Jumat, 16 Januari 2015

Solusi Depresi Gagal UNAS



 Tanya:
Assalamu’alaikum Wr Wb.
            Ustadz massar yang terhormat, saya seorang ibu rumah tangga sedang suami adalah seorang pengusaha coklat. Pada kesempatan kali ini kami ingin memohon solusi untuk anak perempuan kami yang baru saja selesai mengikuti UNAS SMA dan dinyatakan tidak lulus, dia menjadi stress,depresi dan terus mengurung diri dikamar. Beruntung dia tidak melakukan hal-hal yang dilarang, sepertinya putri sulung kami telah kehilangan gairah dan semangat untuk melakukan aktifitas. Padahal dia telah berencana untuk melanjutkan kuliah di Eropa.  
Berbagai solusi telah kami lakukan, termasuk meminta teman-temannya untuk menghibur dan memberinya semangat. Diluar dugaan putri saya justru marah kepada kami karena dia merasa malu dan minder bertemu teman-temannya.  saya melihat penyesalan yang mendalam pada dirinya. Mohon solusinya ustadz.
Ayu, Jawa Timur
Jawab:
Wa’alaikumussalam Wr Wb.
            Ibu yang baik, masa SMA memang masa dimana remaja menjadi sangat sensitif, khususnya perempuan yang dalam masa-masa transisi menuju kedewasaan. Tidak hanya karena adanya perubahan fisik, lebih dari itu emosinya juga sedang dalam keadaan labil. Oleh karena itu, mohon ibu bersabar dalam membimbing putri ibu.
            Perlahan tapi pasti, ajaklah putri ibu untuk dapat menerima kenyataan. Berilah pengertian bahwa masa depan masih panjang sehingga masih banyak yang dapat dilakukan untuk meraihnya. Janganlah putus asa, karena belum tentu anak-anak yang lulus saat ini menjadi lebih sukses dari dirinya di masa yang akan datang. Rahmat Allah Swt selalu bersama orang-orang yang bersyukur dan tidak mudah putus asa sebagaimana firman Allah Swt “Wala tai asu mirraukhillah….. (jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah),” surat Yusuf:87. Apabila ibu kesulitan untuk menasehatinya, mintalah pihak-pihak yang dapat memberikan nasihat dan disegani oleh putri ibu.
            Untuk saat ini, terdapat banyak solusi bagi anak-anak yang tidak lulus dalam UNAS, diantaranya mengejar paket. Dengan memiliki status yang sama untuk masuk perguruan tinggi secara substansi tidak ada masalah. Sehingga apabila masih merasa minder karena tidak bersama-sama teman-teman yang lulus dalam UNAS, maka yakinkan putri ibu bahwa pada saatnya setiap orang akan berjalan sendiri-sendiri, sehingga diharapkan tidak minder dan harus percaya diri. Lebih dari itu, UNAS bukanlah satu-satunya ukuran menentukan kualitas seseorang.
Sebagai upaya penguatan mental, ibu bisa mengajaknya memperbanyak istighfar, dzikir dan berserah kepada Allah Swt. Selain itu ruqyah diri juga dapat menjadi wasilah bagi putri ibu, agar diberikan kesadaran dan juga memiliki mental yang baik. Disamping mencari usaha-usaha untuk putri tercinta, alangkah bijaknya apabila ibu beserta keluarga juga terus berdoa untuk kebaikan putri ibu. Salam.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar