Sabtu, 04 April 2015

Menyembuhkan Penyaktit Gigolo



Assalamu’alaikum Ustadz, Saya seorang ibu rumah tangga yang usia pernikahan kami sudah 15 tahun. Walaupun suami masih jauh sekali terhadap amaliah ibadah kepada Tuhan, namun suami bertanggung jawab dalam memenuhi kebutuhan keluarga. Dia seorang kontraktor di Bandung yang ikut dan bergabung di dalam ikatan GAPENSI , suami juga sering luar kota terutama ke Bali.
Keluarga kami bahagia dan harmonis, dia sangat menyayangi saya dan anak-anaknya. Tetapi diawal tahun 2012 ini saya mendapat berita dari wanita yang mengaku sebagai selingkuhannya yang juga tinggal di Bandung. Karena sudah 1 tahun lebih suamiku tidak pernah memberi uang kepadanya, dia angkat bicara bahwa selain suamiku seorang kontraktor dia juga seorang Gigolo di Bali. Lemas sudah tubuh saya setelah mendengar berita tersebut, seluruh tulang syaraf tidak bertenaga seperti kehilangan sebagian nyawa. Sekarang saya sudah tidak mempunyai gairah hidup seperti raga tanpa nyawa. Bantulah saya Ustadz, mohon solusinya.
                                                                                                                Amalia, Jakarta
Wa’alaikumussalam wr. wb
Ibu Amalia yang terhormat, dalam menghadapi permasalahan yang ibu hadapi, maka ibu harus memperbanyak berdzikir supaya tetap tenang. Karena hal ini terkait dengan kepasrahan diri ibu kepada Allah dalam menghadapi cobaan dan tanggung jawab kepada anak-anak yang masih membutuhkan seorang ibu, maka yakinlah bahwa semua permasalahan pasti ada jalan keluarnya apabila kita selalu meminta pertolongan kepada Allah. Oleh karenanya jangalah berputus asa dari rahmat Allah, sebagaimana dalam al Quran dikatakan “Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir.” (QS.12:87).
        Selanjutnya, selama ibu mempunyai iman, maka semua permasalahan harus dikembalikan kepada ketentuan Agama, termasuk kewajiban ibu untuk mengajak suami bertaubat. Sehingga Diharapkan tidak sebaliknya, yaitu meminta cerai  atau menerlantarkan anak sebagai wujud balas dendam. Hal tersebut sesuai dengan firman Allah “Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” (Qs. At-Tahrim [66]:6).
        Adapun sebagai wasilah dalam mengembalikan kembali diri ibu maupun suami, maka dapat dilaksanakan rukyah diri. Untuk Ibu, rukyah diri dapat menjadi penguat sekaligus penenang hati juga membersihkan kotoran-kotoran yang datangnya dari luar maupun dari dalam. Adapun untuk suami, rukyah diri dapat menjadi wasilah dalam membersihkan dirinya dari sifat-sifat tercela dan memberikan pencerahan batin, sehingga melahirkan kesadaran ilahiyah yang dapat membimbingnya kepada jalan kebenaran.
        Hal tersebut tentunya tidak lepas dari amalan rukyah yang berasal dari al Quran dan sunnah nabawiyah, yang secara pasti dapat menjadi obat bagi setiap penyakit, khususnya penyakit hati. Semoga semua upaya yang ibu lakukan mendapatkan keridhoan dari Allah Swt, untuk selanjutnya bisa menghubungi kami . salam.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar