Sabtu, 28 Februari 2015

BEKERJA DI LUAR ATAU MEMBANTU KELUARGA?



Assalamu’alaikum wr wb
Yang saya hormati Ustad Massar di Semarang. Saya tahu Ustad dari paman saya yang memiliki toko komputer di kawasan Harco Mangga Dua, Sawah Besar, Jakarta Pusat yang kini sukses lantaran menjalani terapi Ruqyah Tempat dari Ustad pada tokonya. Perkenankan saya ikut berkonsultasi melalui rubrik ini. Begini Ustad, saat ini saya sedang bingung. Saya dihadapkan pada dua pilihan antara mencari pekerjaan di luar usaha orang tua saya atau membantu usaha keluarga.
Orang tua menginginkan saya untuk mencari pengalaman kerja di luar dulu, mengingat saya baru saja lulus kuliah (fresh graduate) dari jurusan yang bagus yakni Hubungan Internasional dari universitas negeri yang tersohor pula. Mereka menganggap sayang kalau ilmu saya tidak digunakan. Sementara,  tunangan saya menghendaki agar saya membantu usaha orang tua saya. Dia khawatir jika saya mencari pekerjaan di luar, saya akan digoda oleh pria lain. Perlu Ustad ketahui, usaha orang tua saya bergerak di bidang retail yang kurang sesuai dengan disiplin ilmu yang saya pelajari. Apa yang sebaiknya saya pilih Ustad? Terima kasih sebelumnya.
Safira A. Aisya, Depok, Jawa Barat
Email: safira_coxxx@yahoo.com   
Wa’alaikumussalam wr wb
Saudari Safira yang baik, saya melihat ada tiga poin penting dalam permasalahan yang Anda hadapi, yaitu pemikiran orang tua terhadap karier Anda, kemudian minat pribadi Anda sendiri sehubungan dengan dunia kerja, dan terakhir mengenai kekhawatiran kekasih Anda. Saya kira poin pertama dan kedua bisa sinkron sehingga pilihan untuk menapaki karier di tempat lain bisa menjadi keputusan. Poin yang ketiga itulah yang perlu disikapi dengan arif dan bijaksana.
Dalam hal ini, sebelum Anda mengambil keputusan, saya ingin mengajak Anda menyelami pokok permasalahan yang lebih mendasar. Sebagai seorang perempuan dewasa yang memiliki kehendak, inspirasi, dan aspirasi, Anda bisa bersikap dan berhak untuk memutuskan sesuatu dengan melihat lingkungan tanpa harus kehilangan hakikat dan jati diri sebagai seorang individu.
Untuk itu, tanpa bermaksud memprovokasi, pertimbangkan apa yang menjadi prioritas bagi diri Anda dan apa yang Anda sendiri ingin lakukan. Bukankah yang akan menjalani adalah diri Anda sendiri? Selama semua pertimbangan didasarkan pada hal yang positif, maka keputusan yang diambil tidak bisa disalahkan. Adalah merupakan hak pribadi manusia untuk memutuskan segala sesuatu yang berkaitan dengan hidupnya sepanjang memperhitungkan berbagai resiko secara rasional berdasarkan hal yang positif bagi diri atau orang lain.
Saat kekasih Anda khawatir jika Anda digoda lelaki lain, katakan padanya betapa senang dan bahagianya Anda memiliki kekasih yang perhatian dan menyayangi seperti dirinya. Jangan lupa sampaikan padanya bahwa Anda adalah wanita dewasa yang ingin disayang dengan cara dewasa pula. Rasa cinta tidak harus dijaga dengan pengekangan dan membuat “pagar” sebagai batas suaka aman. Dalam hal ini, terapi Ruqyah Diri bisa menjadi media do’a agar Allah memberi kemantapan hati dan menjaga cinta kalian sebelum maupun setelah menikah. Segera menghubungi kami. Salam.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar