Senin, 15 April 2013

Menyadarkan Kekeliruan Suami

Assalamu’alaikum wr wb
Ustad Massar yang saya hormati, saya seorang ibu rumah tangga yang bersuamikan seorang anggota TNI. Usia pernikahan kami sudah cukup lama dan telah dikaruniai 5 orang anak. Selama kurun waktu tersebut, saya banyak bersabar. Pasalnya, ternyata suami saya tipe lelaki yang tak setia.  Awalnya saya mengira ia baik karena kami memang dijodohkan. Kami juga tidak melalui proses pacaran, saya hanya menuruti orang tua saya yang menyatakan kalau dia lelaki baik.
    Suatu hari ada perempuan yang menelepon ke rumah dan terang-terangan mengaku sebagai istri simpanan suami saya. Namun saat hal tersebut saya ceritakan ke suami, saya malah dibentak dan dipukul. Saya dianggap mencampuri urusan pribadinya. Saya sering menangis kenapa kelakuan suami tidak juga berubah. Ustad, apakah suami saya bisa diruqyah agar sadar dan setia, bertanggung jawab terhadap keluarga? Meskipun hati sakit, saya ingin mempertahankan keutuhan rumah tangga mengingat anak-anak juga masih butuh biaya untuk pendidikan mereka. Terima kasih Ustad.
Wassalamu’alaikum wr wb
Asti Yulianti, Palembang
Wa’alaikumussalam wr wb
Ibu Asti yang baik, masalah perselingkuhan seakan tiada habisnya. Sebetulnya, laki-laki maupun perempuan memiliki potensi yang sama untuk menyeleweng. Namun memang dalam banyak kasus, perempuan  lebih banyak dalam kondisi terpojok. Apalagi jika dihadapkan pada faktor ekonomi. Banyak istri yang merasa sudah mapan berani menggugat cerai sang suami, namun itu tidak terjadi bila kondisi sebaliknya.
Dalam menyikapi persoalan yang Anda hadapi, perlu kiranya Anda juga berdiskusi dengan pihak keluarga Anda atau saudara. Jangan sampai masalah ini menjadi beban pikiran Anda sendiri. Adakalanya rumah tangga perlu dipertahankan demi masa depan anak. Orang tua yang egois bercerai, sedangkan anak-anaknya masih kecil menunjukkan bahwa pemahaman terhadap rumah tangga hanya sebatas hubungan antara pihak suami dan istri semata. Banyak anak yang tidak terurus orang tua justru berpengaruh pada perkembangan mental sang anak. Kenakalan anak maupun remaja sangat besar kemungkinan karena keluarga yang broken home.
Oleh karena itu, Anda agar bersabar dan jangan mengungkit ihwal perselingkuhan di depan suami. Hal itu akan memancing konflik yang lebih jauh atau pun memicu terjadinya Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT). Sebisa mungkin hindari pertengkaran di depan anak-anak. Semoga dengan terapi Ruqyah Diri jarak jauh, Allah akan membuka pikiran suami Anda, mengontrol gerak hatinya agar senantiasa dalam koridor dan komitmen pernikahan. Senantiasa berdo’a, introspeksi, merawat anak, dan melayani suami dengan baik. Salam.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar