Tanya:
Assalamu’alaikum
wr wb
Ustad Massar, saya gadis kelahiran 23
April 1988 yang mengalami obesitas (kegemukan). Semasa kuliah, saya tidak
pernah ambil pusing dengan bentuk tubuh yang gemuk ini. Lagipula, banyak teman kuliah
yang mendukung dan memberi semangat agar saya senantiasa mensyukuri anugerah
Tuhan. Namun, hal tersebut berbeda saat saya memasuki dunia kerja. Rekan-rekan
kerja kerap menjadikan saya bahan
olok-olok karena bentuk fisik ini, bahkan di depan umum.
Hal serupa juga dipermasalahkan oleh
calon suami saya dan ibunya. Sejak awal perkenalan dua tahun lalu hingga
sekarang, mereka selalu mengatakan saya terlalu gemuk dan harus berdiet.
Padahal bentuk tubuh calon suami saya jauh lebih gemuk daripada saya Terus
terang, keadaan ini membuat saya sedih dan merasa terpojok. Mengapa di zaman
moderen seperti sekarang, banyak orang yang masih mementingkan kondisi fisik
semata? Bagaimana saya harus menyikapi hal ini Ustad?
Fresha Adinda, Surabaya, melalui
email.
Jawab:
Wa’alaikumussalam
wr wb
Saudari Adinda yang baik. Sudah
menjadi kewajaran dalam zaman serba materialistis seperti sekarang ini, apa
yang nampak itu yang kemudian menjadi awal penilaian. Betapa perkembangan
teknologi, komunikasi dan informasi yang lebih didominasi dunia visual itulah
yang menjadi faktor utama yang tak bisa dihindari.
Namun, bagi orang yang yang masih
memegang nilai-nilai agama dengan kuat, hal tersebut bukanlah sesuatu yang
patut dipersoalkan. Allah swt tidak memandang manusia dari penampilan, harta, jabatan,
bentuk tubuh atau harta, namun tingkat ketakqwaan. Sebagaimana firman Allah
dalam surat Al Hujurat ayat 13 yang artinya: “Sesungguhnya
orang yang paling mulia diantara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling
taqwa diantara kamu.”
Jika memahami kandungan
ayat tersebut, sangat naif jika melihat seseorang hanya dari kekurangannya
semata, karena setiap manusia memiliki kekurangan dan kelebihan. Untuk itulah,
mengenal seseorang dengan detail harus diiringi bukan hanya rasa simpati tapi
juga empati. Apa yang terjadi pada Anda janganlah terlalu difikirkan. Saya
yakin, Anda tentu punya potensi positif yang tidak dimiliki orang lain. Itu
yang semestinya terus Anda gali dan kembangkan sehingga akan menutupi kelemahan
Anda.
Anda bisa mengubah
cara pandang Anda terhadap teman-teman yang memperolok itu bukan menghina tapi
sebetulnya peduli dan perhatian pada Anda. Kalau Anda tidak ada, saya yakin
mereka akan merasa sepi. Terlebih jika selama ini, ketika diolok-olok, Anda
tidak marah tapi membalas dengan senyum dan keramahan. Saya sarankan agar Anda
menjalani terapi Ruqyah Diri agar fikiran lebih tenang dan lebih mudah
bersyukur. Terapi tersebut akan dikombinasikan dengan aturan pola makan, puasa
sunah, sholat sunnah dan do’a yang akan kami bimbing dan harus Anda laksanakan
agar berat badan Anda berkurang. Pancarkan inner beauty Anda sehingga
yang nampak bukan hanya cantik luar tapi juga akhlak yang baik. Itu yang
nantinya akan membuat siapa saja, termasuk calon suami, kagum pada Anda. Salam
sukses.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar