KONSULTASI:
Assalamu’alaikum Wr.Wb. Ustadz Massar yang
terhormat, Saya seorang Wanita yang dahulu pernah mempunyai hubungan dengan
seorang Anggota dewan sampai berbadan dua. Untuk menutupi aib tersebut,
akhirnya saya di nikahkan dengan salah satu kerabatnya, dengan janji semua
kebutuhanku dan anakku akan ditanggungnya. Hingga anak dalam kandungan lahir,
saya masih menyimpan rahasia tersebut, namun saya tidak tahan dengan beban ini,
haruskah saya berterus terang kepada suami? Mohon solusi ustadz.
Melati( nama disamarkan) ,
Jakarta
Wa’alaikumussalam Wr.Wb.
Ibu Melati yang baik, pada dasarnya niat ibu
untuk berterus terang adalah baik. Hal tersebut menunjukan usaha ibu untuk
memperbaiki keadaan. Terlebih lagi apabila ibu telah bertaubat atas dosa masa
lalu. Meskipun begitu, karena ini terkait masalah keutuhan sebuah keluarga,
maka alangkah baiknya ibu memikirkan terlebih dahulu secara mendalam. Sebelum
itu ibu bisa meminta pertimbangan keluarga tentang permasalahan yang ibu hadapi
dengan kepala dingin dan cara kekeluargaan.
Selanjutnya, katakanlah kebenaran walau itu
terasa pahit. Yakinlah bahwa keputusan yang ibu ambil adalah yang terbaik.
Niatkan tindakan tersebut demi masa depan keluarga yang lebih baik dan
kepastian status anak ibu. Jika melihat dari sudut pandang fikih, maka putra ibu
tidak bisa dinisbatkan kepada suami maupun paman suami ibu yang dianggap harus
bertanggung jawab. Dalam hukum Islam, anak hasil zina tidak dapat dinasabkan
kepada bapak biologisnya, oleh karenanya siapkanlah diri ibu dengan segala
resiko.
Adapun masalah status pernikahan, maka tetap sah,
karena ibu tidak pernah berakad dengan paman suami ibu. Oleh karenanya mintalah
keikhlasan suami untuk dapat menerima ibu apa adanya. Selanjutnya mintalah
pertolongan kepada Allah untuk memberikan kebaikan atas semua persoalan yang
ibu hadapi, yaitu kelembutan setiap orang yang terlibat dalam permasalahan ini.
Diharapkan keluarga ibu mengasihi, menyayangi dan menerima ibu apa adanya.
Demikian Semoga bermanfaat. Salam.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar