar. Akhirnya saya memutuskan untuk meminjam uang kepada seorang partner di luar negeri sebesar 1 milyar untuk suntikan modal. Alih-alih akan mendapatkan keberhasilan, saya justru menderita kerugian karena salah perkiraan. Terus terang hidup saya sampai saat ini tidak tenang karena hutang tersebut. Mohon solusi permasalahan saya Ustadz.
Roni, Tangerang                              
Wa’alaikumussalam Wr Wb
Bapak Roni yang terhormat, perlu Anda ketahui bahwa dalam permainan dunia saham dibutuhkan keterampilan dan kecerdasan. Intuisi dan daya analisis yang kuat. Bukan sekadar prediksi dan perkiraan semata.
Lebih dari itu, perkembangan dalam dunia industri, perekonomian, politik nasional maupun internasional harus diikuti secara cermat. Tentunya sebelum itu Anda juga harus mengetahui secara pasti hukum jual beli saham dalam Islam, sehingga bisa menghindarkan diri dari syubhat dan rezeki yang tidak berkah.
Selanjutnya, mengenai hutang yang Anda tanggung, maka Anda dapat meminta pertolongan Allah dengan membaca do’a. Sebagaimana dalam sebuah riwayat hadis, “Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari yang menyedihkan dan menyusahkan, lemah dan malas, bakhil dan penakut, utang yang menyibukkan dan laki-laki yang menindas” (HR. Bukhari).
Selain itu, perbanyaklah membantu orang yang membutuhkan dengan menyisihkan sebagian harta. Semoga lantaran kebaikan yang Anda laksanakan dapat memberikan keberkahan kepada Anda dan bisnis yang akan Anda jalani. Untuk informasi selanjutnya bisa menghubungi kami. Salam.  

Kamis, 02 Mei 2013

Mengembalikan Mental Pasca Trauma




Assalamu’alaikum Wr Wb
            Sebelumnya mohon maaf ustadz, melihat maraknya fenomena penculikan anak yang ada di televisi, sebagai orang tua saya jadi ikut kawatir.  Kebetulan saat ini saya mempunyai putra-putri yang masih kecil, oleh karenanya saya ingin menanyakan tentang bagaimana agar putra-putri saya aman dari niat jahat para penculik. Terus terang, selama ini sebagai orangtua saya tidak bisa memperhatikan mereka setiap saat, khususnya apabila mereka pulang sekolah.
            Selanjutnya, sebagai seorang ibu saya juga merasa iba dengan para korban penculikan. Sebagian besar dari mereka terlihat depresi dan trauma. Oleh karena itu, tolong berikan penjelasan, bagaimanakah upaya untuk mengembalikan kembali mental mereka. Apakah dengan terapi ruqyah dapat menjadi solusi?
                                                                                                            Fathonah, Jakarta
Wa’alaikumussalam Wr Wb.                                                    
            Ibu Fathonah yang baik, sebagai orang tua pasti ikut merasa kawatir dengan maraknya fenomena penculikan saat ini. Oleh karenanya, perhatian ekstra untuk buah hati memang menjadi sangat penting. Andaipun ibu seorang yang sangat sibuk, yakinkan diri bahwa putra-putri ibu aman di bawah pengawasan seseorang, sebagai contoh guru atau anggota keluarga lain. Sebagian besar motivasi utama penjahat melakukan penculikan adalah alasan ekonomi, faktor dendam, atau motif sexual, terutama mereka yang menderita Paedophilia. Para pelaku juga kadang bukan penjahat profesional, atau spesialis penculikan.
Berdasarkan beberapa kasus penculikan, korban yang selamat dan bertemu kembali dengan keluarganya, selalu mengalami keguncangan jiwa atau trauma yang sangat mendalam yang tidak akan mudah hilang bagi korban, maupun orangtuanya. Seperti, susah tidur, gangguan makan dan takut dengan orang yang tidak dikenalnya, bahkan mirip pelaku penculikan. Selanjutnya perbanyaklah doa astaudi’ukumullaaha alladzi laa tadlii ’u wa daa i ’uhu, hal tersebut sebagaimana dianjurkan dalam hadits dari Umar bin Al-Khattab r.a, sesungguhnya Rasulullah Saw bersabda: “Sesungguhnya Allah Ta'ala jika dititipkan padanya sesuatu Dia pasti menjaganya
            Terkait dengan mengembalikan mental korban yang depresi atau trauma, maka terapi ruqyah dapat menjadi wasilah kesembuhan bagi korban maupun orang tuanya. Disamping menggunakan pendekatan doa, yang secara langsung mempengaruhi psikologis seseorang atas izin Allah Swt. Lebih dari itu, terapi ruqyah juga menggunakan pendekatan dzahir sebagaimana bekam dan praktek lainnya sesuai anjuran Rasulullah. Kejahatan penculikan, bisa mengancam siapa saja dan dimana saja. Oleh Karenanya, kewaspadaan orangtua dalam menjaga anak – anak bahkan ketika sedang bersama - sama di pusat keramaian sangatlah dibutuhkan. Demikian semoga bermanfaat.