Assalamu’alaikum
wr wb. Ustadz Massar yang
terhormat, sebelumnya mohon maaf karena saya ingin menanyakan masalah rumah
tangga yang cukup pribadi. Sebenarnya permasalahan ini telah lama saya pendam,
akan tetapi semakin saya pendam, saya semakin tertekan dan tersiksa.
Terus terang
saya menikah dengan suami bukan atas dasar cinta melainkan perjodohan dari
orang tua kami karena kepentingan bisnis. Sehingga, selama ini saya melayani
suami tidak dengan sepenuh hati, bahkan tidak jarang saya menolak
permintaannya. Padahal, jika melihat kepribadian suami, dia orangnya baik dan
sangat mencintai saya dan keluarga.
Pertanyaan
saya, apakah saya berdosa melakukan hal seperti itu? dan menurut Ustadz, apa
yang harus saya lakukan, melanjutkan perkawinan tersebut atau mengakhirinya.
Putri (nama disamarkan), Surabaya
Wa’alaikumussalam wr wb. Ibu Putri yang terhormat, pada dasarnya tujuan pernikahan adalah untuk
mencapai kebahagian. Jika melihat permasalahan yang ibu hadapi, maka kebahagian
tersebut belum terwujud. Adapun diantara penyebabnya adalah karena pernikahan
dilakukan secara terpaksa dan tidak berlandaskan cinta yang tulus.
Ibarat nasi
telah menjadi bubur, maka ibu harus mempertimbangkan secara matang semua yang
ibu lakukan, termasuk melayani suami dengan tidak sepenuh hati. Lihatlah ayat
yang berbunyi “Maka perempuan-perempuan yang shalihah adalah mereka yang
taat (kepada Allah) dan menjaga diri ketika (suaminya) tidak ada, karena Allah
telah menjaga (me-reka)...” (An-Nisaa' : 34) dan hadist nabi yang
berbunyi “Sebaik-baik wanita adalah yang menyenangkan suami apabila ia
melihatnya, mentaati apabila suami menyuruhnya, dan tidak menyelisihi atas diri
dan hartanya dengan apa yang tidak disukai suaminya.” (Riwayat Ahmad dan
Nasai).
Kedua ketentuan di atas menjelaskan tentang
kriteria wanita shalihah, oleh karenanya jika ibu ingin mencapai derajat itu,
lapangkanlah hati ibu untuk menerima suami, yaitu selama suami berjalan di
jalan Allah Swt.
Laksanakanlah
semua kewajiban ibu karena Allah semata, insyaAllah atas izin-Nya sedikit demi
sedikit cinta itu akan tumbuh dan mendatangkan kebaikan untuk ibu dan keluarga.
Selanjutnya, perlu ibu ketahui bahwa perceraian merupakan sesuatu yang dibenci
oleh Allah, maka selayaknya kita menghindari. Untuk selanjutnya bisa menghubungi kami.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar