Selasa, 10 Februari 2015

Mengembalikan Cinta Suami



Assalamualaikum Wr.Wb.
Pak ustadz saya sedang bingung dan kecewa dengan suami saya. Dia mulai berubah dan sering membohongi saya. Dibelakang saya, rupanya dia sering menemui mantan istrinya dan menginap untuk beberapa hari dengan alasan dinas keluar kota. Bahkan tersiar kabar dari tetangga rekan-rekannya dikantor bahwa mereka sudah rujuk kembali padahal suami saya dulu sudah mentalak tiga mantan istrinya itu. Apa yang harus saya lakukan Ustadz?
Soraya, Purwodadi
Waalaikumussalam Wr.Wb.
Ibu Soraya yang dirahmati Allah, dalam melihat permasalahan yang ibu hadapi, maka janganlah mengedepankan emosi dan tetaplah tenang. Terkadang luapan emosi yang tidak terkontrol justru hanya dapat memperkeruh keadaan. Terlebih bagi perempuan yang mempunyai perasaan yang sensitive.
Sebagai seorang istri yang baik, maka alangkah bijaknya jika ibu meminta klarifikasi kebenaranya secara langsung kepada suami. Janganlah saling berprasangka, karena darinya akan memunculkan sebuah keburukan sebagaimana dalam al Qur’an dikatakan “Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah sebagian kamu menggunjing sebagian yang lain. Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati. Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertaqwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang. (QS. 49:12).
Apabila telah jelas permasalahan yang dihadapi, maka cobalah membicarakannya dengan cara kekeluargaan. Berilah arahan apabila suami memang melakukan kekhilafan. Yakinkanlah dirinya untuk bertaubat dan takut kepada Allah Swt. Jika tidak kuasa memperingatkannya, maka mintalah bantuan kepada orang-orang yang dianggap mampu mempengaruhinya. Selanjutnya Mintalah pertimbangan keluarga dan kerabat apabila hal tersebut berkaitan dengan masalah hubungan kekeluargaan sebagaimana keinginan suami kembali kepada istri pertama, atau menceraikan salah satu diantara dua, dll.
Selain usaha-usaha dzahir yang diupayakan, maka seyogyanya ibu juga memohon pertolongan Allah Swt agar diberi jalan keluar dari permasalahan yang ibu hadapi. Adapun diantara upaya tersebut, ibu dapat melakukan ruqyah diri bagi suami. Yaitu memohon pertolongan Allah Swt agar suami ibu dibersihkan hatinya dari kotoran-kotoran jiwa akibat mengikuti hawa nafsu atau tergoda oleh hal-hal negatif lainnya. Semoga dengan wasilah ruqyah diri, suami menyadari atas apa yang dilakukannya selama ini adalah kekeliruan yang nyata karena dibalik peristiwa itu pasti ada hikmah tersembunyi yang bisa kita ambil sebagai pelajaran.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar