Tanya:
Assalamualaikum wr.wb.
Ustadz massar yang terhormat, saya
seorang ibu dari seorang putra semata wayang. Dari kecil, karena kesibukan
saya, anak kurang mendapat perhatian. Akibatnya sekarang terjerumus dengan
narkoba. Tadinya saya mempunyai inisiatif untuk mengirimkanya ke lembaga
rehabilitasi, akan tetapi saya tidak tega karena saya dan suami sangat
menyayanginya. Mohon solusi ustadz.
Ny.Farida, jakarta.
Jawab:
Wassalamualaikum wr.wb.
Ibu farida yang terhormat, pada
dasarnya seorang anak terlahir dalam keadaan suci. Mereka bagaikan lembaran
kertas putih yang siap diisi dengan tulisan. Adapun yang bertanggung jawab
penuh terhadap perilaku si anak adalah orangtua sebagaimana dalam hadits Nabi, “setiap
anak itu dilahirkan dalam keadaan fitrah, kedua orangtuanyalah yang membuatnya
Yahudi, Nasrani, atau Majusi.” (HR.Bukhori).
Hadits diatas mewakili seluruh
anak, baik atau buruk. Karena putra ibu sudah terlanjur dalam kenakalan, hal
tersebut bukan berarti tidak bisa disembuhkan atau diluruskan. Janganlah ibu
dan suami berputus asa. Sebaliknya, sebagai bentuk penyesalan, ibu dan suami
harus serius dalam mengembalikan kembali putra ibu kejalan yang benar.
Untuk memperbaiki mental seseorang,
memang membutuhkan waktu lama. Tergantung
kepada perubahan yang terjadi. Apabila putra ibu sama sekali dari kecil tidak
menerima pendidikan agama , sehingga watak jahatnya timbul karena alamiah, maka
terapi dilakukan sekaligus dengan pengisian ilmu keagamaan. Adapun apabila
kenakalanya karena pergaulan sesat atau ada perubahan dari baik menjadi jahat, maka
cukup dengan melakukan ruqyah untuk mengembalikan kembali kepada sifat aslinya.
Kedua cara penanggulangan tersebut telah biasa dilakukan di yayasan kami.
Adapun membawanya ketempat
rehabilitasi, harus menjadi alternatif terakhir. Yang perlu dihindari adalah
tekanan psikis yang lebih jauh dan beresiko. Kemungkinan itu bisa terjadi
apabila kesadaran tidak timbul dari keinginan dirinya. Menyadarkanya lewat
ritual ibadah dan mendekatkan diri kepada Yang Maha Kuasa lebih efisien dan
mempunyai nilai bagi diri si anak.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar