Assalamu’alaikum wr wb
Ustad, sebelumnya saya mengucapkan
terima kasih, dua bulan pasca terapi Ruqyah Diri, kondisi kesehatan saya
berangsur pulih dan semakin membaik. Maklum Ustad, insomnia yang saya
derita mengakibatkan kesehatan menurun drastis, saya terkena anemia, jantung
lemah, kepala sering pusing. Produktifitas kerja juga menurun karena pada siang
hari mata mengantuk dan badan lemas. Alhamdulillah, berkat nasehat Ustad
juga, saya sudah bisa melupakan masa lalu yang sering menghantui.
Melalui rubrik ini, saya ingin minta
pendapat Ustad sekaligus solusi. Hitung-hitung curhat Ustad. Ada permasalahan
dalam rumah tangga adik perempuan saya. Suaminya (adik ipar saya) akhir-akhir
ini mulai tidak mempedulikan keluarga. Jarang berbicara, tidak seperti biasanya.
Mereka sudah berkeluarga selama 10 tahun dan dikaruniai dua anak. Uang belanja
yang diberikan juga berkurang.
Nah, pernah adik saya menemukan
beberapa butir pil aneh di dalam saku celana suaminya. Adik saya meyakini
apalagi ditambah informasi dari salah satu rekan sekantor bahwa seringnya sang suami pulang
malam adalah berkumpul dengan teman-teman kerjanya, minum minuman keras dan
mengonsumsi ekstasi. Saya khawatir seperti kasus di televisi yang menabrak
orang karena terpengaruh narkoba, karena ia juga mengendarai mobil sendiri. Bagaimana
Ustad? Apakah suami adik saya ini bisa diruqyah agar terbebas dari hal-hal
negatif karena salah pergaulan? Berikut saya sertakan foto adik ipar saya.
Terima kasih Ustad.
Wassalamu’alaikum wr wb
Yuanita
Soewardi, S.E - Bandung, Jawa Barat
Wa’alaikumussalam
wr wb
Ibu Yuanita yang baik, semoga Anda
termasuk hamba Allah yang senantiasa bersyukur dengan menggunakan segala nikmat
yang dianugerahkan oleh Allah untuk beribadah. Konteks ibadah di sini bukan
hanya ibadah mahdloh, tapi juga ghoiru mahdloh. Iman dalam dada,
dan kesehatan jasmani merupakan nikmat tiada tara sebagai modal untuk menggapai
kesalehan individu dan sosial. Dampaknya tidak hanya bagi peningkatan kualitas
ruhani pribadi, tapi juga kemaslahatan bersama sebagai pengejawantahan Islam
sebagai agama rahmatan lil alamin.
Apa yang terjadi pada adik ipar,
yakni suami adik Anda, menunjukkan bahwa lingkungan pergaulan menduduki porsi
penting dalam pembentukan karakter (kepribadian) atau perilaku seseorang. Hal
ini akan bermuara pada dua hal pokok: baik atau buruk. Sesuatu yang memabukkan,
meskipun sedikit hukumnya haram. Karena membuat seseorang kehilangan akal
sehat, bahkan kecanduan.
Banyak kasus kejahatan yang muncul
dan dilakukan oleh seseorang yang sedang terpengaruh minuman keras atau
narkoba. Padahal, jelas Allah telah mengharamkannya. Allah berfirman dalam
Surat Al Ma’idah ayat 91: Sesungguhnya syaitan itu bermaksud
hendak menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu lantaran (meminum)
khamar dan berjudi itu, dan menghalangi kamu dari mengingat Allah dan
sembahyang; maka berhentilah kamu (dari mengerjakan pekerjaan itu).
Insya Allah, setelah
terapi Ruqyah Diri, adik ipar Anda akan berangsur pulih. Dengan catatan,
ia harus menghindari pergaulan dengan teman-temannya selama ini. Akan lebih
baik juga jika pihak keluarga, teman dekat yang baik, dan ulama’ setempat ikut
mendo’akan dan membimbing. Bukan malah mengucilkan. Tidak ada penyakit yang
tidak bisa disembuhkan jika Allah mengijinkan. Salam.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar