Jumat, 21 September 2012

mengobati sakit magh


Assalamu’alaikum Wr Wb.
            Usatadz massar yang terhormat. Saya seorang ibu rumah tangga. Sudah satu bulan ini saya didiagnosa dokter menderita radang usus besar. Bermula dari kebiasan makan makanan yang tidak steril dan suka masakan yang pedas, saya sering mengeluh sakit perut. Saya kira hal tersebut biasa karena sebelumnya saya menderita penyakit magh.
            Sampai sekarang saya belum berani melanjutkan pemeriksaan karena keterbatasan biaya. Adakah solusi dengan menggunakan metode tib nabawi dan rukyah?. Mohon solusi.  
                                                                                                Kartini, Purwodadi






Wassalamu’alaikum Wr Wb.
            Ibu kartini yang terhormat, radang usus besar merupakan penyakit radang isi perut yang mengakibatkan bisul di saluran dubur dan usus besar, sehingga mengakibatkan nyeri di dalam perut, diare dan hilangnya berat badan. tentunya jika merujuk kepada agama Islam yang tidak hanya mengurusi urusan akhirat, menurut ilmu pengobatan nabawi dapat dijadikan pijakan.
            Hasil penelitian terbaru konferensi Digestive Disease Week di New Orleans, Amerika Serikat. Peningkatan konsumsi minyak zaitun diduga mengurangi resiko penderitaan akibat radang usus besar. Dalam minyak zaitun mengandung Oleic acid yaitu asam lemak omega-9 tak-jenuh-tunggal yang terdapat pada bermacam sumber hewani dan dan nabati.
            Oleic acid tampaknya membantu mencegah perkembangan radang usus besar dengan memblok bahan kimia di usus besar yang menambah parah radang yang terdapat pada penyakit tersebut.
            Setelah mengetahui obat herbal secara dzohir, dan yang lebih penting dari itu semua adalah keyakinan dan keinginan ibu untuk sembuh. Semua penyakit bisa sembuh manakala memenuhi tiga unsur. Pertama 30 persen untuk obat, kedua, 30 persen untuk doa, dan yang 40 persen adalah keinginan. Optimisme ibu untuk sembuh dapat mempengaruhi enzim ataupun hormon kesembuhan dalam diri ibu.
            Usaha lain yang tidak boleh ditinggalkan adalah doa. Sebagaimana praktek pengobatan yang dilakukan di Yayasan kami yaitu menggabungkan metode tib nabawi, pengobatan herbal dan rukyah. Semua itu dilaksanakan dengan cara pemberian minyak zaitun sekaligus dilakukan rukyah yaitu memberikan bacaan berupa doa. Diharapkan dari itu semua sebuah kesembuhan secara steril dan natural.
            Ajaran rukyah sendiri tidak hanya untuk pengobatan batiniyah, sebagaimana dalam hadist yang diriwayatkan oleh Muslim yaitu, “Jabir Bin Abdillah Radhiyallahu ‘Anhu berkata, “Seseorang di antara kami disengat kalajengking, kemudian Jabir berkata, “Wahai Rasulullah apakah saya boleh meruqyahnya? Maka beliau bersabda, “Barangsiapa di antara kalian yang sanggup memberikan manfaat kepada saudaranya, maka lakukanlah.”

           
           


Tidak ada komentar:

Posting Komentar