Jumat, 20 Februari 2015

Anak Terjerumus Narkoba



Tanya:
Assalamualaikum wr.wb.
Ustadz massar yang terhormat, saya seorang ibu dari seorang putra semata wayang. Dari kecil, karena kesibukan saya, anak kurang mendapat perhatian. Akibatnya sekarang terjerumus dengan narkoba. Tadinya saya mempunyai inisiatif untuk mengirimkanya ke lembaga rehabilitasi, akan tetapi saya tidak tega karena saya dan suami sangat menyayanginya. Mohon solusi ustadz.
Ny.Farida, jakarta.
Jawab:
Wassalamualaikum wr.wb.
Ibu farida yang terhormat, pada dasarnya seorang anak terlahir dalam keadaan suci. Mereka bagaikan lembaran kertas putih yang siap diisi dengan tulisan. Adapun yang bertanggung jawab penuh terhadap perilaku si anak adalah orangtua sebagaimana dalam hadits Nabi, “setiap anak itu dilahirkan dalam keadaan fitrah, kedua orangtuanyalah yang membuatnya Yahudi, Nasrani, atau Majusi.” (HR.Bukhori).
Hadits diatas mewakili seluruh anak, baik atau buruk. Karena putra ibu sudah terlanjur dalam kenakalan, hal tersebut bukan berarti tidak bisa disembuhkan atau diluruskan. Janganlah ibu dan suami berputus asa. Sebaliknya, sebagai bentuk penyesalan, ibu dan suami harus serius dalam mengembalikan kembali putra ibu kejalan yang benar.
Untuk memperbaiki mental seseorang, memang membutuhkan waktu lama.  Tergantung kepada perubahan yang terjadi. Apabila putra ibu sama sekali dari kecil tidak menerima pendidikan agama , sehingga watak jahatnya timbul karena alamiah, maka terapi dilakukan sekaligus dengan pengisian ilmu keagamaan. Adapun apabila kenakalanya karena pergaulan sesat atau ada perubahan dari baik menjadi jahat, maka cukup dengan melakukan ruqyah untuk mengembalikan kembali kepada sifat aslinya. Kedua cara penanggulangan tersebut telah biasa dilakukan di yayasan kami.
Adapun membawanya ketempat rehabilitasi, harus menjadi alternatif terakhir. Yang perlu dihindari adalah tekanan psikis yang lebih jauh dan beresiko. Kemungkinan itu bisa terjadi apabila kesadaran tidak timbul dari keinginan dirinya. Menyadarkanya lewat ritual ibadah dan mendekatkan diri kepada Yang Maha Kuasa lebih efisien dan mempunyai nilai bagi diri si anak.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar