Assalamu’alaikum wr wb
Yang saya
hormati Ustad Massar di Semarang. Saya tahu Ustad dari paman saya yang memiliki
toko komputer di kawasan Harco Mangga Dua, Sawah Besar, Jakarta Pusat yang kini
sukses lantaran menjalani terapi Ruqyah Tempat dari Ustad pada tokonya.
Perkenankan saya ikut berkonsultasi melalui rubrik ini. Begini Ustad, saat ini
saya sedang bingung. Saya dihadapkan pada dua pilihan antara mencari pekerjaan
di luar usaha orang tua saya atau membantu usaha keluarga.
Orang tua
menginginkan saya untuk mencari pengalaman kerja di luar dulu, mengingat saya
baru saja lulus kuliah (fresh graduate) dari jurusan yang bagus yakni
Hubungan Internasional dari universitas negeri yang tersohor pula. Mereka
menganggap sayang kalau ilmu saya tidak digunakan. Sementara, tunangan saya menghendaki agar saya membantu
usaha orang tua saya. Dia khawatir jika saya mencari pekerjaan di luar, saya
akan digoda oleh pria lain. Perlu Ustad ketahui, usaha orang tua saya bergerak
di bidang retail yang kurang sesuai dengan disiplin ilmu yang saya
pelajari. Apa yang sebaiknya saya pilih Ustad? Terima kasih sebelumnya.
Safira A. Aisya, Depok,
Jawa Barat
Email:
safira_coxxx@yahoo.com
Wa’alaikumussalam wr wb
Saudari Safira
yang baik, saya melihat ada tiga poin penting dalam permasalahan yang Anda
hadapi, yaitu pemikiran orang tua terhadap karier Anda, kemudian minat pribadi
Anda sendiri sehubungan dengan dunia kerja, dan terakhir mengenai kekhawatiran
kekasih Anda. Saya kira poin pertama dan kedua bisa sinkron sehingga pilihan
untuk menapaki karier di tempat lain bisa menjadi keputusan. Poin yang ketiga
itulah yang perlu disikapi dengan arif dan bijaksana.
Dalam hal ini,
sebelum Anda mengambil keputusan, saya ingin mengajak Anda menyelami pokok
permasalahan yang lebih mendasar. Sebagai seorang perempuan dewasa yang
memiliki kehendak, inspirasi, dan aspirasi, Anda bisa bersikap dan berhak untuk
memutuskan sesuatu dengan melihat lingkungan tanpa harus kehilangan hakikat dan
jati diri sebagai seorang individu.
Untuk itu,
tanpa bermaksud memprovokasi, pertimbangkan apa yang menjadi prioritas bagi
diri Anda dan apa yang Anda sendiri ingin lakukan. Bukankah yang akan menjalani
adalah diri Anda sendiri? Selama semua pertimbangan didasarkan pada hal yang
positif, maka keputusan yang diambil tidak bisa disalahkan. Adalah merupakan
hak pribadi manusia untuk memutuskan segala sesuatu yang berkaitan dengan
hidupnya sepanjang memperhitungkan berbagai resiko secara rasional berdasarkan
hal yang positif bagi diri atau orang lain.
Saat kekasih
Anda khawatir jika Anda digoda lelaki lain, katakan padanya betapa senang dan
bahagianya Anda memiliki kekasih yang perhatian dan menyayangi seperti dirinya.
Jangan lupa sampaikan padanya bahwa Anda adalah wanita dewasa yang ingin
disayang dengan cara dewasa pula. Rasa cinta tidak harus dijaga dengan pengekangan
dan membuat “pagar” sebagai batas suaka aman. Dalam hal ini, terapi Ruqyah
Diri bisa menjadi media do’a agar Allah memberi kemantapan hati dan menjaga
cinta kalian sebelum maupun setelah menikah. Segera menghubungi kami. Salam.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar