Kamis, 26 Juli 2012

Merukyah Musuh



Assalamu’alaikum Wr Wb.
            Ustadz Massar yang terhormat, selama ini saya selalu kuatir dengan keselamatan diri saya dan keluarga. Karena iri tetangga saya selalu menebar angin permusuhan. Bermula dari masalah bisnis yaitu usaha toko klontong saya lebih berhasil dibanding tetangga saya. Kebetulan toko kami berdampingan, hanya saja kami menjual barang yang berbeda.
            Hampir setiap hari tetangga saya selalu membuat ulah. Mulai dari mensabotase aliran listrik sampai menyampaikan kabar yang tidak baik kepada pelanggan. Meskipun begitu pelanggan saya tetap setia bahkan usaha saya semakin maju. Bersamaan dengan hal tersebut, tiba-tiba anak saya terkena penyakit yang janggal. Setiap menjelang maghrib perutnya selalu sakit.
            Tidak terlepas dari pertikaian kami, saya menaruh curiga. Akan tetapi saya tidak berani untuk menegur karena belum cukup bukti dan takut permusuhan akan semakin sengit. Akhirnya kami hanya saling diam dan tidak bertegur sapa. Sebenarnya yang saya inginkan supaya tetangga saya sadar dan tidak mengganggu kami lagi, sehingga hubungan kami menjadi harmonis. Mohon solusi.
                                                                       
                                                                                                Andi Suharjo, Pontianak
Wa'alaikumussalam Wr Wb.
            Pak Harjo yang terhormat, niatan bapak untuk menjalin kembali keharmonisan dengan tetangga bapak adalah sikap yang sangat terpuji dan menjadi suatu keharusan sebagai sesama muslim. Meskipun tetangga bapak selalu berprilaku buruk, bapak diharapkan tidak tersulut emosi yang justru akan lebih memperburuk keadaan.
            Cobalah selidiki terlebih dahulu, apakah memang permasalahan yang bapak sangka benar adanya. Supaya tidak saling menyimpan curiga dan permasalahan selesai, cobalah bapak membuang rasa gengsi untuk meminta maaf meskipun bapak tidak bersalah.
Apabila masih merasa ragu bapak bisa membawa penengah dalam permasalahan ini. Hal tersebut sesuai dengan metode al Qur'an sebagaimana firmannya dalam  ”Dan jika kamu khawatirkan ada persengketaan antara keduanya, maka kirimlah seorang hakam dari keluarga laki-laki dan seorang hakam dari keluarga perempuan. Jika kedua orang hakam itu bermaksud mengadakan perbaikan, niscaya Allah memberi taufik kepada suami-istri itu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal”.
Jika masih merasa kurang mampu, Bapak bisa melakukan rukyah untuk keselamatan keluarga bapak agar terhindar dari kejelekan yang dilakukan tetangga bapak. Sekaligus sebagai usaha membuktikan keburukan perilaku tetangga bapak dan menyadarkannya.
Doa yang biasa diamalkan adalah surat Annas dan al Falaq, didalamnya terkandung permohonan kepada Allah Swt agar terlindung dari kejahatan serta kedengkian seseorang juga pengaruh kejahatan syaitan. Semoga bermanfaat. Salam.
            

Tidak ada komentar:

Posting Komentar