Rabu, 01 April 2015

Solusi Ruqyah Bagi Anak Introvert



Assalamualaikum wr wb.
 Ustadz Massar, aku mempunyai anak yang introvert . dia lebih senang berdiam diri dirumah atau mengurung diri dikamar. Pengalaman pahitnya saat keracunan makanan dikantin sekolah telah mengubah sifatnya menjadi perfeksionis. Tetapi menurut beberapa psikolog dia tergolong Obsesif Kompulsif.  Tidak hanya keluarga yang merasa terganggu dengan sikapnya tetapi orang-orang di sekitarnya juga merasakan hal yang sama. Bahkan hal itu telah berdampak pada nilai studinya karena dia lebih sibuk dengan kebiasaan anehnya untuk bersih-bersih dan merapikan diri dan isi kamarnya dibandingkan belajar. Mohon saran dan solusinya Ustadz. Terima kasih.
Wa’alaikumussalam wr wb
Ibu yang baik, pada dasarnya obsesif kompulsif merupakan penyakit psikologis yang gejalanya sebagaimana ibu sampaikan di atas, yaitu menjadi pribadi yang ragu-ragu. Secara medis dapat  disembuhkan menggunakan obat-obatan yang berfungsi menekan impuls dan menghilangkan kecemasan, ditunjang terapi kognitif behaviuor untuk melawan hal-hal yang di pikirkan dan belajar mengendalikan tingkah laku.
Selain usaha medis, dipandang dari sudut pandang teologis, maka keraguan-keraguan yang ada pada diri anak ibu tidak lepas dari gangguan syetan. Sedangkan dari sudut pandang Islam, keraguan haruslah dihilangkan dari diri setiap orang. Dalam hal ini Rasulullah sangat menyarankan untuk menghindarinya. Untuk membentuk sebuah pribadi yang wara memang sangat sulit, terlebih masih anak-anak dan belum faham tentang ajaran agama secara mendalam. Oleh karena itu, Anda bisa menghubungi kami untuk terapi Ruqyah Diri sebagai media memohon kepada Allah supaya dibersihkan dari hawa dan energi negatif dalam tubuh putra ibu sehingga dapat segera disembuhkan. 
Selanjutnya sebagai upaya mendekatkan diri kepada Allah Swt, dan memohon pertolongan agar dihilangkan keraguan serta ditetapkan iman, perbanyaklah membaca ayat Al Qur’an untuk putra ibu  yang artinya “Dia-lah yang Awal (Allah telah ada sebelum segala sesuatu ada), yang Akhir (disaat segala sesuatu telah hancur, Allah masih tetap kekal), yang Zhahir (Dia-lah yang nyata, sebab banyak bukti yang menyatakan adanya Allah), yang Bathin (tidak ada sesuatu yang bisa menghalangi-Nya. Allah lebih dekat kepada hamba-Nya daripada mereka pada dirinya). Dia-lah Yang Maha Mengetahui atas segala sesuatu.” (QS. Al-Hadiid:3). Untuk informasi selanjutnya bisa menghubungi kami.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar