Kamis, 26 Februari 2015

Sakit fisik(komplikasi)



Assalamualaikum Ustadz, saya anak seorang anggota militer yang bekerja sebagai  konsultan keuangan sebuah perusahaan asing di Jakarta. Saat ini ayahku sedang menjalani terapi penyakit komplikasi yang dideritanya di Singapura. Dalam hal ini, saya sangat percaya dengan kekuatan doa, jadi selain berusaha mencari pengobatan medis saya juga ingin merukyahkan ayah saya agar usaha penyembuhannya bisa maksimal. Terimakasih.
Waalaikumussalam Wr.Wb.
Bapak Fery yang baik, sekiranya bapak bisa memahami makna dari sebuah hadits nabi yang berbunyi Dari Jabir bin Åbdillah,dari Nabi SAW,bahwasanya beliau bersabda: Likulli daa-in dawaa-un faidzaa ushiiba dawaa-uddaa-i bara-a bi-idznillaahi àza wajalla.“Setiap penyakit itu pasti ada obatnya.Oleh karena itu,barangsiapa yang tepat dalam melakukan pengobatan suatu penyakit,maka dengan izin Allah Åza wa Jalla dia akan sembuh.” (H.R.Muslim [no. 2204].
Selain hadis tersebut, terdapat hadis yang berbunyi Dari Abu Hurairah RA,dia bercerita:“Rasulullah SAW bersabda: Maa anzalallaahu min daa-in illaa anzala lahu syifaa-an.’Tidaklah Allah menurunkan suatu penyakit,melainkan Dia turunkan penyembuh untuknya.
Selanjutnya perbanyaklah berdoa dengan membaca "Allahumma Rabban-nasi adzhibil-ba ‘sa isyfi antasy-syafi la syifa’a illa syifa’uka, syifa’an la yughadiru saqaman. “Ya Allah, Tuhan Pemelihara manusia, hilangkanlah bahaya (kejahatan dan penyakit), sembuhkanlah karena hanya Engkaulah yang bisa menyembuhkan, tidak ada kesembuhan kecuali kesembuhan dari-Mu. Kesembuhan yang tidak meninggalkan satu penyakitpun.
Selain pendekatan doa, sebagai manusia biasa maka ikhtiar lahirpun harus tetap dilaksanakan, dalam hal ini apa yang telah orang tua bapak lakukan telah benar yaitu terus berusaha untuk sembuh meskipun harus berobat di luar negeri. Hal itu tidak lepas sebagaimana firman Allah Swt “Innallaha laa yughoyyiru maa biqowmim hattaa yughoyyiru bianfusihim..” (ar-Ra’d : 11)[“Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan mereka sendiri..”] dan firmannya wabtaghi fi ma atakallahud-daaral akhirah, wa la tansa nashibaka fid-dunya" (barang siapa yang mencari kehidupan akhirat, maka jangan lupakan nasib mu di dunia.
Dalam hal menggabungkan keduanya, terapi ruqyah dapat menjadi alternative yang solutif sebagaimana dicontohkan nabi. Dalam hal ini sebagaimana metode bekam, tib nabawi dan doa-doa yang sesuai syariat. Semoga dengan kuasa Allah, ayah anda diberikan kesembuhan.  Untuk informasi selanjutnya bisa menghubungi kami. Salam.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar