Assalamualaikum
Wr.Wb.
Saya seorang
eksekutif muda dan juga aktifis sebuah organisasi. Dulu keluarga saya pernah
dihina karena miskin, untuk itu saya berambisi ingin menjadi orang sukses dan
bisa dihargai masyarakat. Untuk itu saya selalu bekerja keras untuk
mewujudkannya termasuk mengesampingkan urusan wanita yang menurut saya bisa
menghambat semuanya. Entah mengapa, setelah semuanya tercapai hati ini justru
terasa sepi dan hambar. Ustadz, apa yang harus saya lakukan? usia saya sdh termasuk
tua dan ingin segera menemukan pendamping hidup. Mohon saran dan solusi dari
ustad. Terima kasih.
Beni, medan
Waalaikumussalam Wr.Wb.
Pertama-tama
perlu bapak renungi ayat sebagai berikut: “Dan diantara tanda-tanda
kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya
kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa
kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat
tanda-tanda bagi kaum yang berfikir. (Q.S. Ar-Rum [30]: 21)
Manusia itu
pada dasarnya sama dimata Allah Swt kecuali dilihat dari ketaqwaannya
sebagaimana kematian, rejeki, dan jodoh adalah rahasia Allah swt yang tidak
dapat kita duga kedatangannya. Oleh karenanya bangkitlah untuk meraih keridlaan
Allah Swt dengan melupakan masa lalu keluarga maupun diri sendiri yang kelam. Jadikanlah pelajaran untuk bermuhasabah dan
tidak sebaliknya terus terlarut dalam trauma dan prasangka. Pikirkanlah dengan
tenang dan jernih semua permasalahan serta terus memohon pertolongan-Nya, insya Allah jalan akan terbuka dengan
sendirinya.
Dilihat dari pemaparan di atas, maka jelas bahwa kunci
keluar dari semua permasalahan adalah bertaqwa kepada Allah Swt. Dengan
keyakinan tersebut anda akan siap
menghadapi segala tantangan hidup. Dalam hal ini merasa lebih lega dan siap serta berani
untuk memilih pasangan, menerima segala resiko dan konsekuensinya, karena anda sudah tidak bergantung kepada siapapun
kecuali kepada Allah Swt.
Percayalah bahwa pasangan yang baik adalah
untuk orang yang baik, oleh karenanya perlu ada perhatian khusus terhadap diri
anda. Apabila sampai saat ini ibu masih sering
melakukan dosa dan kesalahan maka segeralah bertaubat. Awalilah dengan
menghentikan kebiasan-kebiasan buruk yang tidak terasa, sebagaimana
berprasangka buruk atau menyimpan dendam terhadap seseorang.
Dalam melaksanakan hal-hal tersebut di atas
tentunya tidak semudah membolak-balik telapak tangan. Oleh karenanya sebagai
upaya untuk mendekatkan diri kepada Allah Swt, anda dapat melaksanakan ruqyah diri, dalam
rangka membersihkan diri dan mempermudah
terkabulnya seluruh hajat kita serta melindungi dari mara bahaya, kejahatan, iri dengki terhadap diri maupun keluarga. Demikian
semoga bermanfaat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar