Kamis, 02 Mei 2013

Mengembalikan Mental Pasca Trauma




Assalamu’alaikum Wr Wb
            Sebelumnya mohon maaf ustadz, melihat maraknya fenomena penculikan anak yang ada di televisi, sebagai orang tua saya jadi ikut kawatir.  Kebetulan saat ini saya mempunyai putra-putri yang masih kecil, oleh karenanya saya ingin menanyakan tentang bagaimana agar putra-putri saya aman dari niat jahat para penculik. Terus terang, selama ini sebagai orangtua saya tidak bisa memperhatikan mereka setiap saat, khususnya apabila mereka pulang sekolah.
            Selanjutnya, sebagai seorang ibu saya juga merasa iba dengan para korban penculikan. Sebagian besar dari mereka terlihat depresi dan trauma. Oleh karena itu, tolong berikan penjelasan, bagaimanakah upaya untuk mengembalikan kembali mental mereka. Apakah dengan terapi ruqyah dapat menjadi solusi?
                                                                                                            Fathonah, Jakarta
Wa’alaikumussalam Wr Wb.                                                    
            Ibu Fathonah yang baik, sebagai orang tua pasti ikut merasa kawatir dengan maraknya fenomena penculikan saat ini. Oleh karenanya, perhatian ekstra untuk buah hati memang menjadi sangat penting. Andaipun ibu seorang yang sangat sibuk, yakinkan diri bahwa putra-putri ibu aman di bawah pengawasan seseorang, sebagai contoh guru atau anggota keluarga lain. Sebagian besar motivasi utama penjahat melakukan penculikan adalah alasan ekonomi, faktor dendam, atau motif sexual, terutama mereka yang menderita Paedophilia. Para pelaku juga kadang bukan penjahat profesional, atau spesialis penculikan.
Berdasarkan beberapa kasus penculikan, korban yang selamat dan bertemu kembali dengan keluarganya, selalu mengalami keguncangan jiwa atau trauma yang sangat mendalam yang tidak akan mudah hilang bagi korban, maupun orangtuanya. Seperti, susah tidur, gangguan makan dan takut dengan orang yang tidak dikenalnya, bahkan mirip pelaku penculikan. Selanjutnya perbanyaklah doa astaudi’ukumullaaha alladzi laa tadlii ’u wa daa i ’uhu, hal tersebut sebagaimana dianjurkan dalam hadits dari Umar bin Al-Khattab r.a, sesungguhnya Rasulullah Saw bersabda: “Sesungguhnya Allah Ta'ala jika dititipkan padanya sesuatu Dia pasti menjaganya
            Terkait dengan mengembalikan mental korban yang depresi atau trauma, maka terapi ruqyah dapat menjadi wasilah kesembuhan bagi korban maupun orang tuanya. Disamping menggunakan pendekatan doa, yang secara langsung mempengaruhi psikologis seseorang atas izin Allah Swt. Lebih dari itu, terapi ruqyah juga menggunakan pendekatan dzahir sebagaimana bekam dan praktek lainnya sesuai anjuran Rasulullah. Kejahatan penculikan, bisa mengancam siapa saja dan dimana saja. Oleh Karenanya, kewaspadaan orangtua dalam menjaga anak – anak bahkan ketika sedang bersama - sama di pusat keramaian sangatlah dibutuhkan. Demikian semoga bermanfaat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar