Assalamualaikum Wr.Wb.
Ustadz, saya
(PNS) sedang bingung dan sedih menghadapi kenyataan ini, sebenarnya sudah lama
saya mendengar desas desus bahwa istri saya selingkuh, tapi semuanya saya tepis
karena saya percaya dan yakin dia tidak akan melakukannya terlebih kami baru
saja dikaruniai putra yang sudah lama kami nantikan. Namun, sebuah pemandangan yang tidak
semestinya terjadi telah membuka pikiran saya akan semua berita itu. Dengan
mesranya istriku dinner bersama atasannya di restoran bergengsi di Jakarta. Pak
Ustadz,Saat ini rumah tangga saya sedang diujung tanduk. Bagaimana saya harus
menyikapi masalah saya yang pelik ini ? Terimakasih.
Hamba Allah, Jakarta
Jawab:
Waalaikumussalam Wr.Wb.
Bapak yang baik, semoga bapak diberi
kesabaran dalam menghadapi cobaan tersebut. Tetaplah tenang dan berfikirlah
jernih untuk mencapai kemaslahatan dalam berumah tangga. Terlebih bapak telah dikaruniai seorang anak, maka mempertimbangkan masa
depannya adalah suatu keniscayaan. Yakinlah bahwa Allah Swt akan memberikan
jalan keluar bagi bapak apabila bapak berniat tulus mempertahankan mahligai
rumah tangga, mengingat perceraian adalah salah satu perbuatan yang dibenci
Allah Swt.
Menyikapi
masalah istri yang melakukan perselingkuhan, maka sudah saatnya bapak
menjalankan peran sebagai kepala keluarga sekaligus imam bagi istri, yaitu
memperingatkannya dan memberikannya arahan agar kembali ke jalan yang benar.
Komunikasikanlah permasalahan yang dihadapi agar didapatkan jalan keluar yang
dapat disepakati bersama. Apabila tidak memungkinkan, maka bapak dapat mendatangkan
pihak ketiga sebagai penengah dan pemberi pertimbangan yang netral. Selanjutnya
cobalah masing-masing mengintrospeksi diri sehingga jelaslah
apa yang harus diperbaiki dalam membina rumah tangga.
Apabila
berbagai upaya dzahir telah dilakukan, maka selanjutnya bapak dapat
melaksanakan upaya batin berupa ruqyah diri bagi istri bapak. Dalam hal ini
sebagai cara memohon pertolongan Allah Swt agar istri bapak diberi petunjuk dan
hatinya dibersihkan dari kotoran-kotoran akibat mengikuti hawa nafsu yang selama
ini menjerumuskannya kepada jurang dosa dan kemaksiatan.
Perbanyaklah
berdoa dengan doa sebagai berikut “rabbanaa hablanaa min azwaajinaa wadzurriyaatinaa qurrataa a’yunin,
wajalnaa lilmuttaqiina imaama”. Semoga keluarga bapak menjadi keluarga yang sakinah
mawaddah warahmah. Demikian penjelasan dari kami , semoga bermanfaat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar