Jumat, 20 Maret 2015

Istri selingkuh dengan atasan.

Tanya:
Assalamualaikum Wr.Wb.
Ustadz, saya (PNS) sedang bingung dan sedih menghadapi kenyataan ini, sebenarnya sudah lama saya mendengar desas desus bahwa istri saya selingkuh, tapi semuanya saya tepis karena saya percaya dan yakin dia tidak akan melakukannya terlebih kami baru saja dikaruniai putra yang sudah lama kami nantikan. Namun, sebuah pemandangan yang tidak semestinya terjadi telah membuka pikiran saya akan semua berita itu. Dengan mesranya istriku dinner bersama atasannya di restoran bergengsi di Jakarta. Pak Ustadz,Saat ini rumah tangga saya sedang diujung tanduk. Bagaimana saya harus menyikapi masalah saya yang pelik ini ? Terimakasih.
Hamba Allah, Jakarta
Jawab:
Waalaikumussalam Wr.Wb.
Bapak yang baik, semoga bapak diberi kesabaran dalam menghadapi cobaan tersebut. Tetaplah tenang dan berfikirlah jernih untuk mencapai kemaslahatan dalam berumah tangga. Terlebih bapak telah dikaruniai seorang anak, maka mempertimbangkan masa depannya adalah suatu keniscayaan. Yakinlah bahwa Allah Swt akan memberikan jalan keluar bagi bapak apabila bapak berniat tulus mempertahankan mahligai rumah tangga, mengingat perceraian adalah salah satu perbuatan yang dibenci Allah Swt.
Menyikapi masalah istri yang melakukan perselingkuhan, maka sudah saatnya bapak menjalankan peran sebagai kepala keluarga sekaligus imam bagi istri, yaitu memperingatkannya dan memberikannya arahan agar kembali ke jalan yang benar. Komunikasikanlah permasalahan yang dihadapi agar didapatkan jalan keluar yang dapat disepakati bersama. Apabila tidak memungkinkan, maka bapak dapat mendatangkan pihak ketiga sebagai penengah dan pemberi pertimbangan yang netral. Selanjutnya cobalah masing-masing mengintrospeksi diri sehingga jelaslah apa yang harus diperbaiki dalam membina rumah tangga.
Apabila berbagai upaya dzahir telah dilakukan, maka selanjutnya bapak dapat melaksanakan upaya batin berupa ruqyah diri bagi istri bapak. Dalam hal ini sebagai cara memohon pertolongan Allah Swt agar istri bapak diberi petunjuk dan hatinya dibersihkan dari kotoran-kotoran akibat mengikuti hawa nafsu yang selama ini menjerumuskannya kepada jurang dosa dan kemaksiatan.
Perbanyaklah berdoa dengan doa sebagai berikut “rabbanaa hablanaa min  azwaajinaa wadzurriyaatinaa qurrataa a’yunin, wajalnaa lilmuttaqiina imaama”. Semoga keluarga bapak menjadi keluarga yang sakinah mawaddah warahmah. Demikian penjelasan dari kami , semoga bermanfaat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar