Assalamu’alaikum
wr wb
Ustadz Massar yang
terhormat, saya adalah mantan
seorang wanita panggilan di hotel
yang lumayan berkelas. Beberapa pengusaha pernah memakai saya dan dari
mereka juga akhirnya saya dapat
mengumpulkan uang untuk dijadikan modal. Terus terang, sebenarnya pekerjaan seperti itu sangat menyiksa batin
saya. Akan tetapi itulah
jalan yang bisa saya tempuh untuk menghidupi
orang tua dan dua anak saya
di kampung.
Oleh karenanya, ketika tabungan saya lumayan
dan cukup untuk modal usaha, saya langsung mulai mencoba untuk berbisnis.
Permasalahan muncul ketika saya membuka usaha apapun, usaha tersebut selalu
gagal bahkan rugi. Saya bingung tidak tahu harus bagaimana, karena modal saya
hanya dari itu. Lantas apakah kegagalan tersebut berkaitan dengan harta saya
yang tidak barokah? Kalau boleh jujur saya ingin sekali bertaubat, akan tetapi
apakah taubat saya bisa diterima, mengingat masa lalu saya yang sangat suram.
Mohon solusi Ustadz.
. Bunga
, Yogyakarta
Wa’alaikumussalam
wr wb
Saudari Bunga, tidak ada
dosa yang tidak diampuni oleh Allah kecuali syirik. Hal
tersebut sebagaimana termaktub dalam Al Qur’an surat Annisa ayat 46 yang berbunyi, ”Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa
syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi
siapa yang dikehendaki-Nya. Barang siapa yang mempersekutukan Allah, maka
sungguh ia telah berbuat dosa yang besar”.
Perlu Anda ketahui juga bahwa rahmat Allah lebih luas dari
apapun, termasuk dosa umat Islam sedunia. Oleh karena itu, janganlah Anda berputus asa dari rahmat Allah, karena
sebagaimana dalam Al Qur’an dikatakan “Sesungguhnya tiada
berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir.” (QS.12:87).
Setelah melihat kedua ayat
tersebut, tentu Anda tidak
perlu ragu untuk bertaubat. Taubat dapat menghapus seluruh dosa yang terdahulu.
Akan tetapi, meskipun taubat itu sangatlah mudah, ternyata untuk menjaganya
perlu kesungguhan dan istiqomah. Maka untuk mencapai taubatan nasuha berbagai
macam metode selalu diupayakan termasuk di antaranya dengan wasilah Ruqyah Diri, yaitu upaya memohon pertolongan Allah untuk membersihkan diri dari
berbagai macam penyakit jiwa baik yang disebabkan dari luar maupun dari
dalam.
Terkait harta yang telah di
dapat dari cara yang tidak benar (menjual diri), maka alangkah baiknya jika
diberikan untuk kebaikan umat muslim, meskipun sebagian ulama berbeda pendapat
terkait permasalahan tersebut,
di antaranya ada yang berpendapat harus
dimusnahkan. Sedangkan untuk modal usaha sendiri, maka yakinlah bahwa usaha yang halal dan
didapat dari bekerja keras bisa
mengantarkan kita kepada keberhasilan dan keberkahan meskipun sedikit. Yakinlah, apabila ada kemauan pasti ada jalan, selama kita masih
berjalan pada jalan yang lurus. Untuk selanjutnya bisa menghubungi kami.
Salam.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar