Selasa, 16 September 2014

Mengatasi Demam Panggung



Assalamualaikum Wr.Wb.
Ustadz Massar yang dimulyakan Allah, saya seorang agribisnis dan juga ketua salah satu yayasan yang bergerak dibidang pendidikan di Surabaya. Meskipun sering bertemu dan berkumpul dengan orang banyak akan tetapi saya selalu merasa Demam panggung saat harus berdiri diatas panggung untuk mengisi seminar atau pertemuan lainnya. Terus terang Ustadz, hal ini sangat mengganggu dan membuat malu saya karena terkadang beberapa rekan saya ada yang mentertawakan saya.  Apakah rukyah juga bisa menyembuhkannya ustadz? Wassalamualaikum.
Waalaikumussalam Wr.Wb.
Untuk keluar dari permasalahan tersebut, maka bapak perlu melatih mental agar semua factor penyebab demam tersebut dapat teratasi. Upaya-upaya tersebut dapat berupa mengatur keyakinan bahwa bapak bisa dan mampu, yaitu dengan cara menyiapkan materi secara maksimal. Cobalah berlatih dengan teman-teman dekat sebagai peserta (audience), seolah sedang dalam pertemuan.
Terkadang seseorang tidak percaya diri juga dapat disebabkan oleh beberapa factor, diantaranya tidak adanya kapasitas nyata dalam diri untuk tampil di depan orang-orang yang berada didepannya (audience). Lain dari itu, bisa disebabkan oleh mental pemalu seseorang.
Apabila hal ini terjadi, maka haruslah terlebih dahulu merasionalkan akan sebab dirinya merasa malu. Apabila hanya karena suatu hal yang wajar dirinya malu, hal itu merupakan kekeliruan, karena sesungguhnya rasa malu tersebut harus ditempatkan pada tempatnya sebagaimana hadis nabi menyatakan bahwa malu adalah sebagian dari iman, yaitu malu melakukan hal-hal buruk dan tidak terpuji.
Kaitannya dengan cara menumbuhkan rasa percaya diri, yakinlah bahwa semua mahluk itu sama di mata Allah Swt, sebagaimana dalam al Quran dikatakan “innaa akramakum ‘indallaahi atqaakum” yang artinya, orang yang paling mulia dimata Allah Swt adalah orang yang paling bertakwa.
Setelah merasa bahwa setiap orang sama, maka bertanyalah pada diri bapak untuk mengetahui apa ada rasa minder dan tidak percaya diri. Terlebih bahwa setiap manusia dapat melakukan kesalahan dalam hidupnya, sebagaimana dalam pepatah dikatakan, bahwa manusia adalah tempat kesalahan dan kelupaan.
Adapun kaitannya dengan ruqyah yang ditanyakan di atas, maka hal itu sangat dimungkinkan. Melalui peningkatan keimanan kepada Allah Swt, dan menguatkan mental (jiwa) dalam menyampaikan kebenaran di hadapan siapapun. Sebagai tambahan maka, cobalah bapak membiasakan untuk berdoa kepada Allah Swt agar setiap akan tampil di hadapan banyak orang diberi kelancaran dan kefasihan sebagaimana doa nabi musa dalam al Quran yang berbunyi “Rabbi-'shrah li sadri wa yassirli amri wa-hlul 'uqdatan min lisani yafqahu qawli.”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar