Tanya:
Assalamualaikum Wr.Wb.
Saya perempuan (35) bekerja
diperusahaan asing sebagai kepala staff. Sejak kecil saya tinggal bersama nenek
dan kakek karena orangtuaku sudah meninggal dalam musibah kecelakaan
pesawat usai menghadiri pertemuan dengan
para kolega. Saat remaja dulu saya telah berulang kali menjalin hubungan dengan
laki-laki namun semuanya kandas. Hingga menyebabkan adanya trauma dalam diri
saya untuk menjalaninya lagi. Disamping itu, saya sudah merasa nyaman hidup
sendiri seperti saat ini. Akan tetapi sebuah nasehat yang diberikan nenek
beberapa bulan yang lalu telah menggelitik hati nurani saya untuk kembali
mencari pasangan hidup. Pak Ustadz,
bantulah saya dalam menyelesaikan masalah ini. Terimakasih.
Delia, Bandung
Jawab:
Waalaikumussalam Wr.Wb.
Mbak Delia yang baik, permasalahan
trauma yang mbak hadapi merupakan permasalahan yang sering dialami oleh
kebanyakan orang. Adanya rasa sakit hati yang mendalam akibat
dikhianati atau lainnya, dapat mempengaruhi keinginan seseorang untuk tidak
mencari pasangan kembali. Dalam hal tersebut merupakan suatu kewajaran apabila
jiwa membentuk anti body terhadap sakit yang pernah dirasakan, sebaliknya
menjadi hal yang tidak normal apabila kebablasan yaitu tidak menginginkan
mendapatkan pendamping hidup selamanya.
Pada dasarnya
berpasangan merupakan fitrah manusia yang telah ditentukan Allah Swt. oleh
karenanya, sebagai bagian dari kesempurnaan sunnah-Nya, maka
dijadikanlah pernikahan untuk menyatukan dua manusia yang berbeda. Selain itu, pernikahan
juga mempunyai tujuan untuk mencapai kebarokahan dalam hidup, sebagaimana firman Allah Swt
Dan diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu
istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram
kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya
pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang
berfikir. (Q.S. Ar-Rum [30]: 21)
Dari berbagai
anjuran di atas, maka sudah saatnya ibu bangkit dan memohon kepada Allah Swt
agar diberi kekuatan dan kesiapan, serta diberikan jodoh yang membawa
kemaslahatan. Khusus untuk mendapatkan pasangan yang baik, maka seyogyanya
bercermin kepada baik buruknya diri kita sendiri. Yaitu upaya menjadikan
pribadi ibu sesuai untuk pasangan. Sebagai upaya untuk meraih hal tersebut,
maka ibu dapat melaksanakan ruqyah diri. Yaitu upaya membersihkan diri dengan
memohon pertolongan Allah Swt, serta mengisinya dengan hikmah kebijaksanaan
agar semua hajat sebagaimana telah disebutkan di atas, diperkenankan oleh Allah
Swt. Salam.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar