Tanya:
Assalamu’alaikum
Wr Wb.
Ustadz
massar yang terhormat, saya seorang ibu rumah tangga sedang suami adalah seorang pengusaha coklat.
Pada kesempatan kali ini kami ingin memohon solusi untuk anak perempuan kami
yang baru saja selesai mengikuti UNAS SMA dan dinyatakan tidak lulus, dia
menjadi stress,depresi dan terus mengurung diri dikamar. Beruntung dia tidak
melakukan hal-hal yang dilarang, sepertinya putri sulung kami telah kehilangan gairah dan
semangat untuk melakukan aktifitas. Padahal dia telah berencana untuk
melanjutkan kuliah di Eropa.
Berbagai solusi
telah kami lakukan, termasuk meminta teman-temannya untuk menghibur dan memberinya
semangat.
Diluar dugaan putri saya justru marah kepada kami karena dia merasa malu dan minder
bertemu teman-temannya. saya melihat
penyesalan yang mendalam pada dirinya. Mohon solusinya ustadz.
Ayu, Jawa Timur
Jawab:
Wa’alaikumussalam Wr Wb.
Ibu
yang baik, masa SMA memang masa dimana remaja menjadi sangat sensitif,
khususnya perempuan yang dalam masa-masa transisi menuju kedewasaan. Tidak
hanya karena adanya perubahan fisik, lebih dari itu emosinya juga sedang dalam
keadaan labil. Oleh karena itu, mohon ibu bersabar dalam membimbing putri ibu.
Perlahan
tapi pasti, ajaklah putri ibu untuk dapat menerima kenyataan. Berilah
pengertian bahwa masa depan masih panjang sehingga masih banyak yang dapat
dilakukan untuk meraihnya. Janganlah putus asa, karena belum tentu anak-anak
yang lulus saat ini menjadi lebih sukses dari dirinya di masa yang akan datang.
Rahmat Allah Swt selalu bersama orang-orang yang bersyukur dan tidak mudah
putus asa sebagaimana firman Allah Swt “Wala tai asu mirraukhillah…..
(jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah),” surat Yusuf:87. Apabila ibu
kesulitan untuk menasehatinya, mintalah pihak-pihak yang dapat memberikan
nasihat dan disegani oleh putri ibu.
Untuk
saat ini, terdapat banyak solusi bagi anak-anak yang tidak lulus dalam UNAS, diantaranya
mengejar paket. Dengan memiliki status yang sama untuk masuk perguruan tinggi
secara substansi tidak ada masalah. Sehingga apabila masih merasa minder karena
tidak bersama-sama teman-teman yang lulus dalam UNAS, maka yakinkan putri ibu
bahwa pada saatnya setiap orang akan berjalan sendiri-sendiri, sehingga
diharapkan tidak minder dan harus percaya diri. Lebih dari itu, UNAS bukanlah
satu-satunya ukuran menentukan kualitas seseorang.
Sebagai upaya
penguatan mental, ibu bisa mengajaknya memperbanyak istighfar, dzikir dan
berserah kepada Allah Swt. Selain itu ruqyah diri juga dapat menjadi wasilah
bagi
putri ibu, agar diberikan kesadaran dan juga memiliki mental yang baik. Disamping mencari usaha-usaha
untuk putri tercinta, alangkah bijaknya apabila ibu beserta keluarga juga terus
berdoa untuk kebaikan putri ibu. Salam.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar