Assalamualaikum
Wr.Wb.
Pak ustadz saya
sedang bingung dan kecewa dengan suami saya. Dia mulai berubah dan sering
membohongi saya. Dibelakang saya, rupanya dia sering menemui mantan istrinya
dan menginap untuk beberapa hari dengan alasan dinas keluar kota. Bahkan
tersiar kabar dari tetangga rekan-rekannya dikantor bahwa mereka sudah rujuk
kembali padahal suami saya dulu sudah mentalak tiga mantan istrinya itu. Apa
yang harus saya lakukan Ustadz?
Soraya,
Purwodadi
Waalaikumussalam
Wr.Wb.
Ibu Soraya yang
dirahmati Allah, dalam melihat permasalahan yang ibu hadapi, maka janganlah
mengedepankan emosi dan tetaplah tenang. Terkadang luapan emosi yang tidak
terkontrol justru hanya dapat memperkeruh keadaan. Terlebih bagi perempuan yang
mempunyai perasaan yang sensitive.
Sebagai seorang
istri yang baik, maka alangkah bijaknya jika ibu meminta klarifikasi
kebenaranya secara langsung kepada suami. Janganlah saling berprasangka, karena
darinya akan memunculkan sebuah keburukan sebagaimana dalam al Qur’an dikatakan
“Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka,
sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari
kesalahan orang lain dan janganlah sebagian kamu menggunjing sebagian yang
lain. Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah
mati. Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertaqwalah kepada Allah.
Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang. (QS. 49:12).
Apabila telah
jelas permasalahan yang dihadapi, maka cobalah membicarakannya dengan cara
kekeluargaan. Berilah arahan apabila suami memang melakukan kekhilafan.
Yakinkanlah dirinya untuk bertaubat dan takut kepada Allah Swt. Jika tidak
kuasa memperingatkannya, maka mintalah bantuan kepada orang-orang yang dianggap
mampu mempengaruhinya. Selanjutnya Mintalah pertimbangan keluarga dan kerabat
apabila hal tersebut berkaitan dengan masalah hubungan kekeluargaan sebagaimana
keinginan suami kembali kepada istri pertama, atau menceraikan salah satu
diantara dua, dll.
Selain
usaha-usaha dzahir yang diupayakan, maka seyogyanya ibu juga memohon
pertolongan Allah Swt agar diberi jalan keluar dari permasalahan yang ibu
hadapi. Adapun diantara upaya tersebut, ibu dapat melakukan ruqyah diri bagi
suami. Yaitu memohon pertolongan Allah Swt agar suami ibu dibersihkan hatinya
dari kotoran-kotoran jiwa akibat
mengikuti hawa nafsu atau tergoda oleh hal-hal negatif lainnya. Semoga dengan
wasilah ruqyah diri, suami menyadari atas apa yang dilakukannya selama ini
adalah kekeliruan yang nyata karena dibalik peristiwa itu pasti ada hikmah
tersembunyi yang bisa kita ambil sebagai pelajaran.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar