Kamis, 28 Agustus 2014

Solusi agar keluarga harmonis



Assalamu’alaikum wr wb. Ustadz Massar yang terhormat, sebelumnya mohon maaf karena saya ingin menanyakan masalah rumah tangga yang cukup pribadi. Sebenarnya permasalahan ini telah lama saya pendam, akan tetapi semakin saya pendam, saya semakin tertekan dan tersiksa.
Terus terang saya menikah dengan suami bukan atas dasar cinta melainkan perjodohan dari orang tua kami karena kepentingan bisnis. Sehingga, selama ini saya melayani suami tidak dengan sepenuh hati, bahkan tidak jarang saya menolak permintaannya. Padahal, jika melihat kepribadian suami, dia orangnya baik dan sangat mencintai saya dan keluarga.
Pertanyaan saya, apakah saya berdosa melakukan hal seperti itu? dan menurut Ustadz, apa yang harus saya lakukan, melanjutkan perkawinan tersebut atau mengakhirinya.
 Putri (nama disamarkan), Surabaya
Wa’alaikumussalam wr wb. Ibu Putri yang terhormat, pada dasarnya tujuan pernikahan adalah untuk mencapai kebahagian. Jika melihat permasalahan yang ibu hadapi, maka kebahagian tersebut belum terwujud. Adapun diantara penyebabnya adalah karena pernikahan dilakukan secara terpaksa dan tidak berlandaskan cinta yang tulus.
Ibarat nasi telah menjadi bubur, maka ibu harus mempertimbangkan secara matang semua yang ibu lakukan, termasuk melayani suami dengan tidak sepenuh hati. Lihatlah ayat yang berbunyi “Maka perempuan-perempuan yang shalihah adalah mereka yang taat (kepada Allah) dan menjaga diri ketika (suaminya) tidak ada, karena Allah telah menjaga (me-reka)...” (An-Nisaa' : 34) dan hadist nabi yang berbunyi “Sebaik-baik wanita adalah yang menyenangkan suami apabila ia melihatnya, mentaati apabila suami menyuruhnya, dan tidak menyelisihi atas diri dan hartanya dengan apa yang tidak disukai suaminya.” (Riwayat Ahmad dan Nasai).
Kedua ketentuan di atas menjelaskan tentang kriteria wanita shalihah, oleh karenanya jika ibu ingin mencapai derajat itu, lapangkanlah hati ibu untuk menerima suami, yaitu selama suami berjalan di jalan Allah Swt.
Laksanakanlah semua kewajiban ibu karena Allah semata, insyaAllah atas izin-Nya sedikit demi sedikit cinta itu akan tumbuh dan mendatangkan kebaikan untuk ibu dan keluarga. Selanjutnya, perlu ibu ketahui bahwa perceraian merupakan sesuatu yang dibenci oleh Allah, maka selayaknya kita menghindari. Untuk selanjutnya bisa menghubungi kami.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar