Kamis, 23 April 2015

Kecewa Dengan Pasangan



Assalamu’alaikumWr.Wb.
Ustadz yang saya hormati, aku terlahir dikeluarga militer yang kaya. Dari awal saya menikah dengan istri, saya hanya punya niat memanfaatkan dia saja karena kondisi saya (dijodohkan). Tetapi setelah 4 tahun menikah, saya mulai mencintainya. Namun kesungguhan cinta saya ini ternyata dibalas dengan pengkhianatan. Istri saya berselingkuh dengan mantannya dan sampai saat ini saya tidak dapat melupakan kelakuannya. Malahan, akhir-akhir ini saya sering melakukan hal-hal yang dulunya tidak pernah saya lakukan, hanya untuk memuaskan perasaan saya. Apakah saya mengalami suatu kelainan  Ustadz dan bagaimana sebaiknya menghadapi masalah ini?
Wa’alaikumussalam Wr Wb.
Bapak yang baik, suatu hal yang manusiawi apabila kita tersakiti maka akan melampiaskannya kepada hal yang membuat kita senang (hal negatif). Akan tetapi, sebagai manusia yang berakal dan bermoral, maka mengerjakan perbuatan yang tercela tidak akan dilakukan sebagai pelampiasan, sebaliknya justru melampiaskannya kepada hal-hal yang positif. Dalam hal ini, kami mengharapkan agar bapak tabah, sabar dan tenang menghadapi permasalahan yang sedang dihadapi, sehingga mendapatkan jalan keluar atas dasar akal sehat.
Kaitannya dengan keadaan istri bapak, maka bercerminlah terlebih dahulu kepada diri sendiri. Apakah bapak telah menjadi pribadi yang baik dengan memberikan perhatian dan cinta kepada istri bapak seutuhnya atau bermusyawarah untuk membicarakan permasalahan yang dirasakan masing-masing secara terbuka dan penuh kehangatan. Apabila belum dilaksanakan, maka hal tersebut harus dilakukan agar kesalahfahaman tidak berlanjut lebih jauh. Diharapkan kejujuran dari kedua belah pihak, untuk saling memahami masing-masing dengan tidak mengedepankan ego pribadi.
Bertaubatlah kepada Allah Swt dengan sebenar benarnya taubat. Sebagaimana firman Allah Swt, setiap orang pasti melakukan kesalahan, maka sebaik-baiknya orang yang melakukan kesalahan adalah yang memperbaiki diri. Yang lalu biarlah berlalu, jadikanlah pelajaran dari apa yang telah terjadi. Pertimbangkanlah secara jauh akan tindakan yang akan dilakukan. Selama masih bisa diperbaiki alangkah baiknya jika menempuh cara-cara bijak dalam menyelesaikannya. Karena pernikahan sendiri tidaklah hanya sebatas menyatukan dua hati yang berbeda, lebih dari itu menyatukan dua keluarga menjadi satu.
Mintalah pertolongan Allah Swt dengan memperbanyak berdoa agar hati istri bapak tidak berpaling dan menjadi pribadi setia serta mencintai bapak dengan sepenuh hati. Laksanakanlah ruqyah diri bagi bapak dan juga istri, sebagai upaya pembersihan hati yang kotor dan tertutup oleh debu-debu dosa yang mengotori. Darinya diharapkan memancar aura positif yang dapat mendatangkan kebaikan dan kemaslahatan untuk semuanya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar