Konsultasi
Tanya:
Assalamu’alaikum Wr Wb.
Ustadz Massar yang terhormat,
saya seorang kontraktor. Bisnis
yang saya geluti saat ini merupakan warisan orang tua. Jadi saya tidak mempunyai prestasi atau
kemampuan yang mumpuni dalam bidang tersebut karena masa lalu saya yang kelam.
Permasalahan saya sekarang, semakin saya berusaha melupakan masa
lalu, semakin bayangan-bayangan itu muncul dan membebani saya dalam berkeluarga
maupun dalam meniti karir dalam berbisnis. Saya merasa bahwa diri saya kotor,
sehingga apa yang saya lakukan tidak memberikan sebuah kebarokahan atau
sebaliknya menjadi bencana bagi keluarga saya. Mohon solusi ustadz.
Andrian Susilo, Jakarta
Jawab:
Wa’alaikumusalam Wr Wb.
Bapak Andrian yang baik,
terkait dengan perbuatan yang telah bapak lakukan di masa lampau maka yakinlah
pada janji Allah dalam al Quran “Katakanlah: “Hai hamba-hambaKu yang
melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari
rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya
Dia-lah yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Az-Zumar: 53) dan
dalam hadist Rasul “Jika kalian melakukan kesalahan-kesalahan (dosa) hingga
kesalahan kalian itu sampai ke langit, kemudian kalian bertaubat, niscaya Allah
SWT akan memberikan taubat kepada kalian.” (Hadist diriwayatkan oleh Ibnu
Majah dari Abi Hurairah).
Dari ketentuan ayat al Quran
dan hadits di atas, dapat disimpulkan bahwa apabila bapak bertaubat secara
sungguh-sungguh (taubatan nashuha) maka segala dosa bapak akan diampuni.
Oleh karenanya tidak ada alasan bagi bapak berputus asa dari rahmat Allah untuk
mendapatkan kebarokahan. Meskipun telah ada janji Allah untuk mengampuni, tentu
bukan berarti bapak melupakan kewajiban terhadap sesama.
Oleh karenanya, usaha taubat
sendiri dapat dilakukan dengan mulai meminta maaf kepada orang-orang yang telah
bapak sakiti, selanjutnya bapak bisa membersihkan harta dengan cara beramal
(zakat, infaq dan shadaqoh). Sedangkan untuk diri bapak, sebagai usaha
menjernihkan hati, menguatkan iman dan membentengi mental, maka dapat
dilaksanakan rukyah diri. Usaha terakhir ini sebagai usaha meminta perotolongan
Allah supaya diri kita bersih sehingga dapat melupakan masa lalu yang nantinya
taubat bapak menjadi tanpa hambatan. Salam.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar