Jumat, 13 Februari 2015

Anak mengalami stress



Tanya:
Assalamualaikum wr.wb.
Pak Ustadz saya seorang karyawati bank swasta sekaligus designer baju muslimah. Saya memiliki anak laki-laki yang masih duduk dibangku SMP international. Saya merasa khawatir dengan kondisinya karena dia mengatakan sangat stress dengan tugas-tugasnya disekolah dan keadaan rumah. Jujur sejak kedatangan neneknya (mertua saya) dirumah, dia seakan kehilangan kebebasannya untuk berexplorasi karena selalu dilarang oleh neneknya dengan alasan ini dan itu. Bagaimanakah saya harus menyikapi semuanya ini ustadz, saya takut semua ini dapat mempengaruhi prestasinya disekolah. Terimakasih.
Yulia, Tangerang

Jawab:
Waalaikumussalam Wr.Wb.
Ibu yang baik, sebelumnya kami mengharapkan agar ibu terus mencari informasi dalam memahami psikologi anak yang selalu mengalami perubahan sebagai bagian dari pertumbuhannya. Kaitannya dengan hal tersebut, rasa tertekan yang dialami putra ibu sebagaimana dijelaskan dalam pertanyaan, sesungguhnya dapat di atasi dengan beberapa alternatif. Akan tetapi sebelum itu alangkah baiknya apabila diketahui terlebih dahulu tentang situasi yang menyebabkan dirinya stress dalam menjalani aktifitasnya.
Pertama terkait dengan banyaknya tugas disekolah, maka dapat di atasi dengan menyeimbangkan kegiatan yang membebaninya dengan sedikit kegiatan yang menghibur. Pada dasarnya sekolah yang bertaraf internasional, biasanya telah menyesuaikan jadwal pelajaran maupun tugas dengan system pendidikan yang sesuai dengan kapasitas anak. Oleh karenanya janganlah terlalu risau selama ibu dan bapak dapat membimbingnya dalam melalui masa-masa sulit bagi anak tersebut.
Selanjutnya masalah nenek yang selalu mengatur-atur, maka sebagai orang tua cobalah bertindak bijak untuk mendamaikan keduanya dengan tetap menjalin silaturrahmi dan berkomunikasi yang baik. Janganlah diantara keluarga ada kesalahfahaman yang akhirnya dapat memakan korban dan menimbulkan efek negative bagi keluarga itu sendiri.
Kembali kepada bagaimana mengatasi anak yang tidak kuat dalam menerima beban psikologis, selain upaya-upaya yang telah dianjurkan di atas, maka ada hal penting yang perlu menjadi perhatian, yaitu aspek spiritual seorang anak. Dalam hal ini pendidikan agama dan kesadaran akan keberadaan Tuhan sejak dini dapat menguatkan mental anak dalam menghadapi rintangan apapun dalam hidupnya. Kaitannya dengan hal tersebut, maka bapak dan ibu dapat melaksanakan ruqyah diri bagi dirinya. Dengan kebersihan hati, insya Allah, otak akan lebih cerdas, gagasan lebih cemerlang lebih dari itu diberi kekuatan jiwa, kesholehan dan mental yang kuat.
Rawat dan didiklah anak dengan penuh ketulusan dan niat ikhlas semata-mata mengharap keridhaan Allah dalam seluruh aktivitas edukatif, baik berupa perintah, larangan, nasehat, pengawasan, maupun hukuman.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar