Assalamu’alaikum Wr Wb.
Usatadz massar yang terhormat. Saya
seorang ibu rumah tangga. Sudah satu bulan ini saya didiagnosa dokter menderita
radang usus besar. Bermula dari kebiasan makan makanan yang tidak steril dan
suka masakan yang pedas, saya sering mengeluh sakit perut. Saya kira hal
tersebut biasa karena sebelumnya saya menderita penyakit magh.
Sampai sekarang saya belum
berani melanjutkan pemeriksaan karena keterbatasan biaya. Adakah solusi dengan
menggunakan metode tib nabawi dan rukyah?. Mohon solusi.
Kartini,
Purwodadi
Wassalamu’alaikum Wr Wb.
Ibu kartini yang
terhormat, radang usus besar merupakan penyakit radang isi perut yang
mengakibatkan bisul di saluran dubur dan usus besar, sehingga mengakibatkan nyeri
di dalam perut, diare dan hilangnya berat badan. tentunya jika merujuk kepada
agama Islam yang tidak hanya mengurusi urusan akhirat, menurut ilmu pengobatan
nabawi dapat dijadikan pijakan.
Hasil penelitian terbaru konferensi
Digestive Disease Week di New Orleans, Amerika Serikat. Peningkatan konsumsi
minyak zaitun diduga mengurangi resiko penderitaan akibat radang usus besar. Dalam
minyak zaitun mengandung Oleic acid yaitu asam lemak omega-9 tak-jenuh-tunggal
yang terdapat pada bermacam sumber hewani dan dan nabati.
Oleic acid tampaknya
membantu mencegah perkembangan radang usus besar dengan memblok bahan kimia di
usus besar yang menambah parah radang yang terdapat pada penyakit tersebut.
Setelah mengetahui obat
herbal secara dzohir, dan yang lebih penting dari itu semua adalah keyakinan dan
keinginan ibu untuk sembuh. Semua penyakit bisa sembuh manakala memenuhi tiga
unsur. Pertama 30 persen untuk obat, kedua, 30 persen untuk doa, dan yang 40
persen adalah keinginan. Optimisme ibu untuk sembuh dapat mempengaruhi enzim
ataupun hormon kesembuhan dalam diri ibu.
Usaha lain yang tidak
boleh ditinggalkan adalah doa. Sebagaimana praktek pengobatan yang dilakukan di
Yayasan kami yaitu menggabungkan metode tib nabawi, pengobatan herbal dan
rukyah. Semua itu dilaksanakan dengan cara pemberian minyak zaitun sekaligus dilakukan
rukyah yaitu memberikan bacaan berupa doa. Diharapkan dari itu semua sebuah
kesembuhan secara steril dan natural.
Ajaran rukyah sendiri
tidak hanya untuk pengobatan batiniyah, sebagaimana dalam hadist yang diriwayatkan
oleh Muslim yaitu, “Jabir Bin Abdillah Radhiyallahu ‘Anhu berkata, “Seseorang
di antara kami disengat kalajengking, kemudian Jabir berkata, “Wahai Rasulullah
apakah saya boleh meruqyahnya? Maka beliau bersabda, “Barangsiapa di antara
kalian yang sanggup memberikan manfaat kepada saudaranya, maka lakukanlah.”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar