Jumat, 15 Agustus 2014

Trauma Tertipu Bisnis



Tanya:
Assalamu’alaikum wr wb
Ustadz Massar, saya adalah pengusaha tekstil. Sudah lama saya menjalin bisnis dengan seorang pengusaha kain. Sejak 1999, dia sering memesan produk tekstil kepada saya dan pembayaran dilakukan dengan cek atau giro. Hingga pada pertengahan tahun 2010, Pembayaran tidak lagi lancar. Giro bilyet ( GB ) yang dijaminkan sebagai pembayaran tidak bisa dicairkan lantaran sudah diblokir sebelumnya.
Sebenarnya ia di jerat dengan pasal 379 a KUHP dan ditahan. Kini yang menjadi permasalahan, kerugian material yang saya alami membuat say trauma dan hati tak tenang. Saya khawatir kejadian seperti ini akan terulang lagi. Apakah ada ruqyah khusus untuk masalah saya ini Ustadz saya juga ingin bisnis saya jauh dari hal-hal buruk, lancar dan sukses. Di email ini, saya sertakan foto saya dan foto bangunan fisik perusahaan yang berlokasi di Surakarta. Terima kasih.
Jawab:
Wa’alaikumussalam wr wb.
Dalam dunia bisnis dewasa ini apa yang menimpa Anda memang kerap juga terjadi. Saya sudah sering memberi rambu-rambu bahwa sebelum mulai berbisnis atau membuka usaha apapun, tanamkan niat yang baik dalam hati.
Kalau yang menjadi tujuan hanya nilai-nilai materialisme dan keuntungan finansial saja, maka seorang pebisnis akan gagal menemukan makna dan keindahan dalam berbisnis dan bekerja. Dampaknya berbisnis tidak akan menyentuh aspek spiritualitas yang bernilai sehingga yang terjadi adalah kegagapan mental saat menghadapi kerugian. Orang bisa stres, depresi, emosi tidak stabil yang berbuntut pada komplikasi penyakit jasmani.
Dalam islam, tujuan berbisnis harus melampaui nilai-nilai materialisme, yakni untuk menolong orang lain, memberikan kebaikan bagi banyak orang, memberikan kemudahan pekerjaan bagi banyak orang, menyejahterakan hidup orang lain, maka seorang pebisnis akan menemukan kepuasan spiritual, bukan kebahagiaan semu karena terpenuhinya kebutuhan fisik semata. Bukankah sebaik-baiknya manusia adalah yang paling banyak membari manfaat bagi manusia yang lain?
Setiap manusia dalam perjalanan hidupnya tentu mengalami ujian, cobaan dan rintangan. Oleh karena itu kesibukan dalam berbisnis dan bekerja jangan sampai jadi alasan untuk melupakan Tuhan. Karena dekat dengan tuhan berarti dekat dengan solusi atas berbagai masalah. Berusaha dan berdoa adalah dua komponen penting dalam mencapai kesuksesan. Masa depan bisa diprediksi berdasarkan tanda-tanda yang ada saat ini, tapi kepastiannya mutlak ditangan Allah Swt. Sebagai bentuk ikhtiar batin mohon kepada Allah Swt, anda bisa menjalankan terapi ruqyah diri dan ruqyah tempat untuk kesusesan bisnis Anda. Insya Allah, hati tenang, bisnis lancar, ibadah juga tak terlupakan. Semoga sukses.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar