Jumat, 10 Januari 2014

Depresi Gagal Berangkat Haji



KONSULTASI RUQYAH 

Assalamu’alaikum Wr Wb.
 Ustadz Massar yang terhormat, Ibu saya merupakan salah satu calon peserta haji plus yang gagal berangkat tahun ini dengan sebab yang tidak jelas, karena pihak biro selalu memberikan alasan yang berbeda-beda. Dampaknya, ibu mengalami tekanan batin antara malu dan juga kecewa. Sekarang ibu lebih banyak diam dan tidak bersemangat lagi seperti dulu. Bagaimana solusinya Ustadz?
                                                                                                                Susilowati, Solo
Wa’alaikumussalam Wr Wb.                              
Ibu Susilowati yang baik, sebagai putri yang berbakti memang sudah seharusnya peduli terhadap keadaan orang tua. Oleh karenanya hiburlah ibu dengan mengajaknya refreshing atau melakukan hal-hal yang dapat membahagiakannya. nasehatilah secara baik dengan memberikan pengertian bahwa pergi haji adalah ibadah, sehingga tidak ada alasan untuk malu dan kecewa .Masih ada waktu untuk melaksanakan ibadah haji, dan kesempatan itu masih terbuka lebar. Jika ikhlas, maka niat baiknya tidak akan sia-sia. Yakinkanlah bahwa tidak berangkatnya tahun ini adalah kehendak Allah yang terbaik untuk ibu dan setiap musibah yang menimpa keluarga merupakan cobaan yang harus di terima dengan sabar, karena setiap peristiwa pasti ada hikmahnya.
Sebagai usaha batin, ajaklah untuk selalu mendekatkan diri kepada Allah Swt dengan cara memperbanyak ibadah dan berdzikir. Segera menghubungi kami untuk terapi Ruqyah Diri sebagai media memohon kepada Allah agar dihilangkan kerisauan (kesedihan), mengembalikan kesadaran dan memantapkan keimanan kembali kepada-Nya.  
Adapun doa yang dapat dipanjatkan untuk menghilangkan kesedihan adalah “Allahumma rahmataka arjuu falaa takilnii ilaa nafsii thorfata ‘ainin wa ahlihlii sy’anii kullahu laa ilaaha illa anta” yang artinya “Ya Allah, RahmatMu aku harapkan, janganlah Engkau serahkan segala urusanku kepada diriku sendiri walau sekejap mata, perbaikilah segala urusanku, tiada ilah yang berhak disembah selain Engkau.” (HR Abu Dawud). 

Taubat dari Dunia Kelam




Assalamualaikum Wr.Wb.
Aku seorang eksekutif muda sebuah perusahaan. Sejak duduk dibangku SMA aku termasuk pemuja dunia malam yang kental dengan seks bebas dan narkoba. Sampai saat inipun aku masih sulit untuk melepaskan diri dari ketergantungan didunia itu. Bahkan sebagai seorang muslim aku masih setengah hati melaksanakan ibadah wajib termasuk puasa ramadhan yang selalu kutinggalkan. Mohon kiranya Ustadz Massar berkenan membimbingku untuk merubah gaya hidupku yang euforia agar bisa menjalani kehidupan ini dengan normal dan tenang. Terimakasih.
Boy, Bandung

Wa’alaikumussalam Wr.Wb.
Semoga bapak selalu dalam perlindungan Allah Swt. Adalah sebuah rahmat, jika bapak masih diberi kesadaran untuk bertaubat dan memperbaiki diri. Sebagaimana telah diketahui bahwa untuk menemukan kesadaran bangkit dari keterpurukan dan jurang dosa sangatlah sulit. Dalam hal ini bapak termasuk orang-orang yang beruntung, karena berdasarkan firman Allah Swt "Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim." (QS. Al Maidah: 51).
Oleh karenanya kami harapkan dengan sekuat tenaga bapak tetap menyalakan lilin kecil yang masih menyala. Takutlah kepada adzab Allah Swt apabila bapak tidak bertaubat dengan segera, sebagaimana firman Allah Swt "Dan barang siapa yang tidak bertaubat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim". (QS .Al Hujurat: 11)
Yakinlah bahwa Allah Swt akan mengampuni dosa-dosa bapak apabila bapak melaksanakan taubat dengan sungguh-sungguh. Sebagai tahap awal pertaubatan Anda, Awalilah dengan meninggalkan pergaulan dan pengaruh buruk dari lingkungan. Selanjutnya secara bertahap kebiasaan-kebiasaan yang buruk tersebut dapat disalurkan untuk kegiatan-kegiatan yang positif. Lain dari itu, dalam kesibukan kerja, sempatkanlah melaksanakan kewajiban shalat lima waktu agar dapat terhindar dari perbuatan dosa dan keji. Perbanyaklah berdzikir dalam setiap kesempatan, karena hanya dengan dzikir hati kita menjadi tenang.
Akhirnya hanya kepada Allah Swt kita memohon pertolongan, Apa yang sudah terjadi tidak perlu berlarut-larut disesali. Segera menghubungi kami untuk terapi Ruqyah Diri sebagai media memohon kepada Allah agar dibersihkan dari hati yang berkarat(kotor) dan energi negatif dalam tubuh. Sekaligus sebagai sarana memberikan hikmah dan arahan-arahan dalam menjalani pertaubatan dan perbaikan diri. Untuk informasi selengkapnya dapat menghubungi kami. Salam.