Assalamu’alaikum Ustadz, Saya seorang ibu rumah tangga yang usia
pernikahan kami sudah 15 tahun. Walaupun suami masih jauh sekali terhadap
amaliah ibadah kepada Tuhan, namun suami bertanggung jawab dalam memenuhi
kebutuhan keluarga. Dia seorang kontraktor di Bandung yang ikut dan bergabung
di dalam ikatan GAPENSI , suami juga sering luar kota terutama ke Bali.
Keluarga kami bahagia dan harmonis, dia sangat menyayangi saya dan
anak-anaknya. Tetapi diawal tahun 2012 ini saya mendapat berita dari wanita
yang mengaku sebagai selingkuhannya yang juga tinggal di Bandung. Karena sudah
1 tahun lebih suamiku tidak pernah memberi uang kepadanya, dia angkat bicara
bahwa selain suamiku seorang kontraktor dia juga seorang Gigolo di Bali.
Lemas sudah tubuh saya setelah mendengar berita tersebut, seluruh tulang syaraf tidak bertenaga
seperti kehilangan sebagian nyawa. Sekarang saya sudah tidak mempunyai gairah
hidup seperti raga tanpa nyawa. Bantulah saya Ustadz, mohon solusinya.
Amalia,
Jakarta
Wa’alaikumussalam wr. wb
Ibu Amalia yang terhormat, dalam menghadapi permasalahan yang ibu
hadapi, maka ibu harus memperbanyak berdzikir supaya tetap tenang. Karena hal
ini terkait dengan kepasrahan diri ibu kepada Allah dalam menghadapi cobaan dan
tanggung jawab kepada anak-anak yang masih membutuhkan seorang ibu, maka
yakinlah bahwa semua permasalahan pasti ada jalan keluarnya apabila kita selalu
meminta pertolongan kepada Allah. Oleh karenanya jangalah berputus asa dari
rahmat Allah, sebagaimana dalam al Quran dikatakan “Sesungguhnya tiada
berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir.” (QS.12:87).
Selanjutnya,
selama ibu mempunyai iman, maka semua permasalahan harus dikembalikan kepada
ketentuan Agama, termasuk kewajiban ibu untuk mengajak suami bertaubat.
Sehingga Diharapkan tidak sebaliknya, yaitu meminta cerai atau menerlantarkan anak sebagai wujud balas
dendam. Hal tersebut sesuai dengan firman Allah “Hai orang-orang yang
beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya
adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras,
yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka
dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” (Qs. At-Tahrim [66]:6).
Adapun
sebagai wasilah dalam mengembalikan kembali diri ibu maupun suami, maka dapat
dilaksanakan rukyah diri. Untuk Ibu, rukyah diri dapat menjadi penguat
sekaligus penenang hati juga membersihkan kotoran-kotoran yang datangnya dari
luar maupun dari dalam. Adapun untuk suami, rukyah diri dapat menjadi wasilah dalam
membersihkan dirinya dari sifat-sifat tercela dan memberikan pencerahan batin,
sehingga melahirkan kesadaran ilahiyah yang dapat membimbingnya kepada jalan
kebenaran.
Hal
tersebut tentunya tidak lepas dari amalan rukyah yang berasal dari al Quran dan
sunnah nabawiyah, yang secara pasti dapat menjadi obat bagi setiap penyakit,
khususnya penyakit hati. Semoga semua upaya yang ibu lakukan mendapatkan
keridhoan dari Allah Swt, untuk selanjutnya bisa menghubungi kami . salam.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar