Kamis, 08 Januari 2015

Mencari Pasangan Hidup



Tanya:
Assalamualaikum Wr.Wb.
Saya perempuan (35) bekerja diperusahaan asing sebagai kepala staff. Sejak kecil saya tinggal bersama nenek dan kakek karena orangtuaku sudah meninggal dalam musibah kecelakaan pesawat  usai menghadiri pertemuan dengan para kolega. Saat remaja dulu saya telah berulang kali menjalin hubungan dengan laki-laki namun semuanya kandas. Hingga menyebabkan adanya trauma dalam diri saya untuk menjalaninya lagi. Disamping itu, saya sudah merasa nyaman hidup sendiri seperti saat ini. Akan tetapi sebuah nasehat yang diberikan nenek beberapa bulan yang lalu telah menggelitik hati nurani saya untuk kembali mencari pasangan hidup.  Pak Ustadz, bantulah saya dalam menyelesaikan masalah ini. Terimakasih.
Delia, Bandung

Jawab:
Waalaikumussalam Wr.Wb.
Mbak Delia yang baik, permasalahan trauma yang mbak hadapi merupakan permasalahan yang sering dialami oleh kebanyakan orang. Adanya rasa sakit hati yang mendalam akibat dikhianati atau lainnya, dapat mempengaruhi keinginan seseorang untuk tidak mencari pasangan kembali. Dalam hal tersebut merupakan suatu kewajaran apabila jiwa membentuk anti body terhadap sakit yang pernah dirasakan, sebaliknya menjadi hal yang tidak normal apabila kebablasan yaitu tidak menginginkan mendapatkan pendamping hidup selamanya.
Pada dasarnya berpasangan merupakan fitrah manusia yang telah ditentukan Allah Swt. oleh karenanya, sebagai bagian dari kesempurnaan sunnah-Nya, maka dijadikanlah pernikahan untuk menyatukan dua manusia yang berbeda. Selain itu, pernikahan juga mempunyai tujuan untuk mencapai kebarokahan dalam hidup, sebagaimana firman Allah Swt Dan diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir. (Q.S. Ar-Rum [30]: 21)
Dari berbagai anjuran di atas, maka sudah saatnya ibu bangkit dan memohon kepada Allah Swt agar diberi kekuatan dan kesiapan, serta diberikan jodoh yang membawa kemaslahatan. Khusus untuk mendapatkan pasangan yang baik, maka seyogyanya bercermin kepada baik buruknya diri kita sendiri. Yaitu upaya menjadikan pribadi ibu sesuai untuk pasangan. Sebagai upaya untuk meraih hal tersebut, maka ibu dapat melaksanakan ruqyah diri. Yaitu upaya membersihkan diri dengan memohon pertolongan Allah Swt, serta mengisinya dengan hikmah kebijaksanaan agar semua hajat sebagaimana telah disebutkan di atas, diperkenankan oleh Allah Swt. Salam.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar