Senin, 20 April 2015

Gundah Belum Bertemu Jodoh



Assalamualaikum Wr.Wb.
Saya seorang eksekutif muda dan juga aktifis sebuah organisasi. Dulu keluarga saya pernah dihina karena miskin, untuk itu saya berambisi ingin menjadi orang sukses dan bisa dihargai masyarakat. Untuk itu saya selalu bekerja keras untuk mewujudkannya termasuk mengesampingkan urusan wanita yang menurut saya bisa menghambat semuanya. Entah mengapa, setelah semuanya tercapai hati ini justru terasa sepi dan hambar. Ustadz, apa yang harus saya lakukan?  usia saya sdh termasuk tua dan ingin segera menemukan pendamping hidup. Mohon saran dan solusi dari ustad. Terima kasih.
Beni, medan
Waalaikumussalam Wr.Wb.
Pertama-tama perlu bapak renungi ayat sebagai berikut: “Dan diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir. (Q.S. Ar-Rum [30]: 21)
Manusia itu pada dasarnya sama dimata Allah Swt kecuali dilihat dari ketaqwaannya sebagaimana kematian, rejeki, dan jodoh adalah rahasia Allah swt yang tidak dapat kita duga kedatangannya. Oleh karenanya bangkitlah untuk meraih keridlaan Allah Swt dengan melupakan masa lalu keluarga maupun diri sendiri yang kelam. Jadikanlah pelajaran untuk bermuhasabah dan tidak sebaliknya terus terlarut dalam trauma dan prasangka. Pikirkanlah dengan tenang dan jernih semua permasalahan serta terus memohon pertolongan-Nya, insya Allah jalan akan terbuka dengan sendirinya.
Dilihat dari pemaparan di atas, maka jelas bahwa kunci keluar dari semua permasalahan adalah bertaqwa kepada Allah Swt. Dengan keyakinan tersebut anda akan siap menghadapi segala tantangan hidup. Dalam hal ini merasa lebih lega dan siap serta berani untuk memilih pasangan, menerima segala resiko dan konsekuensinya, karena anda sudah tidak bergantung kepada siapapun kecuali kepada Allah Swt.
Percayalah bahwa pasangan yang baik adalah untuk orang yang baik, oleh karenanya perlu ada perhatian khusus terhadap diri anda. Apabila sampai saat ini ibu masih sering melakukan dosa dan kesalahan maka segeralah bertaubat. Awalilah dengan menghentikan kebiasan-kebiasan buruk yang tidak terasa, sebagaimana berprasangka buruk atau menyimpan dendam terhadap seseorang.
Dalam melaksanakan hal-hal tersebut di atas tentunya tidak semudah membolak-balik telapak tangan. Oleh karenanya sebagai upaya untuk mendekatkan diri kepada Allah Swt, anda dapat melaksanakan ruqyah diri, dalam rangka membersihkan diri dan mempermudah terkabulnya seluruh hajat kita serta melindungi dari mara bahaya, kejahatan, iri dengki  terhadap diri maupun keluarga. Demikian semoga bermanfaat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar