Jumat, 17 April 2015

Bisakah Penyakit Ataxia Diruqyah?



Tanya :
Assalamu’alaikum Wr Wb
                Ustadz Massar yang terhormat, saya seorang ibu rumah tangga. Akhir-akhir ini saya didera kebingungan yang sangat bahkan hampir putus asa. Hal tersebut terkait dengan kondisi putra kami yang mengalami kelumpuhan dan sampai sekarang belum sembuh. 
                Gejala yang dirasakan mulai terlihat pada umur 2 tahun. Putra kami telah mulai bicara pada umur 1 tahun dan mulai berjalan pada umur 1,5 tahun. Dalam perkembangannya, dia sering kejang-kejang sampai akhirnya tidak dapat berjalan tanpa bantuan orang lain. Umurnya sekarang menginjak 6 tahun.
                Pada awalnya, saya mengira putra saya diguna-guna, karena dalam pergaulan bisnis, kami banyak rival dan musuh. Sampai akhirnya saya merasa penyakit putra saya semakin parah. Ketika diperiksakan ke dokter, putra saya divonis ataxia. Mohon solusi ustadz, karena menurut dokter, penyakit putra saya tidak bisa disembuhkan.
                                                                                                                Maimunah, Jakarta
Jawab:
Wa’alaikumussalam Wr Wb
                Ibu Maimunah yang dirahmati Allah Swt, semoga Anda tetap istiqomah dalam berusaha dan tidak berputus asa (bertawakal). Yakinlah bahwa segala penyakit pasti ada obatnya, sebagaimana sabda Nabi, ”Setiap kali Allah menurunkan penyakit, pasti Allah menurunkan obatnya.”(H.R Bukhari dan Muslim).
                Terkait dengan ataxia, pada dasarnya penyakit ini merupakan simtom yang menyerang otak kecil dan tulang belakang yang menyebabkan gangguan pada syaraf motorik. Penderita akan kehilangan kendali terhadap syaraf-syaraf motoriknya secara bertahap dan makin lama kondisi fisiknya akan makin parah. Penyakit ini sendiri mempunyai banyak jenis, diantaranya Ataxia Telangectasia, Episodic Ataxia, Friedriech Ataxia dan Spinocerebellar.
                Terkait dengan cara penyembuhan, maka berdasarkan penelitian medis, sampai saat ini belum ada obatnya. Meskipun begitu, dalam perkembangannya terdapat beberapa pendekatan medis, diantaranya dengan mengobati penyakit lokal yang timbul akibat simtom tersebut, sehingga dapat meminimalisir dampak. Selain itu, seiring perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, maka dapat dilakukan terapi sel induk.
                Meskipun kedua metode di atas tidak menjanjikan kesembuhan, sebagai Muslim kita harus tetap berusaha. Oleh karenanya, selain usaha dzahir, meminta pertolongan Allah sebagai wujud usaha bathin ikut menentukan kesembuhan yang diharapkan. Sebagai bagian dari upaya tersebut, maka dapat dilaksanakan metode pengobatan Nabi, yaitu dengan metode rukyah dan tibbun nabawi. Semoga Allah memberikan kesembuhan untuk putra Anda. Untuk selanjutnya bisa menghubungi kami. Salam.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar