Selasa, 24 Februari 2015

Terapi Ruqyah Untuk Obesitas


Tanya: 
Assalamu’alaikum wr wb
Ustad Massar, saya gadis kelahiran 23 April 1988 yang mengalami obesitas (kegemukan). Semasa kuliah, saya tidak pernah ambil pusing dengan bentuk tubuh yang gemuk ini. Lagipula, banyak teman kuliah yang mendukung dan memberi semangat agar saya senantiasa mensyukuri anugerah Tuhan. Namun, hal tersebut berbeda saat saya memasuki dunia kerja. Rekan-rekan kerja  kerap menjadikan saya bahan olok-olok karena bentuk fisik ini, bahkan di depan umum.
Hal serupa juga dipermasalahkan oleh calon suami saya dan ibunya. Sejak awal perkenalan dua tahun lalu hingga sekarang, mereka selalu mengatakan saya terlalu gemuk dan harus berdiet. Padahal bentuk tubuh calon suami saya jauh lebih gemuk daripada saya Terus terang, keadaan ini membuat saya sedih dan merasa terpojok. Mengapa di zaman moderen seperti sekarang, banyak orang yang masih mementingkan kondisi fisik semata? Bagaimana saya harus menyikapi hal ini Ustad?
Fresha Adinda, Surabaya, melalui email.
Jawab:
Wa’alaikumussalam wr wb
Saudari Adinda yang baik. Sudah menjadi kewajaran dalam zaman serba materialistis seperti sekarang ini, apa yang nampak itu yang kemudian menjadi awal penilaian. Betapa perkembangan teknologi, komunikasi dan informasi yang lebih didominasi dunia visual itulah yang menjadi faktor utama yang tak bisa dihindari.
Namun, bagi orang yang yang masih memegang nilai-nilai agama dengan kuat, hal tersebut bukanlah sesuatu yang patut dipersoalkan. Allah swt tidak memandang manusia dari penampilan, harta, jabatan, bentuk tubuh atau harta, namun tingkat ketakqwaan. Sebagaimana firman Allah dalam surat Al Hujurat ayat 13 yang artinya: Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu.”
Jika memahami kandungan ayat tersebut, sangat naif jika melihat seseorang hanya dari kekurangannya semata, karena setiap manusia memiliki kekurangan dan kelebihan. Untuk itulah, mengenal seseorang dengan detail harus diiringi bukan hanya rasa simpati tapi juga empati. Apa yang terjadi pada Anda janganlah terlalu difikirkan. Saya yakin, Anda tentu punya potensi positif yang tidak dimiliki orang lain. Itu yang semestinya terus Anda gali dan kembangkan sehingga akan menutupi kelemahan Anda.
Anda bisa mengubah cara pandang Anda terhadap teman-teman yang memperolok itu bukan menghina tapi sebetulnya peduli dan perhatian pada Anda. Kalau Anda tidak ada, saya yakin mereka akan merasa sepi. Terlebih jika selama ini, ketika diolok-olok, Anda tidak marah tapi membalas dengan senyum dan keramahan. Saya sarankan agar Anda menjalani terapi Ruqyah Diri agar fikiran lebih tenang dan lebih mudah bersyukur. Terapi tersebut akan dikombinasikan dengan aturan pola makan, puasa sunah, sholat sunnah dan do’a yang akan kami bimbing dan harus Anda laksanakan agar berat badan Anda berkurang. Pancarkan inner beauty Anda sehingga yang nampak bukan hanya cantik luar tapi juga akhlak yang baik. Itu yang nantinya akan membuat siapa saja, termasuk calon suami, kagum pada Anda. Salam sukses. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar