Sabtu, 27 April 2013

Gagal Berangkat Haji



Assalamu’alaikum Wr Wb.
 Ustadz Massar yang terhormat, Ibu saya merupakan salah satu calon peserta haji plus yang gagal berangkat tahun ini dengan sebab yang tidak jelas, karena pihak biro selalu memberikan alasan yang berbeda-beda. Dampaknya, ibu mengalami tekanan batin antara malu dan juga kecewa. Sekarang ibu lebih banyak diam dan tidak bersemangat lagi seperti dulu. Bagaimana solusinya Ustadz?
                                                                                                                Susilowati, Solo
Wa’alaikumussalam Wr Wb.                              
Ibu Susilowati yang baik, sebagai putri yang berbakti memang sudah seharusnya peduli terhadap keadaan orang tua. Oleh karenanya hiburlah ibu dengan mengajaknya refreshing atau melakukan hal-hal yang dapat membahagiakannya. nasehatilah secara baik dengan memberikan pengertian bahwa pergi haji adalah ibadah, sehingga tidak ada alasan untuk malu dan kecewa .Masih ada waktu untuk melaksanakan ibadah haji, dan kesempatan itu masih terbuka lebar. Jika ikhlas, maka niat baiknya tidak akan sia-sia. Yakinkanlah bahwa tidak berangkatnya tahun ini adalah kehendak Allah yang terbaik untuk ibu dan setiap musibah yang menimpa keluarga merupakan cobaan yang harus di terima dengan sabar, karena setiap peristiwa pasti ada hikmahnya.
Sebagai usaha batin, ajaklah untuk selalu mendekatkan diri kepada Allah Swt dengan cara memperbanyak ibadah dan berdzikir. Segera menghubungi kami untuk terapi Ruqyah Diri sebagai media memohon kepada Allah agar dihilangkan kerisauan (kesedihan), mengembalikan kesadaran dan memantapkan keimanan kembali kepada-Nya.  
Adapun doa yang dapat dipanjatkan untuk menghilangkan kesedihan adalah “Allahumma rahmataka arjuu falaa takilnii ilaa nafsii thorfata ‘ainin wa ahlihlii sy’anii kullahu laa ilaaha illa anta” yang artinya “Ya Allah, RahmatMu aku harapkan, janganlah Engkau serahkan segala urusanku kepada diriku sendiri walau sekejap mata, perbaikilah segala urusanku, tiada ilah yang berhak disembah selain Engkau.” (HR Abu Dawud). Untuk selanjutnya bisa menghubungi kami. Salam.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar