Assalamu’alaikumWr.Wb.
Ustadz yang saya hormati, aku terlahir dikeluarga
militer yang kaya. Dari awal saya menikah dengan istri, saya hanya punya niat memanfaatkan dia saja karena kondisi
saya (dijodohkan). Tetapi setelah 4 tahun menikah, saya mulai mencintainya.
Namun kesungguhan cinta saya ini ternyata dibalas dengan pengkhianatan. Istri
saya berselingkuh dengan mantannya dan sampai saat ini saya tidak dapat
melupakan kelakuannya. Malahan, akhir-akhir ini saya sering melakukan hal-hal
yang dulunya tidak pernah saya lakukan, hanya untuk memuaskan perasaan saya.
Apakah saya mengalami suatu kelainan Ustadz dan bagaimana sebaiknya
menghadapi masalah ini?
Wa’alaikumussalam Wr Wb.
Bapak yang baik, suatu hal yang manusiawi apabila
kita tersakiti maka akan melampiaskannya kepada hal yang membuat kita senang
(hal negatif). Akan tetapi, sebagai manusia yang berakal dan bermoral, maka
mengerjakan perbuatan yang tercela tidak akan dilakukan sebagai pelampiasan,
sebaliknya justru melampiaskannya kepada hal-hal yang positif. Dalam hal ini,
kami mengharapkan agar bapak tabah, sabar dan tenang menghadapi permasalahan
yang sedang dihadapi, sehingga mendapatkan jalan keluar atas dasar akal sehat.
Kaitannya dengan keadaan istri bapak, maka
bercerminlah terlebih dahulu kepada diri sendiri. Apakah bapak telah menjadi
pribadi yang baik dengan memberikan perhatian dan cinta kepada istri bapak
seutuhnya atau bermusyawarah untuk membicarakan permasalahan yang dirasakan
masing-masing secara terbuka dan penuh kehangatan. Apabila belum dilaksanakan,
maka hal tersebut harus dilakukan agar kesalahfahaman tidak berlanjut lebih
jauh. Diharapkan kejujuran dari kedua belah pihak, untuk saling memahami
masing-masing dengan tidak mengedepankan ego pribadi.
Bertaubatlah kepada Allah Swt dengan sebenar
benarnya taubat. Sebagaimana firman Allah Swt, setiap orang pasti melakukan
kesalahan, maka sebaik-baiknya orang yang melakukan kesalahan adalah yang
memperbaiki diri. Yang lalu biarlah berlalu, jadikanlah pelajaran dari apa yang
telah terjadi. Pertimbangkanlah secara jauh akan tindakan yang akan dilakukan.
Selama masih bisa diperbaiki alangkah baiknya jika menempuh cara-cara bijak
dalam menyelesaikannya. Karena pernikahan sendiri tidaklah hanya sebatas
menyatukan dua hati yang berbeda, lebih dari itu menyatukan dua keluarga
menjadi satu.
Mintalah pertolongan Allah Swt dengan
memperbanyak berdoa agar hati istri bapak tidak berpaling dan menjadi pribadi
setia serta mencintai bapak dengan sepenuh hati. Laksanakanlah ruqyah diri
bagi bapak dan juga istri, sebagai upaya pembersihan hati yang kotor dan
tertutup oleh debu-debu dosa yang mengotori. Darinya diharapkan memancar aura
positif yang dapat mendatangkan kebaikan dan kemaslahatan untuk semuanya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar