Assalamu’alaikum Wr Wb.
Ustadz
Massar yang terhormat, saya seorang desaigner yang
juga memiliki butik sedangkan suami seorang Genderal Manager diperusahaan
orangtuanya. Saya ingin menanyakan sesuatu kaitannya dengan
penyakit kanker, Apakah metode
ruqyah dapat digunakan untuk terapi kanker? Terus terang pertanyaan ini ada
kaitannya dengan kondisi anak saya (5 th) yang saat ini menderita kanker otak stadium awal. Saat ini dia juga masih mengikuti terapi terkait
penyakitnya. mohon
penjelasannya. Wassalam.
Hamba Allah, Jakarta
Wassalamu’alaikum Wr Wb.
Hamba
Allah yang baik, jika kita percaya
kepada Allah Swt, maka baginya tidak ada yang tidak mungkin. Sebagaimana telah
difirmankan dalam al Qur’an, “kun fayakun”, yaitu apabila Allah Swt
berkehendak maka terjadilah apa yang dikehendakinya. Kaitannya dengan hal
tersebut, ruqyah sebagai bagian dari metode penyembuhan melalui doa, pada
dasarnya meminta kepada Allah Swt untuk mengabulkan hajat yang kita inginkan,
dalam hal ini adalah kesembuhan suatu penyakit.
Selanjutnya
perlu ibu ketahui, bahwa sebagai seorang muslim, seyogyanya usaha yang
dilakukan adalah dzahir maupun batin secara sekaligus. Sebagaimana difirmankan
dalam al Qur’an yang berbunyi “Wabtaghi fima ataka llah Dar al Akhirah, wala
tansa nasibaka minaddunya” yang
intiya bahwa kejarlah urusan akhirat, akan tetapi jangan lupa nasib kita di
dunia. Selanjutnya pada ayat, “innallaha la yughayyiru ma biqaumin hatta
yughayyiru ma bian’fusihim” yang intinya, Allah tidak akan merubah suatu
kaum, sampai mereka merubah dirinya sendiri.
Penjelasan di
atas memberikan gambaran , bahwa ruqyah dapat menjadi bagian dari usaha
penyembuhan kanker. Dalam hal ini, kekuatan doa yang tanpa batas, serta efek
positif dari doa yang dapat meningkatkan imunitas diharapkan dapat membantu
terapi yang dilakukan oleh penderita. Sampai saat ini, banyak orang yang berobat dengan tidak
efisien, yaitu mencoba berbagai cara yang belum jelas dan terjamin khasiatnya.
Meskipun kanker otak merupakan penyakit yang ganas, sampai saat ini sudah banyak
pasien yang mendapatkan kesehatannya kembali. Kaitannya dengan hal tersebut,
terbukalah kepada keluarga, selain meringankan beban sudah selayaknya sebagai
sesama muslim saling tolong menolong dan membantu satu sama lain, terlebih
dengan keluarga.
Selanjutnya yang terpenting
adalah keyakinan kita kepada Allah Swt, bahwa seluruh penyakit pasti ada
obatnya (dapat disembuhkan), oleh karenanya teruslah berusaha dzahir dan batin
sebagai upaya mencapai ketentuan Allah tersebut. Demikian semoga bermanfaat. Salam.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar