Assalamualaikum Wr.Wb.
Ustadz Massar yang dimulyakan Allah, saya seorang
agribisnis dan juga ketua salah satu yayasan yang bergerak dibidang pendidikan di Surabaya. Meskipun sering bertemu dan
berkumpul dengan orang banyak akan tetapi saya selalu merasa Demam panggung saat harus berdiri diatas
panggung untuk mengisi seminar atau pertemuan lainnya. Terus terang Ustadz, hal
ini sangat mengganggu dan membuat malu saya karena terkadang beberapa rekan
saya ada yang mentertawakan saya. Apakah
rukyah juga bisa menyembuhkannya ustadz? Wassalamualaikum.
Waalaikumussalam Wr.Wb.
Untuk keluar dari permasalahan tersebut, maka bapak perlu melatih mental agar semua factor penyebab demam tersebut dapat teratasi.
Upaya-upaya tersebut dapat berupa
mengatur keyakinan bahwa bapak bisa dan mampu, yaitu dengan cara menyiapkan
materi secara maksimal. Cobalah berlatih dengan teman-teman dekat sebagai
peserta (audience), seolah sedang dalam pertemuan.
Terkadang seseorang tidak
percaya diri juga dapat disebabkan oleh beberapa factor, diantaranya tidak adanya kapasitas nyata dalam diri untuk
tampil di depan orang-orang yang berada didepannya (audience). Lain dari itu,
bisa disebabkan oleh mental pemalu seseorang.
Apabila hal ini terjadi, maka
haruslah terlebih dahulu merasionalkan akan sebab dirinya merasa malu. Apabila
hanya karena suatu hal yang wajar dirinya malu, hal itu merupakan kekeliruan,
karena sesungguhnya rasa malu tersebut harus ditempatkan pada tempatnya
sebagaimana hadis nabi menyatakan bahwa
malu adalah sebagian dari iman, yaitu malu melakukan hal-hal buruk dan tidak
terpuji.
Kaitannya dengan cara
menumbuhkan rasa percaya diri, yakinlah bahwa semua mahluk itu sama di mata
Allah Swt, sebagaimana dalam al Quran dikatakan “innaa akramakum ‘indallaahi
atqaakum” yang artinya, orang yang paling mulia dimata Allah Swt adalah orang
yang paling bertakwa.
Setelah merasa bahwa setiap orang
sama, maka bertanyalah pada diri bapak untuk mengetahui apa ada rasa minder dan tidak percaya diri. Terlebih bahwa setiap
manusia dapat melakukan kesalahan dalam hidupnya, sebagaimana dalam pepatah
dikatakan, bahwa manusia adalah tempat kesalahan dan kelupaan.
Adapun kaitannya dengan ruqyah
yang ditanyakan di atas, maka hal itu
sangat dimungkinkan. Melalui peningkatan keimanan kepada Allah Swt, dan
menguatkan mental (jiwa) dalam menyampaikan kebenaran di hadapan siapapun.
Sebagai tambahan maka, cobalah bapak membiasakan untuk berdoa kepada Allah Swt
agar setiap akan tampil di hadapan banyak orang diberi kelancaran dan kefasihan sebagaimana doa nabi musa dalam al Qur’an yang berbunyi “Rabbi-'shrah li sadri wa
yassirli amri wa-hlul 'uqdatan min lisani yafqahu qawli.”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar