Assalamu’alaikum wr wb
Ustad Massar
yang saya hormati, saya seorang ibu rumah tangga yang bersuamikan seorang
anggota TNI. Usia pernikahan kami sudah cukup lama dan telah dikaruniai 5 orang
anak. Selama kurun waktu tersebut, saya banyak bersabar. Pasalnya, ternyata
suami saya tipe lelaki yang tak setia.
Awalnya saya mengira ia baik karena kami memang dijodohkan. Kami juga
tidak melalui proses pacaran, saya hanya menuruti orang tua saya yang
menyatakan kalau dia lelaki baik.
Suatu
hari ada perempuan yang menelepon ke rumah dan terang-terangan mengaku sebagai
istri simpanan suami saya. Namun saat hal tersebut saya ceritakan ke suami,
saya malah dibentak dan dipukul. Saya dianggap mencampuri urusan pribadinya.
Saya sering menangis kenapa kelakuan suami tidak juga berubah. Ustad, apakah
suami saya bisa diruqyah agar sadar dan setia, bertanggung jawab terhadap
keluarga? Meskipun hati sakit, saya ingin mempertahankan keutuhan rumah tangga
mengingat anak-anak juga masih butuh biaya untuk pendidikan mereka. Terima
kasih Ustad.
Wassalamu’alaikum wr wb
Asti Yulianti,
Palembang
Wa’alaikumussalam wr wb
Ibu Asti yang
baik, masalah perselingkuhan seakan tiada habisnya. Sebetulnya, laki-laki
maupun perempuan memiliki potensi yang sama untuk menyeleweng. Namun memang dalam
banyak kasus, perempuan lebih banyak
dalam kondisi terpojok. Apalagi jika dihadapkan pada faktor ekonomi. Banyak
istri yang merasa sudah mapan berani menggugat cerai sang suami, namun itu
tidak terjadi bila kondisi sebaliknya.
Dalam menyikapi
persoalan yang Anda hadapi, perlu kiranya Anda juga berdiskusi dengan pihak
keluarga Anda atau saudara. Jangan sampai masalah ini menjadi beban pikiran
Anda sendiri. Adakalanya rumah tangga perlu dipertahankan demi masa depan anak.
Orang tua yang egois bercerai, sedangkan anak-anaknya masih kecil menunjukkan
bahwa pemahaman terhadap rumah tangga hanya sebatas hubungan antara pihak suami
dan istri semata. Banyak anak yang tidak terurus orang tua justru berpengaruh
pada perkembangan mental sang anak. Kenakalan anak maupun remaja sangat besar
kemungkinan karena keluarga yang broken home.
Oleh karena itu,
Anda agar bersabar dan jangan mengungkit ihwal perselingkuhan di depan suami.
Hal itu akan memancing konflik yang lebih jauh atau pun memicu terjadinya Kekerasan
Dalam Rumah Tangga (KDRT). Sebisa mungkin hindari pertengkaran di depan
anak-anak. Semoga dengan terapi Ruqyah Diri jarak jauh, Allah akan
membuka pikiran suami Anda, mengontrol gerak hatinya agar senantiasa dalam
koridor dan komitmen pernikahan. Senantiasa berdo’a, introspeksi, merawat anak,
dan melayani suami dengan baik. Salam.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar